<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://ejournal.stital.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-07-19T16:07:56Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" from="2020-12-01" verb="ListRecords">https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5</identifier>
				<datestamp>2024-01-13T22:48:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MENCETAK SARJANA MUSLIM KAFFAH LEWAT PENDIDIKAN PESANTREN KAMPUS</dc:title>
	<dc:creator>Muksin, Muksin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pesantren</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kampus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Ia merupakan lembaga pendidikan untuk mengkaji agama (at-tafaqquh fi ad-din). Artinya, pesantren adalah lembaga pendidikan untuk mengkaji ilmu-ilmu keagamaan yang disertai penanaman moralitas kehidupan (akhlaq) kepada santri-santrinya. Dalam perkembangannya, pesantren ternyata tetap eksis dan bertahan dengan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan keislaman meskipun banyak mengalami tekanan dan cobaan di zaman era globalisasi ini. Karena itulah, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tidak pernah luntur bahkan dianggap mampu untuk menjadi solusi alternatif bagi pendidikan para siswa saat ini ditengah semakin tergerusnya moral spritual mereka.
Untuk menghadapi tantangan-tantangan di era ini, perguruan tinggi Islam khususnya, perlu menerapkan sistem pesantren kampus sebagai salah satu solusi meminimalisir segala kemungkinan yang berbau negatif yang selama ini melekat pada pendidikan perguruan tinggi, disamping sebagai upaya untuk memaksimalisasi segala kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan output berupa sarjana muslim yang kaffah (sarjana yang mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni dan profesional yang multiterampil). Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, bisa dilakukan lewat pesantren kampus program intensif. &amp;nbsp;Dengan adanya pendidikan perguruan tinggi berbasis pesantren kampus ini, akan lahir generasi penerus bangsa yang benar-benar mumpuni serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/5</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 2 (2016); 105-126</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 2 (2016); 105-126</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/5/5</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6</identifier>
				<datestamp>2024-01-13T22:48:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BERPIKIR KESISTEMAN DALAM MENGATASI  PERMASALAHAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Sumarto, Sumarto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Berpikir Kesisteman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lembaga Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Problematika Lembaga pendidikan Islam harus segera diselesaikan dan dikembalikan kepada makna pendidikan dan tujuan pendidikan Nasional. Seperti permasalahan di Kota Jambi memiliki 3 (tiga) permasalahan: kekurangan infrastruktur, tidak adanya pemerataan guru dan tanah sekolah/madrasah yang banyak tidak memiliki bersertifikat. Fakta itu terungkap dari pengumpulan data yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi D Kota Jambi di beberapa SD-MI, SMP-Mts dan SMA-MA se-Kota Jambi.
Pemerataan guru dan meningkatkan kemampuan pendidik menciptakan suasana dari pengalaman belajar bervariasi dalam pengelolaan peserta didik yang memenuhi kurikulum yang disiapkan, memiliki pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, memiliki pemahaman terhadap peserta didik, mampu mengembangkan kurikulum atau silabus, mampu menyusun rancangan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, melakukan evaluasi hasil belajar dengan prosedur yang benar, mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk mengaktualkan berbagai potensi yang dimilikinya.
Menerapkan Sistem Desentralisasi dengan pemahaman yang baik dan benar yaitu desentralisasi merupakan salah satu strategi dalam suatu proses pembangunan guna mangatasi berbagai hambatan institusional fisik maupun hambatan-hambatan administrasi terutama permasalahan sertifikat tanah sekolah. Pemerintah harus menjalankan tugas dan fungsinya yaitu dengan mengatur dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/6</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 2 (2016); 31-50</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 2 (2016); 31-50</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/6/2</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7</identifier>
				<datestamp>2024-01-13T22:48:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PESANTREN DARUL LUGHO WA DAKWA (DALWA)  DAN STRUKTUR SOSIAL DI ERA GLOBALISASI</dc:title>
	<dc:creator>Masita, Dewi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pesantren</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Globalisasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pesantren selama ini dikenal sebagai institusi pengusung utama masalah-masalah keagamaan. Dalam sejarahnya pesantren dianggap sebagai lembaga Islam tradisional dengan â€˜Trade markâ€™nya pengkajian kitab-kitab kuning. Seiring arus globalisasi yang merupakan suatu proses dimana batas-batas negara luluh dan tidak penting lagi dalam kehidupan sosial, lambat laun banyak pesantren yang mengalami perubahan mendasar dalam perjalanannya. Perubahan corak pesantren akibat globalisasi adalah dari tradisional ke modern. Kenyataan itu mendikotomikan pesantren menjadi pesantren tradisional yang dikenal memakai sistem salafi (mengkaji kitab kuning) dan pesantren modern yang tidak lagi mengajarkan kitab-kitab Islam klasik. Ekses globalisasi tidak lantas menjadikan pesantren kehilangan orientasinya. Tetapi pesantren, terutama yang modern melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan aturan-aturan modernitas. Pesantren moderen di Pasuruan sangatlah banyak jumlanhya dan bersaing kualitasnya mulai salah satunya Darul Lugho Wa Dakwa Bangil, Dari permasalahan inilah penulis meneliti Pesantren Darul Lugho Wa Dakwah Bangil Pasuruan dan struktur sosial di erah Globalisasi. Karena sangat penting mengungkap apakah Pesantren dengan pendidikan yang agamis, fasilitas bagus bisa sosialis dengan segala&amp;nbsp; struktur lapisan masyarakat bisa nyantri dengan masyarakat ekonomi bawah. Artinya tidak menjadi pesantren profit oriented.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/7</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 2 (2016); 78-104</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 2 (2016); 78-104</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/7/4</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8</identifier>
				<datestamp>2024-01-13T22:48:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROGRAM AMALIYAH TADRISDANKEMAMPUANMENGAJAR BERBAHASA ARAB DI TARBIYATUL MUALLIMIEN AL-ISLAMIYAH PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DESA PAKANDANGAN BARAT KECAMATAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP TAHUN 2015</dc:title>
	<dc:creator>Rahman, Mufiqur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Amaliyah Tadris</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kemampuan Mengajar berbahasa arab</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aim of this researh devided into two kinds. To know The Correlation Between Teaching Practice Program With Teaching Ability Of Practitioner StudentTarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah&amp;nbsp; Boarding School Nurulhuda&amp;nbsp; West Village District Sub District Bluto Regency Sumenep 2015. And to know how The Correlation Between Teaching Practice Program With Teaching Ability Of Practitioner StudentTarbiyatul Muallimien Al-IslamiyahBoarding School Nurulhuda&amp;nbsp; West Village District Sub District Bluto Regency Sumenep 2015.
&amp;nbsp;The remark obtained by this researh indicates that teaching practise program is correlated possitivelly and efectivelly With Teaching Ability Of Practitioner StudentTarbiyatul Muallimien Al-IslamiyahBoarding School Nurulhuda&amp;nbsp; West Village District Sub District Bluto Regency Sumenep&amp;nbsp; 2015. And The Correlation Between Teaching Practice Program With Teaching Ability Of Practitioner StudentTarbiyatul Muallimien Al-IslamiyahBoarding School Nurulhuda&amp;nbsp; West Village District Sub District Bluto Regency Sumenep 2015 is mediun category.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/8</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 2 (2016); 1-30</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 2 (2016); 1-30</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/8/1</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/9</identifier>
				<datestamp>2024-01-13T22:48:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKTUALISASI SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA  DI ERA REFORMASI</dc:title>
	<dc:creator>Aristin, Rini</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aktualisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pancasila</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Reformasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kemajemukan penduduk, budaya, bahasa, dan agama yang beragam. Akan tetapi keberagaman ini terintegrasi dalam satu pemikiran, satu jiwa yang melandasi setiap nilai kehidupan penduduk Indonesia yaitu Pancasila. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila khususnya sila KetuhanannYang Maha Esa (YME) di era sekarang ini menurut penulis pada kenyataannya memang belum sesuai dengan yang diharapkan oleh the founding fathers&amp;nbsp; pada saat merumuskannya. Hal ini dikarenakan dampak negatif dari arus globalisasi yang tak terbendung untuk menguasai Indonesia, akibatnya yang kemudian timbul adalah degradasi moral. Sebagian penduduk Indonesia kehilangan jati diri bahkan tidak mengenal identitas nasional bangsanya (lost generation).
kemajemukan penduduk, budaya, bahasa, dan tentunya juga agama yang beragam. Akan tetapi keberagaman ini terintegrasi dalam satu pemikiran, satu jiwa yang melandasi setiap nilai kehidupan penduduk Indonesia yaitu Pancasila. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di indonesia yang telah dipaparkan tersebut penulis tertarik untuk mengkaji tentang Aktualisasi Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Di Era Reformasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/9</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 2 (2016); 127-152</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 2 (2016); 127-152</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/9/6</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/11</identifier>
				<datestamp>2024-01-13T22:48:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDIDIKAN AKHLAK SEBAGAI MEDIA MENGHILANGKAN BUDAYA CAROK;   PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER</dc:title>
	<dc:creator>Abdullah, Abdullah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karakter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya Carok</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Membincang masyarakat Madura acap kali mengaitkannya dengan budaya caroknya yang biasa dilabelkan atau stigma negatif pada masyarakat Madura. Budaya carok sering kali diidentikkan dengan masyarakat Madura sebagai penggambaran secara umum jati diri komunitas suku dan etnik Madura dalam perilaku dan berinteraksi dalam kehidupan sosial. &amp;nbsp;Disisi lain, dalam konteks keagamaan, masyarakat Madura selalu memegang teguh ajaran Islam dalam pola kehidupan sehari-hari. Walau pun hal itu menyisakan â€œkeraguan,â€ untuk menyebut adanya kontradiksi antara ajaran Islam, sacara substantif dan perilaku sosial serta kultur dalam praktek keberagamaan mereka. Islam sebagai ajaran formal diyakini sebagai pedoman dalam kehidupan individu, suku dan etnik Madura itu ternyata tidak selalu menampakkan keselarasan pada sikap, karkter, dan pola perilaku masyarakat Madura.
Orang Madura sangat menjunjung tinggi akhlak dan agama, Seperti diketahui, karakter manusia meliputi tiga aspek: yaitu aspek jasmaniyah, kejiwaan, dan kerohanian. Karakter ini akan menjadi sesuatu yang sangat urgen bagi kehidupan manusia bila dilandasi dengan dasar agama. Karena itu, pendidikan agama sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang, terutama pendidikan akhlak yang diberikan secara intensif dan berkesinambungan. Pada dasarnya, memiliki karakter yang baik adalah dambaan semua orang. Sebab itu, ia akan dihormati, disegani orang disekitarnya. Maka, pendidikan akhlak berperan penting dalam membentuk karakter sihingga bisa menghilangkan budaya Carok.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/11</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 2 (2016); 51-77</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 2 (2016); 51-77</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/11/3</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/12</identifier>
				<datestamp>2024-01-13T22:48:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FENOMENA TERSIHIRNYA NABI MUH}AMMAD SAW.  DALAM KOLEKSI RIWAYAT IBN MAJAH</dc:title>
	<dc:creator>Mukminin, Moh Amiril</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fenomena</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tersihirnya Nabi Muhammad</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian dan penulisan tentang Fenomena Tersihirnya Nabi Muhammad SAW merupakan suatu pencarian rekam jejak tentang suatu kejadian atau problem ditengah-tengah masyarakat sosial-religion, dimana hal tersebut dianggap mistik, dan sangat banyak yang mempercayainya, dilain sisi ada juga yang tidak percaya, namun hal itu benar-benar terjadi. Di masyarakat muslim, hal tersebut bagian dari fenomena konspirasi kepentigan antara manusia dengan makhluk halus (jin-setan) yang memiliki tendensi negatif untuk melakukan perbuatan jahat. Dari sini, penulis kemudian memeriksa sebagian teks hadis sebagai rekam jejak atau referensi untuk memulai pemetaan ruang kajian, dalam hal ini adalah hadis atau teks ke Islaman, dan ternyata walaupun sedikit yang tertuang dalam teks lama (hadis), hal itu bisa terdeteksi secara jelas dengan adanya crita yang melibatkan sang pembawa pesan Tuhan (Muhammad SAW). Dimana Muhammad sebagai Rasul, pernah mengalami kejadian yang demikian.
Penelitian ini di fokuskan pada satu riwayat teks, yaitu Sunan Ibn Majah untuk memudahkan satu pencarian dalam suatu koleksi cerita. Namun tidak menutup kemungkinan akan adanya penemuan-penemuan teks dari riwayat lain sebagai bahan pertimbangan validasi data, hal ini dikenal dengan korelasi teks, sebagai pengantar untuk melakukan uji teks dan kandungan makna. Penelitian ini tidak berhenti pada sisi teks, akan tetapi penelitian ini juga melibatkan kritik terhadap struktur sanad atau individu periwayat, juga analisis teks melalui korelasi teks dan pen-syarah-an serta metode pemaknaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/12</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 2 (2016); 153-177</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 2 (2016); 153-177</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/12/7</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/13</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:52:58Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LGBT DALAM PERSPEKTIF AGAMA</dc:title>
	<dc:creator>Razak, Suhaimi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Seks</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lgb</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Manusia identik dengan seksulitas, atau seksualitas merupakan kebutuhan biologis yang tak bisa dihindari oleh manusia manapun-selama normal- dan dimanapun dia menjalani hidup. Seksualitas sebagai keniscayaan untuk mempertahankan eksistensi spesies manusia itu sendiri dimuka bumi. Tanpa seksualitas sulitnya kiranya manusia bisa mempertahankan dirinya sebagai khalifatullah di planet bumi.[1]Islam mengakui adanya nafsu birahi seksualitas manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari esensi kemanusiaan. Pemenuhan kebutuhan biologis harus sejalan dengan ketentuan agama, yakni seksualitas hanya dibenarkan bila dilakukan dengan lawan jenis dan melalui mekanisme pernikahan.Dalam era moderen ini Seks dengan sama jenis atau yang kini mashur dengan sebutan lgbt marak terjadi di negara indonesia ini bahkan kini menjadi isu nasional lantas bagaimana islam menanggapinya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/13</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 1 (2016); 50-68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 1 (2016); 50-68</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/13/10</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/14</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:52:58Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MANAJEMEN PEMBIAYAAN SEKOLAH</dc:title>
	<dc:creator>Imron, Moh Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Manajemen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara( UU Sisdiknas, 2003 pasal 1 ayat 1).Pada awalnya pendidikan masih jarang mendapatkan perhatian namun beberapa ahli ekonomi mulai memperhatikan pendidikan,&amp;nbsp; karena a) peranan pendidikan dalam ekonomi nasional dinilai relatif kecil, b) adanya pola pikir yang memandang kemakmuran merupakan sesuatu yang bersifat material dan fisik, dan c) hasil dari riset ekonomi diperoleh bahwa pendidikan merupakan sektor yang paling banyak mengeluarkan biaya pajak yang cukup besar dari pemerintah.Ekonomi dapat dipahami sebagai suatu studi bagaimana orang atau masyarakat memilih dalam menggunakan uang dan sumber lain yang sifatnya terbatas atau langka untuk menghasilkan atau mencapai keinginan yang sifatnya tidak terbatas.Satu hal yang penting terhadap pemikiran baru bahwa pendidikan dianggap sebagai salah satu bentuk investasi (Human Invesment). Dimana konsep ini menyatakan bahwa orang yang memiliki keterampilan tertentu, kebiasaan dan pengetahuan dapat mereka jual dalam bentuk pekerjaan untuk memperoleh upah atau gaji, sehingga dapat diperankan sebagai sumber selama hidup mereka. Lebih jauh&amp;nbsp; â€œhuman capitalâ€ ini dapat dianalogikan sebagai modal fisik karena kedua-duanya digunakan untuk menghasilkan pendapatan tetap bertahun-tahun lamanya.Sekolah sebagai salah satu lembaga yang melakukan kegiatan pendidikan&amp;nbsp; merupakan proses produksi yang menghasilkan lulusan yang bermutu sehingga diperlukan pengelolaan pembiayaan agar mutu dari lulusan dapat bersaing memperoleh kehidupan yang layak ditengah tengah masyarakat. Pengelolaan dana atau biaya pendidikan pada sebuah Lembaga harus mampu meningkatkan mutu lulusan dan mampu bersaing dengan sekolah lainnya dengan berdasarkan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik sesuai dengan bunyi pasal 48 ayat 1 UU Sisdiknas Tahun 2003.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/14</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 1 (2016); 69-93</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 1 (2016); 69-93</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/14/11</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/15</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:52:58Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBERIAN HUKUMAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Fauzi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hukuman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Education is a maturing process of learning a very complex learners systematically through a curriculum that is applied in the educational unit that is useful to explore the potential of students from various facets of the life of society, nation and state. To realize these goals much needed discipline and sense of responsibility in the learning process. Consistency discipline and sense of responsibility in the learning process, then the required method or preventive measures, one such method is the provision of a penalty or punishment in educational units aimed accompany the learning process in order to achieve educational goals that had been expected. We need to know the substance rather than reward and punishment will not be separated in the educational process as well as the essence of good and bad are both always go hand in hand at the wheel of life. Therefore, punishment in the educational process must be in accordance with Islamic education that directs learners to always berakhlaqul karimah able to distinguish between good and bad behavior in daily life both in the school environment and society in general.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/15</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 1 (2016); 29-49</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 1 (2016); 29-49</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/15/9</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/16</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:52:58Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDIDIKAN KARAKTER (Studi Analisis Integratif Komparatif Lintas Negara)</dc:title>
	<dc:creator>yusuf, afandi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Karakter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendidikan akhlak atau yang kini lebih ngetren disebut juga pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting dan harus menjiwai segala bentuk pendidikan. Jika tidak, pendidikan akan hanya menimbulkan madarat di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Mengenai sejak kapan seharusnya anak mendapat pendidikan khususnya pendidikan akhlak atau juga pendidikan karakter, ada beberapa teori. Islam telah mengajarkan pendidikan anak sejak dini, semenjak ia masih dalam kandungan, bahkan pada saat prosesi pembuahan, bahkan lagi ada yang berpendapat jauh hari sebelum kedua orang tuanya menikah. Berbagai isu sosial yang terjadi di tanah air saat ini sepertinya tidak dapat dilepaskan dari peranan pendidikan. Isu mengenai korupsi, kekerasan, penipuan dan yang lainnya, sepertinya sudah begitu merebak hingga memunculkan pemakluman, Pendidikan harus mampu membentuk karakter setiap pribadi siswa/pelajar. Siapa yang tidak mengelus dada melihat pelajar yang tidak punya sopan santun, suka tawuran, bagus nilainya untuk &quot;pelajaran&quot; pornografi, senang narkotika, dan hobi begadang dan kebut-kebutan[1]. Oleh karenan nya pendidikan karakter harus di tanankan sejak dini pada peserta didik khusunya dan juga harus di kembangkan demi mencetak generasi yang berbudi luhur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/16</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 1 (2016); 94-116</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 1 (2016); 94-116</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>Indonesian</dc:language>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/17</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:52:58Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DEMOKRASI PENDIDIKAN ALA SOEKARNO  DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Firdaus, Sukma Umbara Tirta</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Soekarno</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">demokrasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reformasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan pemikiran Soekarno tentang demokrasi pendidikan, dan menemukan implikasinya bagi pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan pendekatan hermeneutik. Sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan metode deskriptif-analitik. Hasil penelitian ini adalah: (1) Pemikiran Soekarno tentang demokrasi pendidikan adalah, bahwa proses pendidikan itu harus dilaksanakan secara demokratis, dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar tanpa dihinggapi perasaan takut dan tertekan, mereka dapat belajar dengan senang, bebas dan penuh keceriaan. Yang ditekankan Soekarno di sini terletak pada bentuk dan proses belajar-mengajarnya, diharapkan dari proses tersebut dapat menumbuhkan sikap peserta didik yang kritis, demokratis, terbuka dan bebas dalam mengemukakan pendapat dan melakukan tindakan. (2) Implikasi dari pemikiran Soekarno tentang demokrasi pendidikan bagi pendidikan Islam adalah, bahwa pendidikan Islam juga harus dilaksanakan secara demokratis. Pola pembelajaran dalam pendidikan Islam yang masih tradisional (konvensional) harus di rubah dengan pola-pola pendidikan yang lebih dinamis dan modern. Pola dogmatis atau pola hubungan finalistis yang menempatkan murid sebagai obyek atau benda pasif dalam pendidikan Islam harus ditinggalkan diganti dengan pola hubungan baru, yaitu pola hubungan kemitraan yang egaliter antara guru dan murid, serta memberikan kebebasan (kemerdekaan) berpikir kepada para murid.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/17</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 1 (2016); 1-28</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 1 (2016); 1-28</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/17/8</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/18</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:52:58Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TRANSFORMASI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING (Studi Kasus di Lembaga Pendidikan Islam al-Munawar Tulungagung)</dc:title>
	<dc:creator>Huda, muh Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Transformasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daya Saing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tantangan persaingan pendidikan yang dihadapi oleh LPI al-Munawar meliputi tantangan dalam delapan standar pendidikan. Tantangan tersebut pada dasarnya merupakan tuntutan bagi LPI al-Munawar supaya meningkatkan kualitasnya dalam delapan standar tersebut. Strategi lembaga pendidikan Islam al-Munawar dalam menghadapi tantangan persaingan pendidikan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang tepat, terarah dan transfaran. Disamping itu, pelaksanaannya memakai strategi normative re educative.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/18</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 1 (2016); 117-138</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 1 (2016); 117-138</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/18/13</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/19</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:52:58Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAYAAN MITOS DALAM FILM HOROR INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Nur, Achmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mitos</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Horor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini mengkaji film Indonesia genre horor dengan tiga judul film yang terdiri dari simanis jembatan ancol, beranak dalam kubur, malam satu suro. Ketertarikan akademik yang mengawali tulisan ini adalah terciptanyanya mitos dalam masyarakat jawa tentang bangkitnya arwah&amp;nbsp; bergentayangan yang meneror bahkan mengancam keselamatan masyarakat. Pertanyaan yang akan dijawab dalam tulisan ini adalah bagaimana citra suatu mitos ditampilkan dan bagaimana budaya direpresentasikan dalam narasi film. Untuk menjawab pertanyaan tersebut akan digunakanstrukturalisme Claud Levi-Strauss yang menekankan pada pelacakan struktur dalam film dan cultural studies dengan konsep representasi Stuart Hall yang menekankan pada pencarian makna dibalik struktur.&amp;nbsp; Setelah dilakukan analisis, tampak dalam narasi film suatu pemantapan mitos mitos tentang arwah sebagai representasi budaya jawa yang menganut paham animisme dan dinamisme. Dialtar lain, film horor sebagaimana tiga judul dalam tulisan ini, menunjukkan bahwa perbuatan jelek yang dilakukan&amp;nbsp; akan berdampak jelek pada dirinya. Secara historis religius fenomena tersebut bertentangan dengan agama Islam, Namun secara sosiologis memiliki makna self evaluation dalam menentukan sikap dan prilaku, sebagaimana terjadi pada awal masuknya islam di tanah jawa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/19</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 1 (2016); 139-169</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 1 (2016); 139-169</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/19/14</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/20</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:52:58Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MODEL KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DAN PERMASALAHANNYA</dc:title>
	<dc:creator>wahed, abd</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepemimpinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepala Madrasah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam dinamika dunia pendidikan madrasah,&amp;nbsp; kepemimpinan kepala madrasah sangat berperan dan berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan madrasah. Kepala madrasah harus memiliki kompetensi yang mendukung&amp;nbsp; tugas dan fungsinya dalam menjalankan proses persekolahan. Berdasarkan penelitian ini, peneliti tertarik mengangkat Artikel madrasah tentang â€œModel Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Permasalahannyaâ€.Salah satu model kerja &amp;nbsp;kepemimpinan kepala madrasah yang ideal adalah&amp;nbsp; demokratis dengan menggunakan 10&amp;nbsp; prinsip pokok, yaitu: kepala madrasah sebagai menejer, pemimpin, wirausahawan, pencipta iklim kerja, pendidik, pembina ketatausahaan, penyedia, media penghubung, agen perubahan dan hubungan. Permasalahan kepemimpinan yang dihadapi kepala madrasah adalah terdiri dari beberapa aspek bidang garapan, yaitu kurikulum, kesiswaan, serta sarana dan prasarana. Solusi mengatasi permasalahan tersebut menempuh enam langkah, yaitu identifikasi dan memilih masalah, analisis masalah, membangkitkan solusi potensial, memilih dan merencanakan solusi, menerapakan solusi, dan mengevaluasi solusi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/20</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 1 No. 1 (2016); 170-201</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 1 No 1 (2016); 170-201</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/20/15</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/21</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:50:13Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS HISTORIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM  KEMENTERIAN AGAMA RI MASA KH.A.WAHID HASYIM</dc:title>
	<dc:creator>Rusydiyah, Evi Fatimatur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KH.A.Wahid Hasyim</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kebijakan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lingkup pembahasan tulisan ini pada kebijakan pendidikan Islam di Indonesia, baik konsep ataupun praksis. Sebagai fondasi, maka penulis meninjau pemikiran dan kebijakan KH.A.Wahid Hasyim ketika menjadi Menteri Agama. Politik pendidikan Islam dalam pandangan Kiai Wahid ini akan disandingankan dengan kajian historis, mulai zaman kolonial, kemerdekaan dan revolusi, orde baru hingga reformasi.
Dalam konteks sejarah, terdapat perubahan sistem pemerintahan di Indonesia - yang berimplikasi terhadap dinamika pendidikan Islam. Perubahan pemerintahan, pemimpin, sistem akan diiringi perubahan dalam pengambilan kebijakan. Kemudian dalam kurun waktu yang sangat panjang, kita ketahui bahwa pada masa revolusi mulai diberikan arah yang jelas mengenai pendidikan Islam. Ini terbukti dengan pemerintah membentuk Departemen Agama sebagai wadah untuk mereformulasi kebijakan dan penentu arah juang misi ajaran Islam. Dalam perkembangan berbangsa dan bernegara, politik sebagai kebijakan telah melahirkan pembaharuan dalam dunia pendidikan Islam.
Core idea yang dapat penulis jabarkan adalah kebijakan tentang politik pendidikan Islam pada masa KH.A.Wahid Hasyim sebagai tokoh pendidikan sekaligus Menteri Agama yakni diterapkannya konsep modern dengan desain kurikulum baru di lembaga pendidikan Islam (seperti pesantren dan madrasah). Selanjutnya Kiai Wahid menghilangkan dikotomi dalam dunia pendidikan, sehingga terjadi sitesa dan integrasi antara pendidikan Islam dengan pendidikan umum. Untuk mengembangkan konsep ini, maka dikeluarkan beberapa kebijakan, yang di antaranya adalah penggunaan bahasa Indonesia di madrasah dan berdirinya IAIN Jakarta sebagai wadah pengembangan kelimuan yang terintegrasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/21</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 1 (2017); 1-31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 1 (2017); 1-31</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/21/16</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/22</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:50:13Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GENEALOGI PERAN KAUM SANTRI DALAM SKETSA POLITIK NASIONAL</dc:title>
	<dc:creator>AR, Zaini Tamin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Santri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pesantren</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Politik Nasional</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini menarasikan tentang peran kaum santri dan pesantren yang sampai saat ini membuktikan keberhasilannya menjawab tantangan zaman. Kemampuan adaptatif pesantren atas perkembangan zaman memperkuat eksistensinya sekaligus memberikan kontribusi yakni, mensinergikan intelektual, emosional, dan spiritual, yang dapat membentuk kepribadian; sebuah faktor penting dalam&amp;nbsp; integritas kepemimpinan. Di sisi lain, pesantren memiliki kemampuan untuk melangkah keluar dari budaya yang ada dan memulai proses perubahan evolusioner yang lebih adaptif. Sementara, lingkup pembahasan tulisan adalah relasi pesantren dan kepemimpinan dan peran kaum santri terhadap dunia politik Nasional.
Pesantren dapat mendidiksantri yang tak hanya mempunyai integritas keilmuan yang memadai tapi juga integritas moral dan etika, yang akan menjadi faktor penting ketika seorang santri kembali ke lingkungan sosialnya.Santri dan pesantren dari masa ke masa telah memberi kontribusi konkrit dalam perjalanan sejarah Republik ini, tak terkecuali dalam sosial politik. Perjuangan melawan penjajah, pembentukan NKRI, hingga terdistribusinya kaum santri dalam posisi politis di Indonesia.Kontribusikaum santri dan pesantren yang demikian menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia dan masih tetap eksis hingga kini, tetapi juga merupakan entitas sosial yang memiliki pengaruh cukup kuat - sekaligus unik - dalam kehidupan sosial politik di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/22</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 1 (2017); 32-59</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 1 (2017); 32-59</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/22/22</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/23</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:50:13Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERPADU DI SEKOLAH</dc:title>
	<dc:creator>Hasan, Moch Syaâ€™roni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengembangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kurikulum PAI</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Model PengembanganKurikulum ini mendeskripsikan secara terperinci tentang komponen yang harus ada pada setiap kurikulum yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran. Wacana tersebut menyebutkan bahwa dalam kurikulum itu terdapat beberapa komponen, diantaranya adalah tujuan kurikulum, bahan ajar atau materi atau isi dari kurikulum tersebut, strategi mengajar atau metode mengajar, media mengajar dan evaluasi pengajaran serta penyempurnaan pengajaran. Ada lima model pengembangan kurikulum PAI: Model Pengembangan Kurikulum melalui Pendekatan Subjek Akademis, Model Pengembangan Kurikulum Melalui Pendekatan Humanistik, Model Pengembangan Kurikulum Melalui Pendekatan Teknologi, Model Pengembangan Kurikulum Melalui pendekatan Rekonstruksi Sosial, Model Ekletik Sebagai Alternatif Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/23</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 1 (2017); 60-87</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 1 (2017); 60-87</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/23/17</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/24</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:50:13Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF KITAB AYYUHAL WALAD; KONSTRUKSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI</dc:title>
	<dc:creator>Khaliq, Abd</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan karakter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Imam al-Ghazali</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kitab Ayyuhal Walad</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">editor</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/24</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 1 (2017); 88-112</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 1 (2017); 88-112</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/24/18</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/25</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:50:13Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DIMENSI SOSIOKULTURAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM; ANALISIS KONSEP</dc:title>
	<dc:creator>motasim, motasim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sosiokultural</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsepsi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini adalah studi pustaka untuk menjawab suatu masalah mengenai bagaimana dimensi sosiokultural pendidikan Islam. Penelitian menyimpulkan bahwa Pendidikan Agma Islam menekankan pada pentingnya interaksi sosial bagi perkembangan belajar seseorang, pengembangnnya terjadi di lingkungan di mana individu tersebut berada, dan akan berlangsung seumur hidup seiring dengan perubahan-perubahan yang ada di lingkungannya tersebut sehingga akan membentuk kepribadian dan pola pikir seseorang. Pendidikan Islam memandang bahwa interaksi sosial hanya merupakan sebagian dari pendekatan-pendekatan yang haus diperhatikan dalam proses pembelajaran, lebih dari itu pendidikan Islam mengutamakan pembinaan semangat dan sikap keagamaan, yaitu berusaha mengembangkan semua daya dan aspek yang ada pada manusia demi tercapainya tujuan akhir pendidikan yaitu membentuk manusia seutuhnya (insan kamil). Pendidikan Islam dalam proses pembelajaran memandang bahwa interaksi sosial dan budaya merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran, karena hal itu dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian dan pola pikir individu dalam proses pembelajaran. Pendidikan Islam menekankan pada keseimbangan antara duniwi dan ukhrawi, artinya disamping memperhatikan subjek-subjek kebudayaan, latihan-latihan praktis dan pemikiran, pendidikan Islam mengutamakan pembinaan semangat dan sikap keagamaan, dan proses pengembangan kependidikannya ada tujuan akhirnya yaitu penghambaan diri kepada Allah, yakni sebagai insan kamil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/25</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 1 (2017); 113-139</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 1 (2017); 113-139</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/25/19</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/26</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:50:13Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDEKATAN SAINTIFIK PEMBELAJARAN PAI PERSPEKTIF JEAN PEAGET</dc:title>
	<dc:creator>Ridhoi, Moh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendekatan Saintifik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembelajaran PAI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jean Peaget</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam berbagai pandangan para ahli, pembelajaran yang berlangsung saat ini terkesan masih lebih banyak dipersipakan untuk ujian semata, sehingga dalam prosesnya sering terlihat, peserta didik lebih banyak diberi tahu oleh gurunya bukan mencari tahu sendiri. Pembelajaran seperti ini terjadi baik di sekolah maupun di madrasah. Pendidikan Agama Islam (PAI) sendiripun masih belum bisa mengembangkan potensi afektif dan psikomotorik siswa secara maksimal, karena pembelajarn PAI lebih banyak berkutat pada kisaran kognitif. Pendidikan agama masih dilihat dari dimensi ritual saja dan jauh dari pengayaan spiritual, etik dan moral sehingga peserta didik secara verbal dapat memahami ajaran Islam serta terampil melaksanakannya, akan tetapi kurang menghayati kedalaman maknanya.
Dalam proses pembelajaran PAI di sekolah, juga masih terpaku pada model konvensional yang lebih menekankan pada ceramah yang monolog dan doktrinatif. Praktek-praktek di atas menjadikan pembelajaran yang berlangsung seperti tidak bermakna, tidak mendidik dan tidak menjadikan siswa/siswi aktif, kreatif dan inovatif sesuai dengan harapan.
Solusi hal ini antara lain, perlunya alternatif dan strategi baru seperti pembelajaran dengan pendekatan contextual teaching learning, inquiry, problem solving dan active learning diterapkan. Dengan demikian, peserta didik dibiarkan melakukan perambahan intelektual sendiri, sehingga menemukan dalam dirinya kedewasaan dalam beragama, baik dalam hal afeksi religiusnya maupun dimensi intelektualnya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/26</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 1 (2017); 140-164</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 1 (2017); 140-164</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/26/20</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/27</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:50:13Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">METODE PERMAINAN (ACTIVE LEARNING) DENGAN  PENDEKATAN MODUL PROGRAM AFLATOUN</dc:title>
	<dc:creator>Sayyi, Ach</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode Permainan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Modul Program Aflatoun</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bagi anak-anak, bermain adalah dunianya. mereka melakukan dari hal yang paling kecil dan paling mudah sekehendak hatinya. Sewaktu sibuk bermain seorang anak tanpa sadar akan memperlihatkan gejolak perasaannya. Seperti, perasaan cinta, benci, dan ambisi. Dari bermain pula akan terlihat dan nampak bentuk kepribadian anak, suasana kejiwaan dan kondisi ruhaniyahnya. Seperti, ketegaran jiwa, sikap sentimen, dan segala kemampuan yang tersembunyi. Permainan yang dilakukan oleh anak dapat dijadikan sarana pembinaan dan bimbingan bagi anak itu sendiri agar melangkah dijalan yang benar.
Aflatoun adalah sebuah program pendidikan sosial dan finansial yang menawarkan pola pendidikan dengan pendekatan permainan yang menyenangkan sehingga kelas menjadi hidup dan siswa aktif melakukan kegiatan proses pembelajaran dengan baik. Apa saja bentuk permainan yang ada dalam program yang ditawarkan oleh program ini dan apakah metode permainan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/27</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 1 (2017); 165-189</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 1 (2017); 165-189</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/27/21</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/28</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:49:31Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK TIPE ASSISTED LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWADI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 BIRINGKANAYA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator>Fatimah, Ana Cahayani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model Pembelajaran Konstruktivistik Tipe Assisted Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Akidah Akhlak</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Motivasi Belajar Siswa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan mengkaji Bentuk dan Efektivitas penerapan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learning dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Biringkanaya Makassar.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan jenis kolaboratif. Tahap penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yaitu berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik-Â­teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi; (2) wawancara; (3) dokumentasi dan (4) tes hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dikemukakan bahwa penerapan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learning dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa di Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Biringkanaya Makassar dapat meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak siswa. Dari data di lapangan, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan menggukan model pembelajaran konstruktivistik tipe assisted learningyang semula nilai rata-rata pra siklus 68,15% meningkat menjadi 69,60 atau meningkat sekitar 1,45% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 78,15 atau sekitar 8,55%. Dan pada Siklus III lebih meningkat lagi Menjadi 88,15% atau sekitar 10%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pembelajar konstruktivistik tipe assisted learning sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar akidah akhlak peserta didik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/28</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 2 (2017); 1-24</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 2 (2017); 1-24</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/28/23</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/29</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:49:31Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MADRASAH SEBAGAI BENTUK TRANSFORMASI  PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Syarifuddin, Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Madrasah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kurikulum Pendidikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Madrasah pada mulanya merupakan perkembangan dari institusi pendidikan Islam di masjiddan pesantren. Selanjutnya, perkembangan madrasah mengikuti zamannya dan tidak sepenuhnya merupakan kelanjutan lembaga pendidikantradisional yang sudah ada sebelumnya. Artikel ini merupakan analisis historis yang memaparkan proses kelahiran dan perkembangan madrasah (pendidikan agama Islam) sebelum dan pasca kemerdekaan, era SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Menteri, serta struktur kurikulum dari madrasah di Indonesia dari masa ke masa. Temuan penelitian ini adalah pada dasarnya sistem pendidikan dan pengajaran di madrasah merupakan perpaduan antara sistem yang berlaku di pondok pesantren dengan sistem yang berlaku di sekolah-sekolah modern. Untuk mengenai pembinaan dan pengembangan madrasah tetap dilaksanakan semenjak munculnya istilah madrasah sampai lahirnya SKB 3 Menteri, di mana madrasah dipersamakan dengan sekolah umum, yang dalam hal ini adalah sekolah negeri umum yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang sederajat. Dan demikian jelasnya bahwa pemerintah tetap memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan madrasah di Indonesia. Dalam hal pengembangan kurikulum madrasah sama dengan prosedur pengembangan kurikulum berbasis sekolah, mengingat term madrasah dengan sekolah memiliki substansi yang sama, yaitu keduanya merupakan lembaga pendidikan formal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/29</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 2 (2017); 25-54</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 2 (2017); 25-54</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/29/24</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/30</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:49:31Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL REMAJA;  PENDEKATAN BEHAVIORISME</dc:title>
	<dc:creator>Husni, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Layanan Konseling Individual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kenakalan Remaja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PendekatanBehaviorisme</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini menguraikan tentang layanan konseling individual terhadap siswa yang bermasalah dan&amp;nbsp; perubahan positif yang akan terjadi pada siswa setelah mendapatkan layanan konseling individual.Konseling individual dilakukan dengan pertemuan antara konselor dengan seorang klien secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberi bantuan untuk mengembangkan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi permasalahan yang sedang dihadapi.Analisis dilakukan dengan mengkombinasikan konseling individual dengan penanganan kasus kenakalan remaja. Dalam pengamatan yang penulis lakukan, menghasilkan beberapa temuan di antaranya: kenakalan remaja merupakan konflik dalam proses psikologis dan sosial dalam perkembangan remaja. Sebagai langkah efektif, konseling individual dengan pendekatan behaviorisme penting untuk dilakukan. Konseling inibertujuan untuk mengubah perilaku remaja yang salah dalam penyesuaian dengan cara-cara memperkuat perilaku yang diharapkan dan meniadakan perilaku yang tidak diharapkan serta membantu menemukan cara-cara berperilaku yang tepat. Dalam proses konseling ini, tugas dari Guru BK/Konselor adalah melakukan pendekatan secara intensif. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui permasalahan seperti apa yang sedang dihadapi dan nantinya dapat ditemukan solusinya. Tidak cukup hanya sebatas penyelesaian masalah, guru BK/Konselor juga harus terus memantau perkembangan anak setelah terselesaikannya permasalahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/30</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 2 (2017); 55-78</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 2 (2017); 55-78</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/30/25</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/31</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:49:31Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMALISASI PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH</dc:title>
	<dc:creator>wahed, abd</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Wajib Belajar Pendidikan Dasar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pondok Pesantren Salafiyah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sejak era reformasi,pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dibidang pendidikan yaitu program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah sebagai jalur alternatif. Namun, dalamprosesnya mengalami berbagai persoalan sebagai sebuah dinamika. Selama ini, dapat diketahui bahwa efektivitas pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah dapat dikategorikan belum begitu efektif. Oleh sebab itu, program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah perlu perencanaan yang baik, pelaksanaan yang optimal dan evaluasi yang benar dengan disertai manajemen integral yang koordinatif. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah. Di sisi lain, penelitian pustaka ini dapat dijadikan sebagai kerangka konseptual dan kajian epistemologis untuk pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar, terutama di pondok pesantren salafiyah. Dari penelitian ini, ditemukan bahwadalam mengoptimalkan program wajib belajar belajar pendidikan dasar dipondok pesantren salafiyah secara umum dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu: pertama, dalam tataran pelaksanaannya yang menyangkut sasaran atau objek materil, kurikulum dan sistem evaluasinya. Kedua, hal yang menjadi penghambat, antara lain: jenjang, prosedur penyelenggaraan dan proses belajar mengajarnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/31</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 2 (2017); 79-103</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 2 (2017); 79-103</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/31/26</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/32</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:49:31Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PLURALISME DANMULTIKULTURALISME DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI; KAJIAN PARADIGMATIK</dc:title>
	<dc:creator>Rozi, Mohammad Fahrur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pluralisme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Multikulturalisme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masyarakat Madani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk (pluralistic society) suku bangsa, bahasa,adat istiadat dan agama. Oleh karena itu, pluralisme dan multikulturalisme dapat memberikan implikasi bahwa setiap individu merasa dihargai sekaligus merasa bertanggung jawab untuk hidup bersama dalam komunitasnya. Realitas yang tidak dapat dipungkiri adalah keragaman yang lahir dari suku, budaya, bahasa dan agama yang terus dipaksakan dalam pemahaman yang tidak sejalan, golongan minoritas dan mayoritas, strata ekonomi dan sosial yang berbeda pandangan (point of view) sebagai masalah dan mengandung potensi konflik. Oleh karena itu, agar pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia berjalan dengan baik, maka masyarakat Indonesia harus mengembangkan nilai-nilai multikultularisme baik dalam suku, agama, bahasa dan agama. Apabila pluralisme dan multikulturalisme dapat diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari,makanegara Indonesia akan menjadi masayarakat madani dan lahir sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/32</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 2 (2017); 104-127</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 2 (2017); 104-127</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/32/27</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/33</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:49:31Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">URGENSI PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  DALAM MEMBANGUN KELUARGA ISLAMI DI KELURAHAN BAJI PAâ€™MAI KECAMATAN MAROS BARU KABUPATEN MAROS</dc:title>
	<dc:creator>Palili, Sampara</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Materi Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keluarga Islami</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini berkenaan dengan pendidikan agama Islam sebagai salah satu aspek penting dalam membangun keluaga islami di Kelurahan Baji Paâ€™mai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Pokok permasalahan penelitian lapangan ini adalah urgensi pemahaman materi pendidikan Agama Islam terhadap anggota keluarga dalam upaya membangun keluarga islami di Kelurahan Baji Paâ€™mai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Hasil penelitian mengungkap urgensi pemahaman materi pendidikan Agama Islam terhadap anggota keluarga dalam upaya membangun keluarga islami di Kelurahan Baji Paâ€™mai adalah pemahaman materi Pendidikan Agama Islam melalui pendidikan formal maupun non formal.Salah satu usaha yang harus ditempuh adalah dengan memperdalam pengetahuan tentang Islam melalui jalan pendidikan Islam, karena pendidikan Islam baik formal maupun non formal adalah satu-satunya jalan yang akan memberikan pemahaman kepada anggota keluarga, bagaimana cara membangun keluarga islami. Adapun faktor-faktor yang menghambat dan mendukung upaya keluarga memahami materi pendidikan Islam dalam membangun keluarga islami adalah faktor internal dan eksternal, di antaranya besarnya keinginan masyarakat membangun keluarganya terlihat dari tingginya partisifasi masyarakat mengikuti kegiatan pengajian dan pelatihan-pelatihan yang diadakan pemerintah setempat. Adapun beberapa faktor penghambat adalah minimnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan pengajian dan pelatihan yang ada di kelurahan Baji Paâ€™mai Kecamatan Maros Baru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/33</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 2 (2017); 128-151</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 2 (2017); 128-151</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/33/28</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/34</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:49:31Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP  PERKEMBANGANPSIKOLOGIS ANAK</dc:title>
	<dc:creator>Azizah, Rina Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perceraian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Psikologi Anak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam keluarga dibutuhkan suasana hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak karena kerukunan di dalam rumah tangga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangan dan pendidikan anak. Namun pada kenyataannya sudah menjadi kodrat manusia bahwa kebahagiaan, kesengsaraan, penderitaan, suka, duka, kerukunan, keharmonisan dan perselisihan merupakan peristiwa yang selalu dating silih berganti dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak perceraian terhadap perkembangan psikologis anak. Dengan jenis penelitian kajian pustaka, penulis memaparkan bahwa merupakan bukan akhir dari hubungan suami istri, namun orang tua yang telah bercerai harus tetap memikirkan perkembangan dan pendidikan anak selanjutnya karena perceraian tidak hanya berdampak pada suami istri namun dampak terbesar adalah perkembangan psikologis anak. Temuan penelitian ini adalah bahwa perceraian mempunyai dampak negatif terhadap perkembangan psikologi anak, karena pada umumnya perkembangan psikologi anak yang orang tuanya bercerai sangat terganggu, selain itu faktor negatif dampak dari perceraian adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Keutuhan rumah tangga dibutuhkan dalam membantu perkembangan psikologi dan pendidikan anak. Kurangnya perhatian dan kasih sayang bagi anak terhadap perceraian orang tua anak menimbulkan perasaan cemas, bingung, resah, malu dan sedih. Terlebih bagi anak usia remaja, maka anak akan mengalami gangguan emosional dan akan lari pada kenakalan remaja dan narkoba.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/34</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 2 No. 2 (2017); 152-172</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 2 No 2 (2017); 152-172</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/34/29</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/35</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:48:50Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI MEWUJUDKAN SEKOLAH DAN  MADRASAH UNGGULAN DI ERA GLOBAL</dc:title>
	<dc:creator>wahed, abd</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Madrasah Unggulan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Manajemen Pendidikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel ini bertujuan untuk mengetahui cluster sekolah dan madrasah yang ideal bagi pengelola pendidikan yang terdiri dari 4 hal, yaitu: model, favorit, maju, dan unggulan. Namun untuk mewujudkannya bukan hal yang mudah dan biayanya tidak murah. Dalam artikel ini, penulis mencoba memberikan sedikit gambaran tentang solusi aplikasi praktis guna mewujudkan sekolah dan madrasah unggulan. Fokus artikel ini pada tipe unggulan. Penulis ingin menggabungkan sekolah dan madrasah karena merupakan kebutuhan mendasar. Untuk mewujudkan, mendirikan, dan menciptakan sekolah dan madrasah unggulan setidaknya ada 4 langkah sederhana, praktis, dan deskriptif, yaitu dengan metode atau langkah Four Mim(4M). Four Mim ini mencakup memperbaiki manajemen, manajemen sumber daya manusia, manajemen kurikulum, dan manajemen kesiswaan. Selain itu, ada empat pilar strategis fundamentalis dalam menggali potensi sekolah dan madrasah unggulan, yaitu: 1) membangkitkan motivasi. Motivasi merupakan fondasi dari segala hal yang ingin dicapai, 2) membaca peluang, 3) keterampilan manajemen waktu, dan 4) Tekun dan ulet. Tiga point kegiatan dalam meraih prestasi akademik murid sekolah dan madrasah unggulan meliputi:1) penegakan disiplin, 2) paket kegiatan khusus murid dan budaya sekolah, dan 3) tim khusus.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/35</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 1 (2018); 1-28</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 1 (2018); 1-28</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/35/30</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/36</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:48:50Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemikiran Tafsir Ilmi Karya Ahmad Baiquni</dc:title>
	<dc:creator>hamiyetun, nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tafsir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Al-Quran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Qur’an is full of reflections on the Heavens. In the preceding chapter on the creation, we saw how the plurality of the Heavens and Earths was referred to, as well as what the Qur’an calls an intermediary creation ‘between the Heavens and the Earth’: modern science has verified the latter. The verses revering to the creation already containa broad idea of what is to be found in the heavens, i.e. of everything outside the earth.[1]
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/36</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 1 (2018); 29-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 1 (2018); 29-41</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/36/31</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/40</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:48:50Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN ANTARA PENGENDALIAN DIRI DAN RELIGIUSITAS DENGAN  PERILAKU SEKS BEBAS REMAJA</dc:title>
	<dc:creator>Afandi, Idris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">self control</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">religiusity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">behavioral offree sex</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Relation between selfcontrol and Religiusity with Behavior of Adolescent Free Sex in SMPN 1 Klampis, District of Klampis Sub-Province of Bangkalan 
Purpose of this research is to know relation between and selfcontrol of religiusity with behavior of adolescent free seks. This research is studied in corelational quantitative. Research Subyek are the students of SMPN 1 Klampis class of VIII Pre-Eminent and Reguler with amount 100 adolescent early consisting of 54 men&amp;nbsp; and 46 women with age about 12-15 years.
Researcher developes three researches measuring instrument that is selfcontrol scale, Scale of religiusitas behavioral scale and adolescent free sex.
Result of analysis of regretion&amp;nbsp; express relation which is significant between selfcontroland religiusity with behavior of adolescent free sex.
Result of from three the variable indicate that there are relations between selfcontrol and religiusity with free sex. With coefficient of determinasi ( R Square) equal to 0.207 or 20,7% both the variable influence free sexs and 79,3% influenced by variable which the others. To both of tables is obtained by effective contribution equal to 0. 125 or 12,5 % variable of religiusity influence free sex. While result of selfcontrol of free sex obtained negative relations between selfcontrol with free sex. With correlation coefficient equal to its 0,37,3 meaning of selfcontrol variable enough weaken to predict variable of free sex. At tables of measure association are&amp;nbsp; obtained by effective contribution equal to 0.13,9 or 13,9% selfcontrol variable influence behavior of students free sex.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/40</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 1 (2018); 42-65</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 1 (2018); 42-65</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/40/35</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/41</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:48:50Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN SURAH AL-AHZAB AYAT 59: Studi Komparatif Tafsir Al Misbah dan Tafsir – Tafsir Terdahulu</dc:title>
	<dc:creator>Toyyib, Moh</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 59</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tafsir Al-Misbah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tafsir – tafsir Terdahulu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jurnal ini secara umum bertujuan untuk mengetahui penjelasan apa yang terkandungdalam surat al-Ahzab ayat 59. Secara lebih rinci tulisan ini menjelaskan pertama, mengetahui penjelasan surat al-Ahzab ayat 59dalam tafsir Al Misbah . Kedua, mengetahui penjelasan surat al-Ahzab ayat 59dalam tafsir-tafsir terdahulu yang sudah di jadikan rujukan oleh mufassirin setelahnya seperti tafsir Ath-Thobari, Ibnu Katsir dan Al-Qurtubi. Ketiga, menjelaskan penyebab perbedaan penafsiran surat al-Ahzab ayat 59&amp;nbsp; antara M. Quraish Shihab (pengarang tafsir Al Misbah) dan pengarang-pengarang tafsir terdahulu. Jurnal ini merupakan hasilkajian library research yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan penafsiran surat al-Ahzab ayat 59menurut M. Quraish Shihabdan pengarang-pengarang tafsir terdahuludengan metode penafsiran muqarrin atau metode komparatif. IbnuKatsir, Ath-Thobari dan Al-Qurtubi cenderung mengatakan bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya serta yang boleh di tampakkan hanya satu pandangannya saja.Sementara, M. Quraish Shihab tidak cenderung mendukung pendapatyang mewajibkan wanita menutup seluruh badannya atas dasar bahwaseluruh tubuh wanita adalah aurat dan beliau cenderung mengatakan wanita yang penting memakai pakaian yang bisa dikatakan terhormat dalam adat istiadat di tempatnya. Ini bukan saja karena lemahnyaalasan-alasan yang mereka kemukakan, tetapi juga dengan tampilseperti yang mereka wajibkan berarti gugurlah fungsi hiasan atau keindahan dalam berpakaian, padahal al-Quran sendiri menyebutkanbahwa salah satu fungsi pakaian adalah hiasan. Adapun penyebabperbedaan para ulama dalam surat al-Ahzab ayat 59 adalah penafsiranmereka terhadap kata jalabibihinna dalam surat al-Ahzab ayat 59 dan dari penjelasan surat al-Nur ayat 31 yang mempunyai pembahasan senada dengansurat al-Ahzab ayat 59 yakni tentang kewajiban muslimah untuk berjilbab untuk menutup auratnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/41</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 1 (2018); 66-93</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 1 (2018); 66-93</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/41/36</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/42</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:48:50Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN AKHLAK SISWA: Studi Kasus SMK PGRI Pandaan Pasuruan</dc:title>
	<dc:creator>Rosif, Rosif</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Akhlak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam tulisan ini penulis meneliti tentang keberagaman di Indonesia, perilaku toleransi yang diajarkan dalam Islam, factor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana usaha sekolah dalam menginternalisasi akhlak dalam Pendidikan Agama Islam.Pelaksanaan pengajaran pendidikan agama Islam di SMK PGRI Pandaan ternyata sangat sederhana yakni menggunakan metode-metode yang lazim digunakan pada materi pelajaran pendidikan lainnya, seperti ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab dan drill.Sementara waktu yang&amp;nbsp; dialokasikan&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; materi&amp;nbsp; pendidikan&amp;nbsp; agama&amp;nbsp; Islam&amp;nbsp; sebanyak 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) setiap minggunya. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa &quot;tidak ada hubungan positif atau signifikan antara pendidikan agama Islam dengan akhlak siswa di SMK PGRI Pandaan&quot;.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/42</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 1 (2018); 94-109</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 1 (2018); 94-109</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/42/37</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/45</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:48:50Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MEMAHAMI KONSEP PEMIKIRAN MIND MAP TONY BUZAN (1970) DALAM REALITAS KEHIDUPAN BELAJAR ANAK</dc:title>
	<dc:creator>Husni, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsep Mind Map</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tony Buzan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Realitas Kehidupan Belajar Anak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mind Map yang merupakan alat berfikir dan&amp;nbsp; teknik pencatatan&amp;nbsp; efektif yang sesuai dengan sistem kerja otak, dilihat dari segi metode dalam pembelajaran dalam usaha mengoptimalkan penggunaan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik.Tony Buzan, bahwa otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Mind Map digunakan untuk menvisualisasikan, mengklasifikasikan ide dan menjadi alat bantu untuk belajar, mengorganisasikan informasi, memecahkan masalah, membuat keputusan dan juga membuat catatan yang baik. Mind Map merupakan sebuah cara berfikir dengan menggunakan keseluruhan bagian otak kanan dan juga otak kiri yang melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, sehingga memunculkan kreativitas baruMind Map sebagai bagian dari metode Inkonvensional dikatakan demikian karena Mind Map merupakan formula yang baru dan masih belum lazim digunakan dalam pembelajaran</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/45</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 1 (2018); 110-126</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 1 (2018); 110-126</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/45/38</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/52</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:47:17Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IJTIHAD DAN MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD ABDUH</dc:title>
	<dc:creator>rohmaturrosyidah, siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ijtihad</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Modernisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Muhammad Abduh</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh pembaru (mujaddid) dunia Islam pada abad modern, tepatnya di sekitar abad ke-19. Kegelisahan yang dirasakan oleh Muhammad Abduh tentang kemunduran umat Islam saat itu menjadikannya tergerak dan bersemangat untuk melakukan gebrakan dan agenda besar dalam membangkitkan kembali semangat dan kejayaan umat Islam. Salah satu yang dilakukan oleh Muhammad Abduh adalah melalui modernisasi atau pembaruan sistem pendidikan Islam yang dipandang sebagai langkah dan upaya paling efektif dalam melakukan perubahan terhadap kondisi umat Islam pada masa itu. Artikel ini berusaha mengurai beberapa usaha dan ijtihad Muhammad Abduh dalam upaya modernisasi dan pembaruan sistem pendidikan Islam. Dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), pembahasan dalam artikel ini difokuskan untuk menjawab tiga hal, yaitu: faktor-faktor yang melatarbelakangi pemikiran dan ijtihad Muhammad Abduh; 2) ijtihad dan modernisasi yang dilakukan Muhammad Abduh dalam Pendidikan Islam; dan 3) rekonstruksi ijtihad dan modernisasi pendidikan Islam Muhammad Abduh bagi pendidikan Islam di Indonesia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/52</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 2 (2018); 1-20</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 2 (2018); 1-20</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/52/42</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/53</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:47:17Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM ISLAM NUSANTARA: Kajian Pedagogis atas Narasi Islam Nusantara Nahdhatul Ulama</dc:title>
	<dc:creator>Hariyani, Yunita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nilai pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">multicultural</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">islam nusantara</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bertujuan untuk menembus&amp;nbsp; dan menghancurkan fanatisme sektarianisme sebagai makhluk yang meninggalkan masa keemasan dan kejayaan Islam nusantara. Metode yang digunakan library research (riset kepustakaan). Pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan analisa data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama dan budaya tidak bertentangan satu dengan yang lainnya dan tidak menjadi sumber perpecahan dalam masyarakat. Sehingga Pendidikan Islam Multikultural akan sangat urgen untuk menghadirkan fleksibelitas dan keterbukaan antar ummat beragamaa dalam keberamagaman nusantara.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/53</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 2 (2018); 21-38</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 2 (2018); 21-38</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/53/43</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/55</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:47:17Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERUBAHAN DAN PENGEMABANGAN  BUDAYA ORGANISASI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN</dc:title>
	<dc:creator>Halil, Hermanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Organisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">leader dan empowerment</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Budaya organisasi merupakan sala satu faktor yang sangat penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu organisasi.Untuk itu, peran pemimpin dalam upaya membentuk dan membangun budaya organisasi yang kondusif bagi pencapaian tujuan organisasi sangatlah menentukan. Peran leader tersebut menjadi penting dalam proses pemberdayaan (empowerment) karyawan. Disinilah diperlukan kesiapan dan kerelaan seorang pemimpin untuk memberikan dan mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan atau kemampuan kepada karyawan agar mereka menjadi lebih berdaya.Keaadaan tersebut sangat ditentukan oelh budaya organisasi yang ada dalam organisasi tersebut</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/55</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 2 (2018); 56-75</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 2 (2018); 56-75</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/55/45</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/56</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:47:17Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KHULAFAUR RASYIDIN DAN ANATOMI-DIALEKTIK PENDIDIKAN POLITIK PENGUASA</dc:title>
	<dc:creator>Afandi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anatomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dialektik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendidikan pada masa Khalifah Abu Bakar tidak jauh berbeda dengan Pendidika pada masa Rasulullah. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab Pendidikan sudah lebih meningkat di mana pada masa Umar guru-guru sudah diangkat dan digaji untuk mengajar ke daerah-daerah yang baru ditaklukkan. Pada masa Khalifah Ustman bin Affan, Pendidikan diserahkan kepada rakyat dan sahabat tidak hanya terfokus di Madinah saja, tetapi sudah dibolehkan ke daerah-daerah untuk mengajar. Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, Pendidikan kurang mendapat perhatian, ini disebabkan pemerintahan Ali selalu dilanda konflik yang berujung kepada kekacauan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/56</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 2 (2018); 76-114</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 2 (2018); 76-114</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/56/46</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/57</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:47:17Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ISLAM DAN PENDIDIKAN PERDAMAIAN</dc:title>
	<dc:creator>Nurcholish, Ahmad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perdamaian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peace education (pendidikan perdamaian) masih menjadi kebutuhan vital bagi umat manusia dan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan dunia belum sepenuhnya menikmati rasa aman, hidup damai nirkekerasan.Konflik dan kekerasan, bahkan perang masih mewarnai berbagai belahan dunia.Oleh karena itu dunia merasa perlu untuk menghelat peringatan khusus demi terciptanya perdamaian.Itulah sebabnya, atas kesepakatan bersama Negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace/IDP).Pada tahun 1981, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi No 36/37 tentang Hari Perdamaian Internasional.Tahun 2002, Majelis Umum PBB secara resmi mendeklarasikan tanggal 21 September sebagai IDP.Setiap tahun dunia memperingati IDP dengan tema berbeda-beda.Peace Education (Pendidikan Perdamaian) inilah yang menjadi tema IDP pada tahun 2013 lalu.[1]
Peace Education (PE) sendiri telah menjadi gerakan global. Pada tahun 1999, ribuan orang yang mewakili ratusan organisasi hadir dalam acara International Peace Conference di The Hague, Belanda.Dalam acara tersebut dicetuskan The Hague Appeal for Peace, yang menyerukan penghentian segala peperangan dan penyebarluasan budaya perdamaian.Salah satu hasil The Hague Appeal, pembentukan Global Peace Education Network guna mendukung aplikasi PE seluruh dunia.
Lantas bagaimana PE ini diimplementasikan di dunia Islam?Dalam ajaran Islam, PE atau Pendidikan Perdamaian sejatinya bukan hal baru.Islam sendiri dari sisi kebahasaan memiliki makna damai.Oleh sebab itu tidaki berlebihan jika Islam merupakan agama perdamaian.Setidaknya ada tiga alasan, yakni: pertama, Islam itu sendiri berarti kepatuhan diri (submission) kepada Tuhan dan perdamaian (peace). Kedua, salah satu dari nama Tuhan dalam al-asma` al-husna adalah Yang Mahadamai (al-salam). Ketiga, perdamaian dan kasih-sayang merupakan keteladanan yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW.Lebih lanjut, Zuhairi Misrawi menambahkan bahwa perdamaian merupakan jantung dan denyut nadi dari agama.Menolak perdamaian merupakan sikap yang bisa dikategorikan sebagai menolak esensi agama dan kemanusiaan.[2]
Itulah misi dan tujuan diturunkannya Islam kepada manusia.Karena itu, Islam diturunkan tidak untuk memelihara permusuhan atau kekerasan di antara umat manusia.Konsepsi dan fakta-fakta sejarah Islam menunjukkan bahwa Islam mendahulukan sikap kasih sayang, keharmonisan dan dan kedamaian. Di antara bukti konkrit dari perhatian Islam terhadap perdamaian adalah dengan dirumuskannya Piagam Madinah (al-sahifah al-madinah), perjanjian Hudaibiyah, dan pakta perjanjian yang lain.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/57</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 2 (2018); 115-144</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 2 (2018); 115-144</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/57/47</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/59</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:47:17Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDIDIKAN MORAL SEBAGAI  INTERAKSI SOSIAL: Paradigma Islam dan Buddha Dalam Menciptakan Perdamaian</dc:title>
	<dc:creator>Muawaroh, Mundiroh Lailatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Moral</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perdamaian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tulisan ini bermaksud untuk membahas mengenai salah satu ajaran agama yaitu pendidikan moralitas sebagai interaksi sosial untuk menciptakan perdamaian. Melihat seringnya terjadi konflik dan sentimen antar kelompok, sesama manusia dan lain sebagainya, oleh karena itu perlu kiranya untuk melihat kembali ajaran agama yang diturunkan sebagai pedoman hidup manusia. Namun penelitian ini dilakukan dengan library reseach. Metode penelitian pustaka digunakan karena ingin mengulas kembali ajaran agama (moral) dari beberapa pustaka yang ada termasuk dari kitab suci Buddha dan Islam.
Untuk itu penelitian kali ini tidak hanya membahas apa itu moral, namun lebih melihat kembali relevansi ajaran agama yang digunakan sebagai interaksi sosial. Penelitian ini dapat membantu menganalisis dan menyumbang dalam ranah keilmuan mengenai fenomena kekerasan yanga ada. artinya, ajaran agama tidak hanya sebatas dipahami secara sempit, namun secara luas termasuk dalam kehidupan sosial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/59</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 2 (2018); 145-177</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 2 (2018); 145-177</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/59/48</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/62</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:37Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REAKTUALISASI PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM; SEBUAH ANALISIS TEORITIK</dc:title>
	<dc:creator>Ghani, abd</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Profesi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Profesionalisme Guru</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembelajaran Pendidikan Agama Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembahasan tentang profesionalime guru saat ini masih banyak dibicarakan dan dipertanyakan oleh banyak kalangan, baik dari para pakar maupun masyarakat. Terlebih, sebagai makhluk sosial dan individual, guru sering mengalami hambatan dalam peningkatan kualitas dalam menjalankan profesinya. Berpijak dari permasalahan tersebut, maka tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan profesionalisme guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara utuh. Melalui artikel ini pula, penulis menganalisis konsepsi deskriptif tentang peningkatan profesionalisme guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dari berbagai kajian literatur, penulis berpendapat bahwa profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dapat ditingkatkan melalui aktualisasi seperangkat fungsi dan tugas dalam lapangan pendidikan berdasarkan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus di bidang pekerjaannya. Pada saat yang sama, guru harus mampu mengembangkan keahliannya secara ilmiah di samping menekuni bidang profesinya. Selanjutnya, upaya yang harus dilakukan adalah guru harus menguasai kompetensi, penyediaan sarana dan prasarana, kedisiplinan serta pengawasan, rapat dan seminar. Karena dengan adanya upaya-upaya tersebut, maka profesionalisme guru dapat ditingkatkan secara signifikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-05-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/62</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 1 (2019); 1-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 1 (2019); 1-26</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/62/50</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/63</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:37Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAMPAK MULTIMEDIA  BAGI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH </dc:title>
	<dc:creator>Imron, Moh Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Multimedia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peningkatan Kualitas Pembelajaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sekolah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam pembelajaran, multimedia mempunyai peran yang penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Oleh karena itu guru harus menggunakan metode dan media secara tepat untuk mengembangkan dan memfungsikan multimedia dalam pembelajaran agar guru tidak lagi dianggap sebagai pengajar yang mendominasi kegiatan pembelajaran. Guru harus menyajikan variasi-variasi bahan pelajaran dengan ditunjang multimedia, sehingga siswa dapat termotivasi, perhatian terhadap pembelajaran serta mampu bergerak cepat untuk mencapai informasi dari proses belajar mengajar.
Dalam&amp;nbsp; upaya&amp;nbsp; meningkatkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; kualitas&amp;nbsp; pendidikan,&amp;nbsp; maka diperlukan berbagai terobosan, baik dalam pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, dan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, maka guru dituntut untuk membuat pembelajaran menjadi&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; inovatif yang mendorong siswa dapat belajar secara optimal, baik belajar mandiri maupun pembelajaran di kelas. Inovasi model-model pembelajaran sangat diperlukan dan sangat mendesak terutama dalam menghasilkan model pembelajaran baru yang dapat memberikan hasil belajar lebih baik, peningkatan efisiensi dan efektivitas pembelajaran menuju pembaharuan. Oleh karenanya, pembelajaran dengan menggunakan Multimedia mutlak diperlukan sebagai sarana dalam pembelajaran masa kini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/63</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 1 (2019); 122-145</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 1 (2019); 122-145</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/63/55</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/64</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:37Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI PENGHAYATAN TERHADAP AL-ASMA &#039; AL-HUSNA</dc:title>
	<dc:creator>Husni, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Application</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Contextual</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Classroom action research, commonly called PTK, is a study conducted by teachers to improvethe process and results of classroom learning. This research has four stages, namely the planningstage, the action stage, the observation stage, and the reflection stage. The purpose of the study isto analyze and describe the learning process and results of each subject. The research methodsused by the method using qualitative and quantitative approaches. The qualitative approach isused to find out the learning process, while the quantitative approach is used to find out thelearning outcomes. The results of the study that the learning process of the subjects of Al-AsmaAl-Husna aqidah-akhlak using contextual methods increased, as did the Al-Asma &#039;AlHusna learning results showed an increase from each cycle.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/64</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 1 (2019); 27-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 1 (2019); 27-53</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/64/54</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/65</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:37Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MENGAPRESIASI RELASI “IDEAL” ANTARA ISLAM DAN SAINS KEDALAM PEMBELAJARAN</dc:title>
	<dc:creator>suparlan, suparlan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sains</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan&amp;nbsp; sains terjalin berkelindan dengan ideologi. Oleh Sebab itu, masalah mendasar yang senantiasa timbul: apakah agama islam saling melengkapi dengan ilmu pengetahuan alam secara harmonis, atau dijumpai konflik yang tidak terselesaikan antara sistem metafisika yang didasarkan atas agama dan tuntutan akal dengan penelitian empiris? Selama seribu tahun para filosofis dan teolog islam telah mempertimbangkan masalah ini, yang terus-menerus mengundang debat yang intens dan ketaksepakatan.
Kata sains berasal dari bahasa latin “scientia” yang berarti pengetahuan. Menurut Webster New Collegiate Dictionary, definisi dari sains adalah “pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian “atau” pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sedangkan menurut Ibnu Kaldun dalam Miqowin, sains adalah sejarah ilmu yang dikembangkan hampir sepenuhnya berdasarkan akal dan pengalaman dunia empiris.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/65</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 1 (2019); 146-162</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 1 (2019); 146-162</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/65/53</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/66</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:37Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DEVELOPMENT OF CONTEXTUAL LEARNING TOOL THEME OF VARIOUS WORKS TO TRAIN CREATIVE THINKING SKILLS AND STUDENT OUTCOMES GRADE IV PRIMARY SCHOOL</dc:title>
	<dc:creator>Pradana, Indra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Learning Devices</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Creative Thinking Skills</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Learning Outcomes.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The purpose of this study is to describe the development of contextual learning tools of various occupations to train the ability of creative thinking and learning outcomes of fourth graders in SDN Kraton 2 Bangkalan. Validated learning tools were implemented to 30 students with one group pre-test-post test design. Instruments used in this study include: 1) the learning device validation sheet; 2) student activity observation sheets; 3) questionnaire of student response; 4) instrument of creative thinking ability test; 5) test result learning instruments. Creative thinking skills produce a narrative. While the technique of data analysis using inferential analysis to know the difference of test result of creative thinking skill and learning result between control group and experiment group using t-test analysis.
The quality of the developed device is evident from the assessment of expert validators who get good results for use. While the practicality of the device is evident from the observation of student activity during the learning process that gets a percentage of 83% of students who are active in learning. The effectiveness of instructional tools obtained from the test results of students who get a significance value of 0,000 &amp;lt;0.05 for creative thinking skills, while for learning results obtained a significance value of 0.020 &amp;lt;0.05.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/66</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 1 (2019); 54-68</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 1 (2019); 54-68</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/66/52</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/67</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:37Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI KOMUNIKASI KIAI DESADALAM UPAYA PEMBERDAYAAN REMAJA DEMAM TOGEL : (STUDI ATAS DESA BENDUSA KECAMATAN ARJASA SITUBONDO) </dc:title>
	<dc:creator>Karim, Syafii</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Fever Youth</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Communication Strategy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Togel</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">After reading this article, we will find out about the Communication Strategy of Kiai Desa Bandusa in dealing with teenagers who are again lottery fever. The academic interest in this paper is in the realm of the Kiai Desa Bandusa approach in an effort to empower Togel fever youth who are not only hard Power approaches, namely militaristic nuances of violence which will only give birth to new forms of crime from the positive impact of lottery gambling. If we observe from the symptoms raised by the youth of the lottery fever, there are several variants of deviant actions, starting with them coming to the sacred places, coming to the shadows to make noise in their village. So from this, the steps taken by the Bandusa village clerics by using Soft Power appraisal were by gentle approaches to the young people of Togel fever. The basic questions of this study are 1). What is the communication planning strategy of Kiai Desa Bandusa in the empowerment of teenagers with lottery fever? 2). How is the communication action strategy of Kiai Desa Bandusa in the empowerment of young people with lottery fever ?. To answer this question in depth the author uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. In this paper a communication planning strategy was found that began with the process of thinking or planning strategic steps which then took the form of short, medium and long term planning. Furthermore, the action strategy carried out by Kiai Bandusa Village is manifested in several constructs of activities. The first is to coordinate with government agencies at the lowest level starting from the household, rw, village head, Kepolisin to the Bupati. Second, have a dialogue with the youth of lottery fever. Third, giving some skills to young people with lottery fever by presenting several presenters who are truly competent in their field.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/67</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 1 (2019); 92-121</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 1 (2019); 92-121</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/67/51</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/68</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:37Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNARUNGU DI SEKOLAH STUDY KASUS DI TK TUNAS HARAPANPARSEH SOCAH BANGKALAN : (Interaksi Sosial Anak Tunarungu Study Kasus Di TK Tunas Harapan)</dc:title>
	<dc:creator>sayhid, ishaq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Interaksi Sosial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tunarungu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan interaksisocial anak tunarungu di sekolah study kasus di TK. Tunas Harapan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjekpenelitian meliputi dua anak tunarungu, satu guru kelas, satu guru pendamping,dan 3 anak normal di kelas TK-A Tunas Harapan.Teknik pengumpulan datayang digunakan yaitu metode wawancara, observasi dan dokumentasi.Teknikanalisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, sertapenarikan kesimpulan dan verifikasi.Untuk menguji keabsaan data digunakanuji kredibilitas dengan tringulasi teknik dan sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunarungu mampu menjalininteraksi social dengan sesama tunarungu, anak normal, guru, dan juga gurupendamping. Interaksi social ditunjukkan dengan menjalin percakapan, makanbersama, bermain bersama, belajar bersama, menjalin kerja sama dansebagainya. Adapun upaya yang telah dilakukan oleh guru kelas untukmeningkatkan kemampuan interaksi social anak tunarungu yaitu: menempatkananak tunarungu untuk duduk dengan anak normal, melibatkan anak tunarungudalam KBM, senantiasa memberikan pujian dan motivasi, serta memberikanarahan pada anak-anak lain untuk memahami kondisi anak tunarungu agardapat berteman dengan baik. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/68</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 1 (2019); 69-91</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 1 (2019); 69-91</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/68/56</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/74</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:22Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH  TERHADAP IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH  PADA MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA MAMBA’UL ULUM  DI KECAMATAN MOJOAGUNG, KABUPATEN JOMBANG</dc:title>
	<dc:creator>Maria, Elok</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepemimpinan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kepala  Sekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Manajemen  Berbasis  Sekolah (MBS)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah: apakah peran kepemimpinan kepala sekolah (selaku leader, administrator dan supervisor) mempunyai pengaruh terhadap implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTs.S) Mamba’ul Ulum di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang ?. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengaruh timbal balik atau sebab akibat antara variabel bebas dan terikat, yaitu peran kepemimpinan kepala sekolah terhadap implementasi MBS. Kemudian data tersebut di analisis dengan menggunakan program SPSS for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara peran kepemimpinan kepala sekolah terhadap implementasi MBS pada MTs.S Mamba’ul Ulum di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Hal itu dibuktikan dengan adanya kenyataan bahwa dari hasil analisis didapatkan koefisien determinasi (R2) = 0.476, artinya nilai ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel bebas dalam mempengaruhi hubungan dengan variabel terikat adalah sebesar 0.476 atau berarti bahwa ketelitian dari persamaan regresi linier berganda mampu menjelaskan hubungan variasi antara variabel peran kepemimpinan kepala sekolah selaku leader, administrator dan supervisor terhadap implementasi MBS adalah sebesar 47.6 %. Sedangkan sisanya sebesar 52.4 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam peran kepemimpinan kepala sekolah. Sedangkan besar koefisien korelasi berganda (R) = Ö 0.476 = 0.690, artinya nilai ini menunjukkan bahwa hubungan keeratan antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah kuat. Sementara itu, dari hasil pengujian hipotesis dengan Uji F dinyatakan bahwa simultan variabel leader (X1), administrator (X2), dan supervisor (X3), berpengaruh signifikan terhadap variabel implementasi MBS (Y) sebagai variabel terikat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/74</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 2 (2019); 1-24</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 2 (2019); 1-24</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/74/61</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/75</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:22Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROBLEMATIKA HUKUM POLIGAMI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA</dc:title>
	<dc:creator>Mardi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Poligami</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hukum islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hukum Positif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam konteks sejarah, terdapat perubahan sistem pemerintahan di Indonesia - yang berimplikasi terhadap dinamika pendidikan Islam. Perubahan pemerintahan, pemimpin, sistem akan diiringi perubahan dalam pengambilan kebijakan. Kemudian dalam kurun waktu yang sangat panjang, kita ketahui bahwa pada masa revolusi mulai diberikan arah yang jelas mengenai pendidikan Islam. Ini terbukti dengan pemerintah membentuk Departemen Agama sebagai wadah untuk mereformulasi kebijakan dan penentu arah juang misi ajaran Islam. Dalam perkembangan berbangsa dan bernegara, politik sebagai kebijakan telah melahirkan pembaharuan dalam dunia pendidikan Islam.
Core idea yang dapat penulis jabarkan adalah kebijakan tentang politik pendidikan Islam pada masa KH.A.Wahid Hasyim sebagai tokoh pendidikan sekaligus Menteri Agama yakni diterapkannya konsep modern dengan desain kurikulum baru di lembaga pendidikan Islam (seperti pesantren dan madrasah). Selanjutnya Kiai Wahid menghilangkan dikotomi dalam dunia pendidikan, sehingga terjadi sitesa dan integrasi antara pendidikan Islam dengan pendidikan umum. Untuk mengembangkan konsep ini, maka dikeluarkan beberapa kebijakan, yang di antaranya adalah penggunaan bahasa Indonesia di madrasah dan berdirinya IAIN Jakarta sebagai wadah pengembangan kelimuan yang terintegrasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/75</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 2 (2019); 85-108</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 2 (2019); 85-108</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/75/63</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/77</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:22Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI AL-QUR’AN: TEORI AL MAKKIYAH DAN AL MADANIYAH</dc:title>
	<dc:creator>Husni, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ayat-ayat Makkiyah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ayat-ayat Madaniyah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui perantaraan malaikat Jibril, Al-Qur’an berisi petunjuk bagi umat manusia agar memperoleh kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Isi kandungan Al-Qur’an meliputi tauhid, ibadah, janji dan ancaman, jalan menuju kebahagian, sejarah orang-orang masa lalu. Al-Qur’an, secara geografis di turunkan di dua tempat yaitu Mekkah atau sekitarnya dan Madinah atau sekitarnya. Ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Mekkah dan sekitarnya dinamakan dengan ayat-ayat Makkiyah. Sedangkan ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Madinah dan sekitarnya dinamakan dengan ayat-ayat Madaniyah. Pengklasfikasian ayat-ayat Al-Qur’an ini tidak dilakukan oleh Rasulullah saw, akan tetapi pengklasfikasian ini merupakan hasil ijtihad para ulama. Ayat-ayat Makkiyah merupakan ayat-ayat yang turun kepada Rasulullah saw sebelum beliah hijrah ke Madinah. Sedangkan ayat-ayat Madaniyah turun setelah Beliau hijrah ke Madinah. Pengklasifikasian ini penting sekali untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an secara lebih mendalam dalam kontek apa dan dalam situasi bagaimana ayat tersebut diturunkan. Disamping itu pengklasifikasian ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan geografis&amp;nbsp; ini berkaitan dengan obyek Al-Qur’an diturunkan, di mana ayat-ayat Makkiyah ditujukan kepada orang-orang kafir Mekkah dan isi kandungannya berupa ketauhidan, janji dan ancaman dan akhlak. Sedangkan ayat-ayat Madaniyah ditujukan kepada orang-orang Madinah baik golongan Anshor maupun Muhajirin yang sudah beriman dan isinya lebih banyak bersifat sosial</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/77</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 2 (2019); 68-84</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 2 (2019); 68-84</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/77/64</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/78</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:22Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH SOSIAL PENDIDIKAN ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Muksin, Muksin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sejarah social</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendidikan islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Islamisasi Ilmu Pengetahuan merupakan pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur-nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekuler terhadap pemikiran dan bahasa, juga pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya, sebab manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang&amp;nbsp; sebenarnya, dan berbuat tidak adil terhadapnya. Islamisasi adalah suatu proses menuju bentuk asalnya yang tidak sekuat proses evolusi dan devolusi. Artinya, dengan Islamisasi ilmu, umat Islam akanterbebaskan dari belenggu hal-hal yang bertentangan dengan Islam, sehingga timbul keharmonian dan kedamaian dalam dirinya, sesuai dengan fitrahnya. Islamisasi ilmu pengetahuan diharapkan bisa membebaskan kaum muslimyang bertentangan dengan Islam bahkan menjadikannya sekuler.
Ketika dikumandangkan era pencerahan di Eropa, perkembangan ilmu-ilmu rasional dalam semua bidang kajian sangat pesat dan hampir keseluruhannya dipelopori oleh ahli sains dan cendikiawan Barat.Akibatnya, ilmu yang berkembang dibentuk dari acuan pemikiran falsafah Barat yang dipengaruhi oleh sekularisme, utilitarianisme, dan materialisme.Sehingga konsep, penafsiran, dan makna ilmu itu sendiri tidak bisa terhindar dari pengaruh pemikirannya.Konsep pemikiran demikian dikonsumsi oleh umat Islam sebagai umat yang kalah yang mulai tergantung kepada Barat.Mereka mempelajari sains Barat tanpa menyadari kaitan tali-temali historis Barat dan ilmu-ilmu Barat, sehingga umat Islam pun terjatuh dalam hegemoni Barat. Proses ini mengakibatkan esensi peradaban Islam semakin tidak berdaya ditengah kemajuan peradaban Barat yang sekuler.
Hilangnya aspek kesakralan dari konsep ilmu Barat serta sikap keilmuan muslimyang menyebabkan terjadinya stagnasi setelah memisahkan wahyu dari akal, dan memisahkan pemikiran dari aksi dan kultur dipandang sama berbahayanya bagi perkembangan keilmuan Islam. Karena itu, muncullah sebuah gagasan untuk mempertemukan kelebihan- kelebihan diantara keduanya, sehingga lahir keilmuan baru yang modern tetapi tetap bersifat religius dan bernafaskan tauhid.Gagasan ini kemudian dikenal dengan istilah Islamisasi ilmu pengetahuan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/78</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 2 (2019); 109-128</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 2 (2019); 109-128</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/78/65</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/80</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:22Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">AKSIOLOGI ILMU PENGETAHUAN DAN KEISLAMAN: INTERKONEKSI NILAI-NILAI KEISLAMAN</dc:title>
	<dc:creator>Hamdani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Akisiolgi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keislaman</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mengkaji filsafat tidak lepas dari ruang lingkup manusia. Karena pada dasarnya manusialah yang menentukan apakah sesuatu itu baik atau tidak baik, benar atau salah, netral atau tidak netral. Karena pada hakekatnya ilmu itu netral dan bebas nilai. Menurut Einstin, bahwa ilmu tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Oleh karena itu, aksiologi dalam ilmu pengetahuan adalah produk dari ilmu yakni etika, nilai, estitika dan moral.
Aksiologi lebih menghasilkan produk yaitu untuk apa ilmu pengetahuan dipergunakan? Bagaimana kaitannya ilmu pengetahuan dipergunakan dengan aspek moral. Bagaimana procedural penggunaan ilmu pengetahuan berkaitan dengan moral. Bagaimana penentuan obyek pengetahuan dikaitkan dengan moral atau etika dalam kehidupan.
Sementara Aksiolgi dalam pandangan islam berbeda dengan ilmuwan barat. Islam menyatakan bahwa Agama yang melahirkan ilmu pengetahuan. Ilmua bagian dari agama itu sendiri, karena itu Rasulullah Saw mewajibkan manusia untuk mencari Ilmu. Sementara tujuan dari agama adalah mencari ridha Allah dan datangnya kebenaran itu dari Allah SWT.
Ilmu adalah bagian dari islam karena fungsi ilmu adalah memberikan petunjuk, solusi, pikiran ilmiah dan pembebas dari kebodohan. Ilmu pengetahuan adalah melahirkan nilai, etika dan estetika, sementara agama islam sebagai payung untuk kelahiran ontologi, epistimologi dan aksiologi ilmu. Ibu Arabi mengatakan, ilmu itu berguna untuk mendekatkan diri manusia kepada Allah Swt. Dengan dekat kepada Allah Sw, maka manusia akan mendapatkan anugerah ilmu. Al-ilmu nurun, (ilmu itu cahaya).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/80</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 2 (2019); 25-45</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 2 (2019); 25-45</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/80/60</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/81</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:22Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI PENANGANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI KELEYAN SOCAH BANGKALAN</dc:title>
	<dc:creator>Abdullah, Abdullah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Strategi Guru PAI</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang strategi guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Dalam penelitian ini penulis mengunakan. jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini strategi penanganan guru terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar luar biasa Negeri Keleyan Socah Bangkalan ada lima macam ABK yaitu Tunanetra, Tunagrahita, Tunarungu, Tunadaksa dan Autism. Masing-masing dari anak penyandang disabilitas tersebut mendapatkan penanganan oleh guru yang benar-benar memiliki latar belakang pendidikan luar biasa, dedikasi yang tinggi, kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan ABK penyandang tunagrahita yang bisa menulis, membaca, berhitung, dan keterampilan lainnya seperti menggambar, berenang, menyanyi dan lain-lain. Selain itu, ada sebagian dari mereka yang mengikuti beberapa lomba tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Semua itu membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi jika mendapatkan kesempatan dan penanganan yang tepat oleh guru.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/81</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 2 (2019); 129-152</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 2 (2019); 129-152</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/81/73</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/82</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:47:17Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING DENGAN ALAT PERAGA KABARU  PADA MATERI LUAS PERMUKAAN PRISMA DAN LIMAS</dc:title>
	<dc:creator>Alfiyatin, Yuliana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembelajaran penemuan terbimbing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">alat peraga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">luas permukaan prisma dan limas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perangkat pembelajaran</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Proses pembelajaran yang berlangsung selama ini cenderung berpusat pada guru, siswa tidak diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, serta jarangnya penggunaan alat peraga sehingga siswa merasa kesulitan untuk memahami suatu konsep atau materi, akibatnya siswa menjadi pasif dan pembelajaran menjadi membosankan. Salah satu altertatif model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk mengaktifkan siswa sehingga siswa bereksperimen secara langsung menggunakan alat peraga dalam mencari dan menemukan konsep/prinsip matematika adalah penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan: &amp;nbsp;mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran penemuan penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas.
Subjek penelitian ini adalah kelas VIII-A dari dua kelas yang diambil secara acak di MTs Al-Falah Dakiring-Socah Bangkalan untuk kelas ujicoba.
Pengembangan perangkat dilakukan menggunakan model 4-D Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan berupa: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB).
Hasil analisis data menunjukkan perangkat pembelajaran penemuan terbimbing dengan alat peraga KaBaRu pada materi luas permukaan prisma dan limas yang dihasilkan baik, ini terlihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran baik, aktivitas siswa dalam pembelajaran efektif, respon siswa positif, tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel, dan sensitif, serta ketuntasan hasil belajar secara klasikal terpenuhi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2018-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/82</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 3 No. 2 (2018); 39-55</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 3 No 2 (2018); 39-55</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/82/67</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/83</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:03Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MANAJEMEN MARKETING PENDIDIKAN ISLAM:  (Upaya Meningkatkan Bargaining Power MTs Nurul Islam Kapasbaru Surabaya)</dc:title>
	<dc:creator>Halim, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Manajemen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Marketing Pendidikan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bargaining Power</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lembaga Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Persaingan ketat di era global mengharuskan sebuah lembaga pendidikan harus seaktif mungkin dalam memasarkan lembaganya untuk menarik minat peserta didik dan memperoleh kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen marketing pendidikan Islam dalam upaya meningkatkan bargaining power MTs Nurul Islam Kapasbaru Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan metode penelitian terlibat (participant observation), interview, dokumentasi. Dan analisis datanya dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berbagai upaya yang dilakukan MTs Nurul Islam dalam meningkatkan bargaining power di tengah masyarakat. Dengan mengoptimalkan manajemen marketing pendidikan Islam, jumlah masukan siswa baru semakin bertambah. Penulis berargumen bahwa manajemen marketing pendidikan Islam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaran dan mempertahankan eksistensi lembaga pendidikan. Untuk lebih meningkatkan bargaining power, maka MTs Nurul Islam, harus mengembangkan kualitas dan kuantitas pendidikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan visi dan misi lembaga. Selanjutnya, dalam marketing pendidikan Islam, lembaga tersebut harus melakukan inovasi-inovasi baru dalam memasarkan jasa pendidikan menghadapi persaingan era globalisasi. Selanjutnya, MTS Nurul Islam perlu meningkatkan citra yang positif lembaga sangat penting, karena sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Dengan kata lain citra mempunyai dampak internal bagi lembaga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/83</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 1 (2020); 1-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 1 (2020); 1-26</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/83/68</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/84</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:03Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERGESERAN UNIT DAN PROSEDUR PENERJEMAHAN DALAM BUKU  HADITH AND HADITH SCIENCES </dc:title>
	<dc:creator>Faqih, Nurul Makrifah</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">translation, unit-shifts, translation procedure</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The book Hadith and Hadith Scienses contains many unit-shifts and has relation with the context of the utterance in the hadith itself. This case encourages the writer to describe the unit-shifts used in the translation of Hadith and Hadith Sciences, and to describe the procedures occurred in the translation which contains the unit- shift in the book of Hadith and Hadith Sciences.The theories are unit-shifts proposed by Catford, and translation procedures introduced by Newmark. Besides, the writer uses supporting theory. That is syntax analysis based on the traditional grammar of English and Arabic. The research methodology in this paper is descriptive-qualitative that is done by doing library research.The writer finds 9 cases of unit-shifts. They are 24 changes of morpheme into word; 4 changes of morpheme into phrase; 1 change of morpheme into clause; 22 changes of word into phrase; 1 change of word into clause; 2 changes of phrase into clause; 1 change of clause into sentence; 4 changes of phrase into word, and 1 change clause into word. In short, the total number of all the unit-shifts is 59. There are 14 procedures found in the analysis. They are&amp;nbsp; 1 synonym, 1 literal translation, 7 compensations, 21 descriptive equivalents, 1 paraphrase, 1 expansion, 8 Additions, 2 class-shifts, 2 modulations, 1 transposition, 1 omission, 1 reduction, 1 triplet (paraphrase + compensation + intra system shift), and 11 couplets. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/84</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 1 (2020); 78-99</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 1 (2020); 78-99</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/84/72</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/90</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:03Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERSPEKTIF KH HASYIM ASY’ARI  TENTANGETIKA MURID TERHADAP GURU DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER</dc:title>
	<dc:creator>Hidayah, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Etika murid terhadap guru</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">K.H. Hasyim Asy’ari</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Karakter</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kondisi degradasi moral yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia sekarang ini&amp;nbsp; memprihatinkan. Banyak ditemukan kasus-kasus tindakan amoral yang terjadi antara murid dan guru. Guru sebagai sosok yang digugu dan dituru sudah tidak berlaku lagi. Minimmnya pengetahuan tentang etika murid terhadap guru.Oleh karena itu murid hendaknya mendapatkan pengetahuan tentang etika itu dari guru itu sendiri, mengkaji buku-buku tentang etika murid, atau mengikuti kegiatan kajian-kajian yang membahas tentang etika murid.Penulisan ini fokus untuk mengetahui etika murid terhadap guru menurut K.H.Hasyim Asy’ari dan relevansinya dalam pendidikan karakter.KH. Hasyim Asy’aridalam kitab Adabul Al A’limWa al Muta’allimdalam materi etika murid terhadap guru ada 12 nilai. memiliki relevansi dengan pendidikan karakter yang dibutuhkan oleh generasi bangsa saat ini.&amp;nbsp; Diantara keduabelas nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam etika murid terhadap guru yaitu, religius,toleransi, kerja keras, tanggungjawab, sabar, patuh, dan sopan santun. Dari pemaparan diatas, bahwa pendidikan etika dari K.H .Hasyim Asy’ari&amp;nbsp; melalui kitab Adabul Al A’limWa al Muta’allim masih relevan dengan kondisi pendidikan yang ada di Indonesia saat ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/90</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 1 (2020); 49-77</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 1 (2020); 49-77</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/90/71</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/92</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:03Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP GURU DAN PESERTA DIDIK PERSPEKTIF TEORI ETIKA</dc:title>
	<dc:creator>Imam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pembelajaran online</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">guru</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">etika</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sejak ditetapkannya Covid 19 menjadi pandemi dan isu global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di seluruh dunia, sejak itu pula Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan melaksanakan pembelajaran secara online, setelah surat edaran dikeluarkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan.Keputusan ini mengejutkan seluruh civitas akademika MAN Bangkalan, terutama guru dan siswa. Kegiatan belajar yang harus dilakukan secara tiba-tiba dan pertama tentu saja mengalami banyak kendala. Di antaranya adalah lemahnya pemahaman guru dan siswa terhadap pembelajaran online, minimnya akses dan persiapan. Secara etis, pembelajaran ini membutuhkan kajian secara khusus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak-dampakpembelajaran jarak jauh atau pembelajaran online terhadap guru dan siswa dan analisisnya berdasarkan teori etika Teleologi; Egosime dan utilitarianisme. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi serta dilengkapi dengan survei (wawancara online).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran online memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutan proses belajar mengajar di MAN Bangkalan. Di antara dampaknya adalah materi yang disampaikan tidak maksimal dan sulit diakses oleh siswa secara optimal, menguras banyak energi dan pikiran, membuat guru dan siswa merasa bosan dan malas karena harus berada di rumah dan minimnya monitoring. Tinjauan analisis dampak pembelajaran online ini berdasarkan teori etika egoisme menyebutkan, pembelajaran online bertujuan kamaslahatan bersama bukan karena ego pribadi, sehingga dinilai kurang baik. Sedangkan menurut etika utilitarianisme dapat dilihat dari dua sisi. Secara umum, pembelajaran online di MAN Bangkalan tidak memberikan banyak manfaat bagi guru dan siswa, sehigga dinilai kurang baik, tetapi jika pembelajaran online dikaitkan dengan situasi tertentu, seperti adanya pandemic Covid 19, maka dapat memberikan banyak manfaat, karena cara ini adalah satu-satunya jalan yang bisa ditempuh untuk kelangsungan pembelajaran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/92</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 1 (2020); 100-119</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 1 (2020); 100-119</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/92/74</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/93</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:03Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RELEVANSI EPISTEMOLOGI, JIWA DAN AKAL  DALAM PERSPEKTIF IBNU THUFAIL</dc:title>
	<dc:creator>Shofiyatul, Nisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Filsafat Islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Epistimologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jiwa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Akal</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Filsafat Islam merupakan hasil pemikiran para filsuf yang membahas tentang kemanusiaan, ketuhanan, kenabian, dan alam yang dilandasi oleh Al-Quran dan hadis sebagai suatu aturan yang logis dan sistematis. Dalam pemikiran filsafat Islam tersebut memadukan antara wahyu dengan akal, akidah dengan hikmah, agama dengan filsafat. Dalam filsafat Islam banyak terdapat tokoh-tokoh, salah satu diantaranya yaitu Ibnu Thufail. Beliau memiliki disiplin ilmu yang sangat tinggi dalam berbagai bidang. Selain beliau ahli dalam berfilsafat, Ibnu Thufail juga ahli dibidang yang lainnya, seperti ilmu kedokteran, matematika, astronomi, dan sebagai seorang penyair yang handal. Dalam penyampaian ilmu mengenai filsafat, Ibnu Thufail menggunakan metode berkomunikasi lewat kisah yang sangat menarik, agar orang-orang awam lebih mudah memahami apa yang telah disampaikan Ibnu Thufail tersebut. Tokoh Ibnu Thufail memiliki beberapa pemikiran, seperti metafisika, jiwa, fisika, epistimologi, dam rekonsiliasi. Dalam pemikiran epistimologi Ibnu Thufail menjelaskan bahwa pengalaman dapat dilihat dari pengetahuan indrawi. Kemudian pemikiran mengenai jiwa merupakan seorang makhluk yang tinggi martabatnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/93</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 1 (2020); 120-142</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 1 (2020); 120-142</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/93/75</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/95</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:03Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MEMBEDAH PEMIKIRAN IKHWAN AL-SAFA TENTANG SINERGI SAINS DAN AGAMA</dc:title>
	<dc:creator>Ivani, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>PS, Alaika M. Bagus Kurnia</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ikhwan al-Safa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sains</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Agama</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam pandangan dunia modern, sains selalu terpisah dengan agama. Sains merupakan ilmu yang bersifat ilmiah, sementara agama bersifat non-ilmiah berasal dariTuhan. Sains dapat di cari keberadaan nya dengan cara sebuah penelitian terhadap sesuatu. Sementara agama sudah tercantum dalam suatu rangkaian tulisan yaitu kitab suci yang memuat firman-firman Tuhan. Dari sini terjadilah pengecualian dengan pemisahan antara sains dengan agama. Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan antara ilmu pengetahuan atau sains dengan agama menurut sebuah kelompok filosof di daerah Timur yakni Ikhwan al-Safa. Dalam pemikiran Ikhwan al-SafaSains dan agama adalahdua aspek Ketuhanan yang memiliki kesamaan dalam tujuan tertinggi yaitu Tuhan yang Maha Esa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/95</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 1 (2020); 143-160</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 1 (2020); 143-160</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/95/77</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/99</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:22Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KOLABORASI HIDDEN CURRICULUM DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER LINGKUNGAN SEKOLAH</dc:title>
	<dc:creator>Fauzi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hidden Curriculum, Penguatan Pendidikan, Pendidikan Karakter</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The education curriculum consists of formal, informal and non-formal curriculum. Formal curriculum includes activities in the classroom and is planned, non-formal curriculum consists of activities that are also planned but not directly related to academic learning in class, and the existence of this curriculum is seen as a supplement (supplement) formal curriculum. Besides these curricula, there is also a hidden curriculum. Hidden curriculum is a curriculum that is not studied, curriculum that is not planned programmatically but whose presence has a major influence on changes in student behavior in the learning process. Character education is part of the hidden curriculum in the learning process in the school environment that is not written directly in the official school curriculum. The strengthening of character education summarized in the hidden curriculum of the school has several main character values, as mentioned by the Ministry of Education and Culture there are 18 namely religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, national spirit, love of the motherland , appreciate achievement, be friendly / communicative, love peace, love to read, care about the environment, care about social, and responsibility</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/99</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 4 No. 2 (2019); 46-67</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 4 No 2 (2019); 46-67</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/99/80</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/101</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:45:03Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GENEALOGI CAROK DI MADURA; PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL</dc:title>
	<dc:creator>Azis, Abd</dc:creator>
	<dc:creator>AR, Zaini Tamin</dc:creator>
	<dc:creator>Muksin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Carok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelaku Carok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Blater</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Psikologi Sosial</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam kaca mata hukum, carok adalah kriminalitas yang harus didera pidana. Dalam perspektif nilai-nilai etika, “tradisi” ini jelas adalah sesuatu yang tercela. Namun, bagi sebagian orang Madura, carok adalah penegakan harga diri dan penyelamatan kehormatan. Penelitian ini berupaya menganalisis genealogi carok pada masyarakat Madura.
Dengan metode kualitatif dan kerangka baca fenomenologis dan psikologi sosial, penelitian ini mengungkapkan temuan bahwa: Pertama, bagi masyarakat Madura, carok adalah wujud tanggung jawab individu dan keluarga Madura dalam mengembalikan pranata sosial ke keadaaan semula, setelah dirusak oleh orang lain lewat perbuatan melecehkan dan mempermalukan. Kedua, pelaku mengalami tekanan baik dari dalam diri, lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya. Hal ini disebabkan karena kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi. Dorongan id yang besar dan tuntutan super ego yang belum terselesaikan, menyebabkan pelaku berada dalam ketidakberdayaan, mengalami keletihan emosi dan kecenderungan pada pribadi yang depresif. Akhirnya, carok menjadi alternatif penyelesaian. Penulis memberikan rekomendasi, antara lain: 1) Perlu upaya revitalisasi untuk menegakkan kembali otoritas dan kewibawaan Negara, terutama dalam mengontrol sumber kekerasaan; 2) Perlu upaya penyadaran pada masyarakat Madura tentang pelaku carok, agar lebih mengedepankan pengekspresian hasrat lewat budi bahasa ketika sedang menghadapi setiap bentuk konflik, terutama yang berpangkal pada pelecehan harga diri.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/101</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 1 (2020); 27-48</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 1 (2020); 27-48</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/101/82</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/103</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:44:46Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MEMAHAMI PEMIKIRAN KARYA PAULO FREIRE “PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS” : KEBEBASAN DALAM BERPIKIR</dc:title>
	<dc:creator>Husni, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan,  Kebebasan dalam Berpikir, Paolo Freire</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Untuk mengetahui pendidikan yang membebaskan menurut paulo freire yaitu lebih mengarah kehumanisasi sosial. Sedangkan dalam prinsip utama pendidikan islam tidak hanya menyangkut masalah humanisasi sosial belaka tetapi juga mengarah kepengembangan berfikir bebas dan mandiri secara demokratis dengan memeperhatikan kecenderungan peserta didik secara individual yang menyangkut aspek kecerdasan akal dan bakat yang dititik beratkan pada pengembangan akhlak. konsep pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan lebih mengarah kepada konsep pendidikan pembebasan (humanisasi). Dan islam sendiri juga melarang semua bentuk penindasan, secara historis islam juga telah menerapkan pendidikan pembebasan sebagaimana yang telah diterapkan oleh nabi Muhammad saw, yaitu gerakan pembebasan dari eksploitasi, penindasan, dominasi dan ketidak adilan dalam segala aspeknya. Freire juga mengakui bahwa pendidikan juga merupakan momen kesadaran kritis manusia terhadap berbagai problem sosial yang ada dalam masyarakat. Pendidikan islam dan paulo freire sama-sama memiliki pandangan bahwa manusia terlahir dengan fitrah-fitrah tertentu yang dapat dikembangkan melalui pendidikan yang humanis.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/103</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 2 (2020); 41-60</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 2 (2020); 41-60</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/103/85</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/104</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:44:46Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID-19 STIT AL-IBROHIMY BANGKALAN</dc:title>
	<dc:creator>Fauzi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Strategi Pembelajaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masa Pandemi Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">STIT Al Ibrohimy Bangkalan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Covid-19 virus outbreak has a very broad impact in the joints of life, including the education sector. So that the government implements an Education policy in an Emergency Period for the Spread of the Corona Virus. This is in anticipation of the spread of the corona virus in schools and colleges. One of the points emphasized by the government is that learning carried out in schools and colleges is transferred to online learning at home. Learning is carried out from home using a laptop, computer, or smartphone accompanied by various applications that support the learning process. However, online learning that has been implemented since the Covid-19 pandemic, has had several problems faced by students and educators. We do not realize that the theory of learning strategies so far is mostly only concerned with the conventional (face-to-face) learning process. So that when there is an emergency phenomenon, the learning strategy will not run effectively and efficiently. Here, distance learning using online media is felt by the community to be burdensome for students by allocating special funds for purchasing expensive packages. Responding to such problems, the STIT al-Ibrohimy campus implemented government recommendations and also considered the condition of the Galis community with community-based online and offline learning process methods. The community-based learning process here is to provide MiFi assistance to students to be used to study in groups in a predetermined place while still paying attention to health protocols.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 2 (2020); 120-145</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 2 (2020); 120-145</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/104/88</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/105</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:44:46Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DALAM PANDANGAN SISWA MI AL-FALAH DAKIRING-BANGKALAN</dc:title>
	<dc:creator>Alfiyatin, Yuliana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pembelajaran daring, efektivitas pembelajaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daring</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam dunia pendidikan banyak sekali tantangan yang dihadapi seorang guru, seperti pengelolaan kelas, pemilihan media pembelajaran ataupun tentang pemilihan strategi,model ataupun metode pembelajaran yang semuanya untukmenciptakan kondisi yang efektif dengan tujuan menggiring siswa mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Yamin dan maisah berpendapat bahwa usaha guru dalam menciptakan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila: pertama, diketahui secara cepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses pembelajaran, kedua, dikenal masalah-masalah yang diperkirakan dan biasanya timbul dan dapat merusak iklim pembelajaran, ketiga, dikuasainya berbaga pendekatan dan pengelolaan kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana pendekatan digunakan.
Permasalahan-permasalahan di atas lebih cenderung permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar dikelas. Namun kini dunia sedang dilanda wabah secara global, pun juga Indonesia. Wabah ini dikenal dengan sebutan covid-19 atau coronavirus disease 19 yang menyerang manusia serta penularan manusia terhadap manusia.
Dunia Pendidikan di Indonesia saat ini khususnya Lembaga Pendidikan formal baik tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi menerapkan pembelajaran daring/jarak jauh melalui aplikasi online pendukung seperti telepon, whatsapp,classroom, dan sebagainya. Begitu pula pembelajaran ini juga diterapkan di MI Al-Falah Dakiring-Bangkalan. Melalui wawancara dengan kepala madrasah, wali kelas 1 sampai kelas 6 mendapatkan hasil bahwa pembelajaran daring diterapkan sejak akhir maret hingga sekarang, dan dalam proses penerapannya terdapat banyak kendala antara lain tidak semua siswa dan wali siswa mempunya HP android, sehingga usaha yang dilakukan adalah meminjam atau menumpang pada teman lain yang mempunyai HP android, selain itu terdapat kendala sinyal baik dari pihak ssiswa maupun guru dalam proses belajar mengajar, serta hasil rekapitulasi angket yang dilakukan terhadap seluruh siswa sejumlah 78 siswa MI Al-Falah Dakiring Bangkalan terkait efektivitas penerapan pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kriteria efektif dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa : (1)Berdasarkan hasil angket diperoleh, data yang didapat kurang dari 18% responden secara keseluruhan yang menjawab iya atau setuju. Artinya hal tersebut tidak memenuhi kriteria efektif dalam penerapan pembelajaran daring. Selain itu didukung dari hasil wawancara kepala madrasah dan para guru wali kelas yang menyatakan bahwa pembelajaran daring kurang efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar di MI Al-Falah Dakiring socah.(2) terdapat kurang dari 54% nilai ulangan harian siswa secara keseluruhan yang mendapat nilai diatas KKM pada mata pelajaran matematika pada saat penerapan pembelajaran daring yang berarti bahwa hal tersebut tidak memenuhi kriteria efektif dalam penerapan pembelajaran. Artinya pembelajaran daring kurang efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar di MI Al-Falah Dakiring socah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/105</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 2 (2020); 1-22</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 2 (2020); 1-22</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/105/84</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/106</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:44:46Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH: KONSEP, MODEL DAN IMPLEMENTASI</dc:title>
	<dc:creator>Rouf, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Said, Akhmad</dc:creator>
	<dc:creator>Eko Riyadi HS, Dedi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Konsep, Pengembangan Kuriklum pendidikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengembangan kurikulum&amp;nbsp; tidak dapat&amp;nbsp; lepas&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; berbagai&amp;nbsp; aspek&amp;nbsp; yang mempengaruhinya, seperti cara berpikir, sistem nilai yaitu moral, keagamaan, politik, budaya,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; sosial,&amp;nbsp; proses&amp;nbsp; pengembangan,&amp;nbsp; kebutuhan&amp;nbsp; peserta&amp;nbsp; didik,&amp;nbsp; kebutuhan masyarakat&amp;nbsp; maupun&amp;nbsp; arah&amp;nbsp; program&amp;nbsp; pendidikan. Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan secara nasional. Model-model pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut: Model Administratif, Model Pendekatan Grass Roots, Model Demonstrasi, Model Beauchamp, Model Roger’s, Model Pemecahan Masalah dan Taba’s Inverted Model. Adapun prosedur dalam pengembangan kurikulum meliputi perencanaan kurikulum, pengorganisasian kurikulum, penyusunan staf dan kontrol kurikulum. Implementasi kurikulum yang sukses, dihasilkan dari perencanaan hati-hati dan memperharikan dua hal penting yaitu &amp;nbsp;mengkomunikasikan rencana implementasi dan adanya dukungan semua sumber daya dalam implementasi tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/106</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 2 (2020); 23-40</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 2 (2020); 23-40</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/106/83</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/107</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:44:46Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN  TERHADAP TINGKAT BACA-TULIS SISWA</dc:title>
	<dc:creator>Mujiburrohman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perpustakaan Sekolah, SMP, Literasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karena dengan adanya perpustakaan bisa meningkatkan pemahaman dengan banyak membaca, baik yang berkaitan langsung dengan pelajaran di kelas, maupun yang berkaitan dengan masalah-masalah kehidupan secara luas. Adapun rumusan masalahnya adalah: bagaimanakah pengelolaan perpustakaan di SMP Negeri 2 Bangkalan, dan bagaimanakah peran Perpustakaan SMP Negeri 2 Bangkalan terhadap tingkat baca-tulis siswa.
Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan SMP Negeri 2 Bangkalan yang berlokasi di Jl. KH. Hasyim Asary no. 20 Bangkalan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sedangkan penelitiannya merupakan penelitian evaluatif, karena meneliti tentang pelaksanaan kebijakan pemerintah, yaitu Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah.
Penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan pengelolaan perpustakaan di UPTD SMP Negeri 2 Bangkalan sudah sesuai SNP, dan beberapa yang lain belum sesuai SNP. Sedangkan dari sisi literasi, penelitian menyimpulkan bahwa siswa-siswa SMP Negeri 2 Bangkalan cukup antusias mengunjungi dan meminjam koleksi perpustakaan. Terbukti dalam kurun waktu 8 bulan tercatat 4582 kali siswa berkunjung ke perpustakaan atau sekitar 25 siswa per hari. Dan terjadi peminjaman koleksi oleh siswa sebanyak 3869 judul koleksi atau sekitar 19 judul koleksi perhari dipinjam siswa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 2 (2020); 61-119</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 2 (2020); 61-119</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/107/87</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/108</identifier>
				<datestamp>2025-07-26T04:12:33Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IMPLEMENTASI  MODEL KOLABORATIF LEARNING   DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA  PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM </dc:title>
	<dc:creator>Siri, Abu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Model Kolaboratif, Sejarah, Kebudayaan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Menurut UUD No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalaian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dalam konteks islam pendidikan secara bahasa ada tiga kata yang digunakan yang pertama tarbiyah, atta’lim, dan tiga atta’dib,ketiga kata ini mengandung makna yang amat dalam, menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu samalain.Pada hakekatnya pendidikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu pendidikan berperan penting dalam pembangunaan untuk kemajuan suatu bangsa, sehingga tidak salah jika pemerintah senantiasa menigkatkan mutu pendidikan. Pendidikan dapat dilaksanakan dimana saja, salah satu lembaga yang memberikan pendidikan adalah sekolah. Sekolah merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar secara formal, yang bertujuan utuk meningkat mutu pendidikan. Dalam proses belajar mengajar dikatakan berhasil apabila siswa mampu memahami dan menguasai mata pelajaran yang diajarkan.
Proses pendidikan, baik dalam pembelajaran diperlukan perangkat-perangkat untuk menunjang dan memperlancar proses belajar mengajar. Dalam menerapkan pembelajaran diperlukan suatu model pembelajaran agar siswa dapat memahami materi dengan mudah serta proses belajar mengajarpun dapat berjalan sesuai dengan harapan dan tercapainya sebuah tujuan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/108</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 2 (2020); 146-186</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 2 (2020); 146-186</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/108/89</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/109</identifier>
				<datestamp>2024-01-12T22:44:46Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDIDIKAN PESANTREN DAN PEMBANGUNAN BANGSA  DALAM PANDANGAN  K.H. HASYIM ASY’ARI  </dc:title>
	<dc:creator>Mo&#039;tasim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">K.H. Hasyim Asy’ari, Pesantren, Islam Nusantara×</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Paper ini akan mendiskusikan bagaimana pesantren memberikan warna pokok dalam berbangsa, K.H. Hasyim Asy’ari&amp;nbsp; menyebutkan ada lima ajaran pokok Pesantren dalam membangun nilai Nusantara melalui pendiidan Pesantren. Pertama, Pesantren dengan system pendidikannya telah mengajak bangsa ini untuk mandiri secara ekonomi, politik dan budaya dan dalam kerja pengetahuan. Kedua, Pendidikan Pesantren telah mengajak dan memberikan pesan persatuan bangsa se-Nusantara, bhineka tunggal ika. Ketiga, Pengetahuan diabdikan untuk kepentingan nusa dan bangsa, itu sebabnya pesantren mengajarkan berbagai jenis kebudayaan Nusantara. Keempat, Karena dalam sejarah pergaulan muslim sangat rapat dengan bangsa lain, maka pesantren mengajarkan cara bersiasah dan bergaul dengan bangsa lain, Kelima, Pesantren mengajarkan kepada semua bangsa untuk memaksimalkan potensi ekonomi dan sumber daya negri ini, itu sebabnya pesantren hadir di tempat-tempat mata air dan suber kekayaan alam. Pendidikan Kemaslahatan yang diajarkan di Pesantren akan berpengaruh kepada sikap inklusifitas dan keterbukaan bangsa dalam menyikapi keberagaman nusantara.
&amp;nbsp;
Abstract
This paper will discuss how Pesantren gives the main color of Nusantara, K.H. Hasyim Ash&#039;ari mentioned there are five basic teachings of Pesantren in building the value of Islam Nusantara through the Islamic boarding school. First, Pesantren with its education system has invited this nation to be independent economically, politically and culturally and in working knowledge. Secondly, Pesantren’s Education has invited and gave the message of unity of the nation, “bhineka tunggal ika”. Third, Knowledge is devoted to the interests of the nation and the nation, that&#039;s why Pesantren teaches various types of Nusantara culture. Fourth, because in the history of the Muslim community is very close to other nations, the Pesantren teaches how to deal with and associate with other nations, Fifth, Pesantren teaches all nations to maximize the economic potential and resources of this country, that is why pesantren present in the places of the eye water and natural resources.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 5 No. 2 (2020); 188-210</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 5 No 2 (2020); 188-210</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/109/90</dc:relation>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/116</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:06:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KESALAHAN MAKNA PADA TERJEMAHAN (ARAB-INDONESIA): SANTRIWATI KELAS III REGULER A TMI AL-AMIEN PRENDUAN SUMENEP MADURA TAHUN AJARAN 2020-2021 M</dc:title>
	<dc:creator>Anisya, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Bidari</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Semantik, Kesalahan Makna, Terjamahan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Terjemah merupakan salah satu proses pengalihan bahasa dari teks bahasa Arab pertama ke bahasa sasaran. Dalam bahasa Arab terdapat istilah Ilmu ad-Dilalah atau semantik yaitu kajian tentang makna. Salah satu pembagian makna diantaranya makna leksikal adalah makna hakiki (makna asli) yang terdapat dapat kamus, namun makna leksikal tersebut dapat berubah seiring dengan keadaan dan situasi, dan inilah yang disebut dengan makna kontekstual. Permasalahan yang ditemukan dalam pejaran tarjamah adalah mayoritas hasil terjemahan teks arab tidak sesuai dengan konteks. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesalahan makna kontekstual pada teks bahasa Arab dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahan makna kontekstual tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif lapangan, metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi/ pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Instrumen untuk mendapatkan data tersebut adalah buku tulis santriwati yang berisi teks hasil terjemah. Serta sumber datanya adalah santriwati Marhalah Tsanawiyah kelas III Reguler A. Analisis datanya menggunakan analisis kesalahan (Error Analysis) dengan cara mengumpulkan sampel (kesalahan terjemahan Arab-Indonesia) dan mengidentifikasi sampel (kesalahan).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/116</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i1.116</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 1 (2021); 1-23</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 1 (2021); 1-23</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/116/97</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Nur Anisya, Bidari</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/120</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:06:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SEJARAH SOSIAL LITERASI DI INDONESIA;: DARI TRADISI ISLAM HINGGA PERUMUSAN KEBIJAKAN </dc:title>
	<dc:creator>AR, Zaini Tamin</dc:creator>
	<dc:creator>Mollah, Moch. Kalam</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Literasi, Tradisi Islam, Kebijakan Pendidikan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Beberapa penelitian menggambarkan tingkat literasi membaca siswa Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan siswa di beberapa negara di dunia. Padahal, dalam dalam perkembangan pendidikan, urgensi literasi tidak dapat dikesampingkan. Oleh sebab itu, penelitian ini berupaya menganalisis pendidikan literasi di Indonesia dalam konteks historis dan politis. Penelitian pustaka ini menyimpulkan bahwa literasi sejatinya merupakan tradisi kuat dalam sejarah Islam. Namun, sejarah ini baru dapat dikontekstualisasikan beberapa tahun ini melalui kebijakan pemerintah melalui gerakan literasi nasional dan internalisasi literasi pada kurikulum pendidikan nasional. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk meningkatkan mutu pendidikan di ataranya: Pertama, membumikan makna iqra’ – yang sebenarnya merupakan tradisi Islam yang menyejarah – dalam membangun generasi literasi di Indonesia. Kedua, rumusan kebijakan literasi harus segera dimaksimalkan dan menjadi gerakan nasional.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/120</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i1.120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 1 (2021); 24-41</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 1 (2021); 24-41</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/120/98</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Zaini Tamin AR, Moch. Kalam Mollah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/124</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:06:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DINAMIKA DAN PERUBAHAN SOSIO-RELEGIO KULTURAL PONDOK PESANTREN SALAFIYAH DAN SALAFI </dc:title>
	<dc:creator>Afandi</dc:creator>
	<dc:creator>Mukminin, Moh Amiril</dc:creator>
	<dc:creator>Syahid, Ishaq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pondok Pesantren, Salafi, Salafiyah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Eksistensi pesantren memang telah tumbuh jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.Pertumbuhan dan perkembangan pesantren sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan Agama Islam di Indonesia.Perjalanan pesantren sebagai lembaga pendidikan sangat menakjubkan.Pada era berdirinya kerajaan Islam, pesantren memperoleh tempat utama sebagai tempat masyarakat belajar berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu agama Islam.Selanjutnya di jaman penjajahan, Belanda memperkenalkan sistem pendidikan barat yang dinamakan sekolah. Sekolah ini yang kemudian dipandang masyarakat sebagai sarana untuk menuju masyarakat modern, sedangkan pesantren dianggap mempertahankan tradisi kolot. Kondisi ini sengaja diciptakan untuk menggerus pengaruh pesantren, karena pesantren oleh penjajah dianggap sebagai basis para pejuang kemerdekaan.
Sedangkan&amp;nbsp; pondok&amp;nbsp; pesantren&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; terminologi&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; lembaga pendidikan agama Islam, umumnya kegiatan tersebut diberikan dengan cara non klasikal (bandongan dan sorogan) dimana seorang kyai mengajar para santrinya berdasarkan kitab-kitab yang ditulis&amp;nbsp; dalam bahasa Arab oleh para ulama besar sejak abad pertengahan, sedangkan para santri biasanya tinggal di asrama tersebut.
Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam pertama di Indonesia. Menurut Agus Sunyoto, Menjelang akhir Majapahit, pesantren-pesantren yang menggantikan asrama dan dukuh Syiwa-buddha telah tumbuh berkembang menjadi lembaga pendidikan tempat siswa menuntut ilmu. Menurut Abdurrahman Wahid pesantren adalah lembaga yang diambil dari sistem mandala, lembaga pendidikan pra Islam di jaman Majapahit.
Pondok&amp;nbsp; pesantren Salafiyah&amp;nbsp; (PPS)&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; para Sosiolog&amp;nbsp; sering&amp;nbsp; disebut dengan&amp;nbsp; pondok&amp;nbsp; pesantren&amp;nbsp; “tradisional”,&amp;nbsp; artinya&amp;nbsp; pondok&amp;nbsp; pesantren&amp;nbsp; yang selalu&amp;nbsp; melestarikan&amp;nbsp; tradisi&amp;nbsp; masa&amp;nbsp; lalu,&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; istilah&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lebih menunjukkan&amp;nbsp; pada &amp;nbsp;makna&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; umum&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; mungkin&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; lebih dominannya warna lokal dari pada Timur Tengah. Sedangkan gerakan pondok pesantren Salafi tidak lepas dari istilah gerakan Wahabi. Nama gerakan Wahabi adalah sebuah kelompok yang di-nisbah-kan kepada Muhammad ibn Abdul Wahāb.
Asimilasi sosio-kultural yang dilakukan adalah membumikan Islam sesuai budaya setempat, mengislamkan anasir Hindu, memanfaatkan ajaran Kapitayan.Mendirikan lembaga pendidikan seperti asrama syiwa-budha yang nanti disebut pesantren, mengubah ajaran Bhairawa-Tantra dan mengubah kebiasaan dan tradisi keagamaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/124</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i1.124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 1 (2021); 42-69</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 1 (2021); 42-69</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/124/100</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Afandi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/125</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:06:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI KOMUNIKASI BRANDING PERGURUAN TINGGI</dc:title>
	<dc:creator>Arifin, Moh. Samsul </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Strategi Komunikasi, Branding, Sekolah Tinggi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Persaingan kampus-kampus baru di kabupaten Bangkalan beberapa tahun&amp;nbsp; terakhir menjadi lebih ketat. Dari data Kopertais wilayah-IV Surabaya, sudah ada 10 perguruan&amp;nbsp; tinggi yang terdaftar dalam kurun waktu tak sampai 15 tahun, dan diperkirakan beberapa kampus baru akan bermunculan lagi di masa yang akan datang.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi, STIT Al-Ibrohimy Bangkalan memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik, mengelola dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan demikian diharapkan para lulusannya dapat berguna dan diterima oleh masyarakat, serta dapat diserap dengan baik oleh lapangan kerja. Akan tetapi untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan suatu usaha dan strategi yang tepat mengingat semua perguruan tinggi memiliki tujuan yang sama.
STIT Al-Ibrohimy Bangkalan sendiri didirikan pada tahun 2007 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Ibrohimy desa Galis Kabupaten Bangkalan. Memiliki 3 Program Studi, yaitu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah/SD dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, STIT Al-Ibrohimy Bangkalan yang juga secara geografis berada di tengah-tengah kabupaten Bangkalan memiliki jarak tempuh seimbang baik ke ujung barat dan timur atau utara ke selatan kabupaten ini, memiliki status strategis yang seharusnya dimanfaatkan dengan baik oleh pengelola kampus. Dijadikan nilai unggul yang tidak dimiliki kampus lainnya di Bangkalan, juga dapat disampaikan kepada masyarakat melalui strategi branding yang terencana dengan baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/125</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i1.125</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 1 (2021); 70-102</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 1 (2021); 70-102</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/125/101</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Moh. Samsul  Arifin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/126</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:06:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PERSPEKTIF ISLAM </dc:title>
	<dc:creator>Husni, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Hasyim</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam kajian modern sains, jiwa sebagai objek materil konseling tidak dipandang sebagai subtansi materil yang berkelindan antara dunia fisik dan metafisik, tetapi hanya terlingkar pada sistem biologis semata ataupun terpaku pada kecanggihan sistem neurologis otak. Hal ini berbeda jika dipandang dari konseling Islam yangreligion sains, para filosof muslim seperti Ibnu Miskawaih, Ibnu Sina, Mulla Shadra memandang jiwa—sebagai objek materil konseling, memiliki substansi immateril (metafisik) yang terkait erat dengan intelek samawi yang immaterial pula. bimbingan konseling Islam berdimensi luas, capaiannya tidak hanya sebatas mengoptimalkan perkembangan pribadi-sosial, perkembangan karir, dan perkembangan belajar atau akademik konseli, melainkan jauh lebih luas yakni mengoptimalkan dimensi immateril mereka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/126</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i1.126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 1 (2021); 103-124</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 1 (2021); 103-124</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/126/102</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muhammad Husni, Hasyim Muhammad</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/128</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:06:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI  MEDIA SOSIAL“AL IBROHIMY TV” DALAM MENYIARKAN KEGIATAN PONDOK PESANTREN AL IBROHIMY GALIS BANGKALAN</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">STRATEGI  MEDIA SOSIAL“AL IBROHIMY TV” DALAM MENYIARKAN KEGIATAN PONDOK PESANTREN AL IBROHIMY GALIS BANGKALAN</dc:title>
	<dc:creator>Fauzi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Toyyib, Moh.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">media sosial, al ibrohimy tv, pesantren</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">media sosial, al ibrohimy tv, pesantren</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di era digitalisasi saat ini, media sosial seolah menjadi sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya akun di media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Facebook. Dengan banyaknya pengguna di media sosial, tidak heran jika platform ini sering digunakan di segala bidang bisnis, pendidikan, sosial dan lain sebagainya. Media sosial pada umumnya dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan seseorang dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Platform ini juga berguna untuk menjalin silaturrahmi, menambah relasi, bahkan saat ini banyak orang yang memanfaatkannya sebagai tempat unjuk karya. Saat ini banyak lembaga dan instansi pendidikan yang juga memanfaatkan kecanggihan media sosial dalam mendukung kegiatannya yang berguna untuk menyiarkan kegiatan madrasah masing-masing. Salah satunya adalah yayasan al-Ibrohimy yang memanfaatkan media sosial sebagai wadah eksistensi dakwah baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat. “Al Ibrohimy TV” merupakan media sosial milik Yayasan Al Ibrohimy Bangkalan yang fokus menyebarluaskan hal-hal positif antara lain informasi, postingan kegiatan di pondok pesantren dan hal-hal yang dianggap pantas untuk diposting mengenai Al Ibrohimy dengan harapan dapat menjadi forum promosi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. kemajuan proses pendidikan di lingkungan pesantren.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Di era digitalisasi saat ini, media sosial seolah menjadi sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya akun di media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Facebook. Dengan banyaknya pengguna di media sosial, tidak heran jika platform ini sering digunakan di segala bidang bisnis, pendidikan, sosial dan lain sebagainya. Media sosial pada umumnya dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan seseorang dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Platform ini juga berguna untuk menjalin silaturrahmi, menambah relasi, bahkan saat ini banyak orang yang memanfaatkannya sebagai tempat unjuk karya. Saat ini banyak lembaga dan instansi pendidikan yang juga memanfaatkan kecanggihan media sosial dalam mendukung kegiatannya yang berguna untuk menyiarkan kegiatan madrasah masing-masing. Salah satunya adalah yayasan al-Ibrohimy yang memanfaatkan media sosial sebagai wadah eksistensi dakwah baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat. “Al Ibrohimy TV” merupakan media sosial milik Yayasan Al Ibrohimy Bangkalan yang fokus menyebarluaskan hal-hal positif antara lain informasi, postingan kegiatan di pondok pesantren dan hal-hal yang dianggap pantas untuk diposting mengenai Al Ibrohimy dengan harapan dapat menjadi forum promosi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. kemajuan proses pendidikan di lingkungan pesantren.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/128</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i1.128</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 1 (2021); 125-148</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 1 (2021); 125-148</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/128/103</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muhammad Fauzi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/129</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:06:26Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DAN DINAMIKA  PENGEMBANGAN INTELEKTUAL SANTRI</dc:title>
	<dc:creator>Saro&#039;i, Mohammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistem pendidikan, pesantren, pengembangan intelektual</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia disinyalir mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat sejalan dengan perkembangan zaman saat ini. Perubahan tersebut senantiasa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap model kehidupan manusia dalam berbagai aspek. Meskipun demikian, masih ada penilaian yang nigatif dari sebagian masyarakat tentang dunia pesantren, dengan memberikan stigma bahwa pendidikan pesantren termasuk pendidikan yang tertinggal dan tidak mengikuti perkembangan zaman. Fakta ini, menjadi dasar penulis untuk mengenal lebih dalam tentang sistem pendidikan pesantren dan pengembangan intelektual dengan tujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang sistem pendidikan yang ada di lingkungan pesantren dalam mengembangkan intelektual santri. Dalam rangka menjawab permasalahan di atas, penulis menelaah dari beberapa literatur. Akhir dari artikel ini, penulis mengungkap fakta bahwa sistem pendidikan pesantren telah mampu mengembangkan intelektual para santri, hingga pesantren tidak hanya mencetak para santrinya menjadi orang yang religius, melainkan ulama’ yang intelek, dan mempunyai wawasan yang luas dan modern.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/129</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i1.129</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 1 (2021); 149-173</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 1 (2021); 149-173</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/129/104</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mohammad Saro&#039;i</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/132</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:04:44Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERADABAN ISLAM; KEJAYAAN DAN KEMUNDURANNYA </dc:title>
	<dc:creator>Fauzi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Jannah, Siti Aminatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peradaban Islam, Kemunduran, Kejayaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Negara dengan teknologi paling maju di dunia ditempati oleh beberapa negara non islam. Misalnya &amp;nbsp;Jepang dengan teknologi tranportasinya, peneliti Jepang pun telah memenangkan banyak penghargaan Nobel. Amerika Serikat dengan eksplorasi ruang angkasa, dan teknologi pertahanan dan telekomunikasinya. Negara Adi Kuasa ini memiliki militer paling kuat dan berteknologi paling maju di dunia. Israel juga tidak ketinggalan membuntuti negara tersebut di atas. Sekitar 35% ekspor Israel ke seluruh dunia terkait dengan teknologi. Israel adalah satu di antara lima besar penguasa ilmu antariksa. Negara ini juga dikenal karena inovasi di industri pertahanan seperti Iron Dome yang legendaris serta mengembangkan kendaraan udara tak berawak pertama (UAV) dengan pengawasan real-time.
Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat di negara barat tersebut, lalu bagaimana dengan keadaan negara-negara islam yang masih tertinggal jauh. Ketika negara barat sudah mulai menelusuri angkasa dengan keilmuannya, negara islam masih terjebak dengan masalah-masalahnya sendiri, seperti perang sipil di beberapa negara timur tengah. Dari masa ke masa manusia mengalami berbagai macam interaksi budaya sehingga terjadilah percampuran budaya seperti yang terjadi antara kebudayaan barat dan peradaban islam. Peradaban adalah bagian-bagian dari kebudayaan yang memiliki sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang luas.[1]
Dalam sejarahnya islam mengalami kemajuan dan kemunduran dalam peradabannya. Di masa kejayaannya, islam memiliki peradaban yang sangat berkembang pesat baik di bidang keilmuan, ekonomi, sosial, dan politik. Dimana pada masa itu islamlah yang menajadi negeri adidaya. Namun kejayaan itu tidak terus berlangsung. Puncaknya ketika runtuhnya dinasti Turki Utsmani yang sekaligus menjadi penutup dari kepemimpian islam pada tahun 1924.[2]
Kemunduran itu masih terus berlangsung hingga sekarang dimana masih banyak negeri islam yang masih menglami ketertinggalan. Maka dari itu butuh dikaji lebih lanjut apa yang menjadi penyebab dari kemunduran peradaban islam sekarang dengan melihat kembali pada sejarah peradaban islam yang telah lalu.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/132</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i2.132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 2 (2021); 1-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 2 (2021); 1-26</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/132/105</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muhammad Fauzi, Siti Aminatul Jannah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/175</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:04:44Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBENTUKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL SURAH AL FATIHAH  PADA ANAK USIA DINI : (Studi Kasus dalam keluarga Hafidzul Qur&#039;an di Desa Tlagah)</dc:title>
	<dc:creator>Toyyib, Moh</dc:creator>
	<dc:creator>Syahid, ishaq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembentukan, surah Al fatihah, Anak usia dini</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembentukan kemampuan menghafal yang akan ditulis dalam jurnal ini adalah kemampuan menghafal surah Al fatihah yang merupakan surah pertama dalam Al qur’an. Penanaman nilai-nilai agama melalui hafalan surah Al fatihah ini sangat baik dilakukan terhadap anak sejak usia dini. Kebiasaan yang diajarkan orang tua di rumah dalam membentuk hafalan surah Al fatihah ini menjadi alasan ketertarikan penulis untuk menulis jurnal ini. Tujuan dalam penuisan jurnal ini adalah sebagai bentuk perhatian pada orang tua agar bisa membiasakan serta mengajarkan kebiasaan yang baik sejak dini termasuk membentuk hafalan surah Al fatihah ini. Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus di desa Tlagah Galis Bangkalan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode triangulasi. Subjek yang akan diteliti sebanyak 3 kelurga tahfidzul qur’an yang berdomisili di desa Tlagah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ada perbedaan metode dari ketiga keluarga tahfidzul qur’an tersebut yang sudah dibiasakan pada anaknya agar bisa menghafal surah Al fatihah ini, keluarga pertama yakni keluarga Gus Sodik dan Umi Sara yang membiasakan anaknya setiap mau jalan-jalan di atas sepeda motornya dibiasakan memperdengarkan dan melafadzkan ayat-ayat dalam surah Al fatihah tersebut. sedangkan keluarga Gus Toni dan neng Farideh membiasakan anaknya diperdengarkan ayat-ayat surah Al fatihah tersebut melalui media kaset dan hp. Dan keluarga terakhir adalah keluarga Gus Mujally dan Neng Atiqo yang membiasakan anak-anaknya diperdengarkan mulai dari sejak bayi saat masih dalam gendongan orang tuanya. Dari hasil wawancara ini penulis menyimpulkan bahwa ketiga keluarga ini sangat religius yang membiasakan anak-anaknya mulai sejak dini diperdengarkan surah yang dikenal dengan sebutan “Ummul Qur’an”ini meskipun metodenya berbeda tapi tujuannya tetap sama.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/175</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i2.175</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 2 (2021); 27-53</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 2 (2021); 27-53</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/175/111</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Moh Toyyib, ishaq Syahid</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/176</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:04:44Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KURIKULUM DAN MASYARAKAT</dc:title>
	<dc:creator>Halil, Hermanto</dc:creator>
	<dc:creator>Alfiyatin, Yuliana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masyarakat, media sosial, dan kurikulum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Society, social media, and curriculum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masyarakat senantiasa berubah dan akan terus berubah dari masa ke masa. Masyarakat di era modernisasi sangat jauh berbeda dengan masyarakat pada sebelum ini, dan akan berbeda dengan masyarakat pada anak cucu kita nanti. Dan yang jelas semakin banyak tuntutan masyarakat dalam rangka mengimbangi pola dan gaya hidup saat ini. Perubahan itu jelas akan mempengaruhi cara atau gaya hidup dan cara berpikir kita. Dunia yang luas ini, kini tidak lagi menjadi kendala perhubungan manusia. Segala sesuatu yang dianggap penting oleh manusia, akan terpublish di media sosial. Pendek kata, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu memanjakan manusia. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa ciri masyarakat itu adalah dinamis. Dikarenakan banyaknya tuntutan pola da gaya hidup. Kurikulum, dengan demikian, harus elastis dan fleksibel serta dinamis mengikuti arus perkembangan yang terus diusahakan oleh manusia itu. Kurikulum yang dinamis&amp;nbsp; penting untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, sebab sifatnya yang fungsional dan mempersiapkan anak untuk menghadapi masalah-masalah di dalam masyarakat tempat mereka hidup.
&amp;nbsp;
Abstract
Society is always changing and will continue to change from time to time. Society in the modernization era is very much different from the society in the past, and will be different from the society for our children and grandchildren later. And what is clear is that there are more and more demands from society in order to balance the current patterns and lifestyles. These changes will obviously affect the way or lifestyle and our way of thinking. This vast world is now no longer an obstacle to human communication. Everything that is considered important by humans will be published on social media. In short, advances in science and technology can spoil humans. As we all know, the characteristics of society are dynamic. Due to the many demands of the pattern and lifestyle. The curriculum, therefore, must be elastic and flexible as well as dynamic following the current of developments that are continuously being pursued by humans. A dynamic curriculum is important for maintaining human survival, because it is functional and prepares children to face problems in the society in which they live.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/176</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i2.176</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 2 (2021); 54-72</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 2 (2021); 54-72</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/176/106</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Hermanto Halil</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/177</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:04:44Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI</dc:title>
	<dc:creator>Su&#039;eb</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ilmu, Pengetahuan, Muslim</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam kehidupan dunia, ilmu pengetahuan mempunyai peran yang sangat penting. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan memberikan kemudahan bagi kehidupan, baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan bermasyarakat. Di samping ayat–ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu, al-Qur’an juga mendorong umat Islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu. Dalam hubungan inilah konsep membaca, sebagai salah satu wahana menambah ilmu, menjadi sangat penting dan Islam telah sejak awal menekankan pentingnya membaca. Mencari dan menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan. Rasululullah SAW menjadikan kegiatan menuntut ilmu dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh kaum Muslimin untuk menegakkan urusan-urusan agamanya, sebagai kewajiban yang Fardlu ‘Ain bagi setiap Muslim. Ilmu yang Fardlu Ain yaitu ilmu yang setiap orang yang sudah berumur aqil baligh wajib mengamalkannya yang mencakup ilmu aqidah, mengerjakan perintah Allah, dan meninggalkan laranganNya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/177</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i2.177</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 2 (2021); 73-89</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 2 (2021); 73-89</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/177/107</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Su&#039;eb</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/178</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:04:44Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTEGRASI ANTARA KEILMUAN DAN AGAMA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Muhaimin</dc:creator>
	<dc:creator>Afandi, Idris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">science, religion, islamic education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keilmuan, Agama, Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Korelasi ilmu dan agama, baik secara ontologi, epistemologi maupun aksiologi selalu memunculkan persoalan yang menjadikan diskusi sengit bermula dari temuan Copernicus dan berlanjut sampai pada masa Galileo Galilei&amp;nbsp; tentangheliosentris alam semesta yang berbeda pandangan dengan gereja yang menyatakan geosentris alam semesta. Pandangan Ibn Arabi terkait dengan esensi alam semesta dapat dijadikan rujukan sebagai basis konsep integrasi ilmu, utamanya yang berkaitan dengan obyek-obyek ilmu, sumber dan&amp;nbsp; klasifikasi ilmu, serta metode ilmiah, dan lain-lainnya, tentunya dengan menggunakan metode yang berbeda-beda sesuai dengan tabiat obyek-obyeknya, yaitu metode Tajribi (”eksperimental”), atau metode Burhani (”demonstratif”) maupun metode Irfani (”intuitif / gnostik”). Implikasi integrasi tersebut setidaknya dapat mencakup tiga hal: Pertama; kurikulum, kurikulum ini bisa jadi dalam bentuk penyusunan silabus yang mencakup&amp;nbsp; dua isu fundamental, yaitu “epistemologi”, dan “etika”. Kedua; implikasi pada proses belajar-mengajar, dimana proses ini mempunyai peranan yang sangat penting pada ranah imajinasi kreatif sebagai metode alternatif selain metode “deduktif” dan “induktif”, karena dalam perumusan teori, imajinasi kreatif melampaui proses penalaran yang sangat logic. Ketiga;&amp;nbsp; implikasi yang berhubungan dengan aspek pendidikan social- keagamaan, dengan paradigma integratif, peserta didik akan dapat diajak untuk berfikir secara holistik dan tidak parcial dalam menghayati kemajemukan keyakinan dan keberagamaan.
&amp;nbsp;
Abstract
The correlation of science and religion, both ontologically, epistemologically and axiologically, always raises issues that make heated discussions begin with Copernicus&#039; findings and continue until the time of Galileo Galilei about the heliocentric universe which differs from the church&#039;s view that states the universe is geocentric. Ibn Arabi&#039;s view related to the essence of the universe can be used as a reference as a basis for the concept of integration of science, especially with regard to objects of science, sources and classification of science, as well as scientific methods, and others, of course by using different methods according to the nature of the objects, namely the Tajribi method (&quot;experimental&quot;), or the Burhani method (&quot;demonstrative&quot;) and the Irfani method (&quot;intuitive / gnostic&quot;). The implications of such integration can include at least three things: First; curriculum, this curriculum can be in the form of syllabus preparation which includes two fundamental issues, namely &quot;epistemology&quot;, and &quot;ethics&quot;. Second; implications for the teaching and learning process, where this process has a very important role in the realm of creative imagination as an alternative method to the &quot;deductive&quot; and &quot;inductive&quot; methods, because in the formulation of theory, creative imagination goes beyond a very logical reasoning process. Third; implications related to aspects of socio-religious education, with an integrative paradigm, students will be invited to think holistically and not partially in living the plurality of beliefs and diversity.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/178</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i2.178</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 2 (2021); 90-102</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 2 (2021); 90-102</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/178/108</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muhaimin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/179</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:04:44Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">METODE PENANAMAN KARAKTER RELIGIUS </dc:title>
	<dc:creator>Ainurrofiq, Mahbub</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Metode, Karakter, Religius.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lingkup penelitian ini adalah SMP Al Hamidiyah Blega yang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di daerah pedalaman atau pedesaan. Akan tetapi, sekolah tersebut sangat mengutamakan anak didiknya hidup sesuai dengan ajaran agama Islam. Dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan keislaman seperti shalat dhuha, membaca Al-Qur’an, menghafal juz 30, shalat dzuhur berjamaah, berdoa dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja metode penanaman karakter religius yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Al Hamidiyah Blega, dan untuk mengetahui Hasil penanaman karakter di SMP Al hamidiyah Blega. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan, dengan menggunakan pendeketan deskriptif, dalam mengumpulkan data yang ada di lapangan peneliti menggunakan metode Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis Deduktif, serta menggunakan empat pengecekan keabsahan data yaitu transferability, confirmability, credibility dan dependability. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Al Hamidiyah Blega, yaitu keteladanan, penanaman kedisiplinan, pembiasaan, menciptakan suasana kondusif, integrasi dan internalisasi, sentuhan hati, dan repetisi (pengulangan). Hasil dari penanaman karakter religius di SMP Al Hamidiyah Blega yaitu setelah dilakukan nya metode penanaman karakter religius oleh Guru Pendidikan Agama Islam dan guru PAIdapat dilihat bahwa siswa sudah cukup baik memiliki karakter religius walaupun belum mencapai hasil yang maksimal. sikap yang sudah dimiliki siswa yaitu beriman dan bertakwa kepada Allah dan rosul-Nya berikut seluruh ajaran-Nya, selalu bersyukur, sopan dan santun, disiplin, cinta tanah air, tanggung jawab, empati dan rela berkorban, jujur, tolong menolong, dan ikhlas.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/179</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i2.179</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 2 (2021); 103-124</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 2 (2021); 103-124</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/179/109</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Mahbub Ainurrofiq</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/180</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T14:04:44Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMBINAAN POTENSI SISWA MELALUI KEGIATAN MUHADHOROH  DI MADRASAH DINIYAH NURUD DHOLAM AMPARA’AN KOKOP BANGKALAN</dc:title>
	<dc:creator>Muksin</dc:creator>
	<dc:creator>Munajib</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pembinaan, Potensi, Muhadloroh</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang menampung peserta didik untuk di bina agar peserta didik memiliki kemampuan, kecerdasan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan diperlukan pembinaan yang terarah agar peserta didik dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga tujuan pendidik dapat tercapai.
Setiap peserta didik memiliki potensi atau bakat yang harus dibina dan di kembangkan.Upaya sekolah ataupun lembaga dalam mengembangkan potensi atau bakat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler.Sebagai mana yang telah di laksanakan di madrasah Nurud Dholam kepala madrasah dan juga dewan guru dalam membina potensi atau bakat santri melalui kegiatan muhadhoroh.
Berdasarkan dari latar belakang di atas maka rumusan masalah sebagai berikut, bagaimana pembinaan potensi siswa melalui kegiatan muhadhoroh di Madrasah Diniyah Nurud Dholam, bagaimana bentuk-bentuk kegiatan dalam muhadhoroh yang dapat mengembangkan potensi siswa di Madrasah Diniyah Nurud Dholam.
Penelitian ini di lakukan di lembaga Madrasah Diniyah Nurud Dholam Ampara’an Kokop Bangkalan.Janis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.Dan mengumpulan datanya di lakukan dengan metode Observasi, interview/wawancara dan dokomentasi. Kemudian data di analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan potensi dan bakat santri di madrasah Nurud Dholam meliputi kegiatan ekstrakurikuler seperti: Muhadhoroh, Isro’ Mikraj dan peringatan Tahun Baru Islam (Hijriyah). Dalam kegiatan ektrakurikuler muhadhoroh santri diberi tugas serangkaian acara yang dilaksanakan di muhadhoroh seperti: MC, Qiro’at, Sambutan, Asroful Anam, dan acara inti yang isi dengan Tahlil bersama. Kendala dalam kegiatan muhadhoroh adalah: cuaca hujan, tempat yang kurang strategis dan mati lampu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/180</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v6i2.180</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 6 No. 2 (2021); 125-152</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 6 No 2 (2021); 125-152</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/180/110</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Muksin, Munajib</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/182</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:44:04Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STRATEGI MENUMBUHKAN MINAT DAN MEMBANGUN SEMANGAT SISWA DALAM BELAJAR DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 GRESIK</dc:title>
	<dc:creator>Anwar Abidin, Acmad</dc:creator>
	<dc:creator>Ismawati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">minat, semangat, belajar siswa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada penelitian ini mengetengahkan beberapa masalah antara lain yaitu :&amp;nbsp; bagaimana minat dan semangat belajar siswa,&amp;nbsp; faktor –faktor apa saja yang mempengaruhi minat dan semangat belajar siswa dan bagaimana cara menumbuhkan minat dan semangat siswa dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif&amp;nbsp; berjenis studi kasus di MIN 2 Gresik. Berdasarkan pada analisis data yang dilakukan penulis, dapat diambil kesimpulan bahwa minat belajar seseorang terhadap pelajaran tidak muncul dengan sendirinya akan tetapi banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, diantaranya yaitu faktor internal dan faktor eksternal, karena faktor itulah yang mendorong siswa dalam menumbuhkan minat dalam belajar. Selain itu ada strategi yang harus dimiliki dalam menumbuhkan semangat belajar, baik dari lingkungan sekolah, rumah,maupun dimasyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/182</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i1.182</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 1 (2022); 1-14</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 1 (2022); 1-14</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/182/112</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Acmad Anwar Abidin, Ismawati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/186</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:44:04Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Muchlis, Ibrohim</dc:creator>
	<dc:creator>Wahed, Abd</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Islam, Tradisi, Modernisasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pendidikan Islam merupakan salah satu aspek dari seluruh ajaran Islam, sebab tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan kehidupan manusia, yaitu menciptakan pribadi yang selalu bertakwa kepada Allah SWT, dan dapat mencapai kehidupan bahagia dunia dan akhirat. Dalam konteks sosial kemasyarakatan, bangsa dan negara, maka pribadi yang bertakwa ini menjadi rahmatan lil alamin, baik dalam skala kecil maupun besar. Tujuan hidup manusia dalam Islam inilah yang dapat disebut juga sebagai tujuan akhir pendidikan Islam.
Tujuan tersebut lebih praktis, sehingga konsep pendidikan Islam tidak sekedar idealisasi beberapa ajaran Islam semata. Dengan kerangka tujuan yang lebih praktis tersebut dapat dirumuskan beberapa harapan tertentu dalam tahapan proses pendidikan, sekaligus nilai dari hasil yang telah tercapai. Tujuan khusus tersebut bertahap pada penguasaan anak didik kepada bimbingan yang diberikan dalam berbagai aspek, yaitu pikiran, perasaan, kemauan, intuisi, keterampilan, atau dengan istilah lain kognitif, efektif, dan motorik. Dari berbagai tahapan inilah kemudian muncul tujuan yang lebih terperinci dan lengkap dengan berbagai materi, metode, dan sistem evaluasi yang disebut dengan kurikulum dan diperinci lagi menjadi silabus dari berbagai materi bimbingan yang akan diberikan kepada anak didik.
Perkembang zaman menjadikan pendidikan Islam pasang surut baik mulai dari masa kejayaan hingga masa ruhtuhnya pendidikan islam itu sendiri. Masa kejayaan pendidikan islam diwarnai oleh pemahaman dalam bidang, matematika yang dikembangkan menjadi teori bilangan, aljabar, geometri analitis dan trigonometri. Kemudian dibidang fisika dan dikembangkan menjadi ilmu mekanika dan optika, lalu dalam bidang geologi dan dikembangkan menjadi geodesi, mineralogi dan meteorolgi. Sedangkan pada masa kemudurannya pendidikan islam bermula pada setelah pola pemikiran rasional diambil alih oleh pengembangan barat dan dunia Islam meninggalkan poleh pemikiran tersebut dan beralih terhadap kehidupan kebatinan, sehingga mengabaikan perkembangan dunia material, dan dampaknya ialah pola pendidikan islam yang dikembangkan tidak lagi menghasilkan pendidikan dan budaya material, hingga dari aspek inilah pendidikan islam dan kebudayaannya mengalami kemunduran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/186</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i1.186</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 1 (2022); 15-31</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 1 (2022); 15-31</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/186/113</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Ibrohim Muchlis, Abd Wahed</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/187</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:44:04Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERIODISASI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Fauzi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Moh. Samsul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pendidikan Karakter, madrasah, siswa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Karakter berkaitan dengan teknis dan cara yang digunakan untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan ke dalam sebuah tingkah laku maupun tindakan. Karakter diperoleh dari nilai-nilai atau pandangan seseorang yang diwujudkan ke dalam bentuk tingkah laku. Dalam menanamkan sebuah karakter pada peserta didik yang paling utama adalah lembaga pendidikan yang memberikan penanaman karakter serta akhlak kepada peserta didik dalam segenap aktivitasnya di lingkungan belajarnya. Meliputi pendidikan tata karma, disiplin, kerjakeras, sopan, santun, kejujuran serta memiliki rasa tanggung jawab seperti yang biasa diprankan oleh lembaga pendidikan madrasah. Pentingnya penguatan pendidikan berkarakter salah satu usaha dalam mengembangkan peserta didik sesuai dengan dalam nilai-nilai Pancasila sekaligus selaras dengan lingkungan dimana peserta didik tersebut berinteraksi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/187</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i1.187</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 1 (2022); 32-52</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 1 (2022); 32-52</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/187/114</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Muhammad Fauzi, Moh. Samsul Arifin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/188</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:44:04Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAMPAK MULTIMEDIA  BAGI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH </dc:title>
	<dc:creator>Imron, Moh Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:creator>Afandi, Idris</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Multimedia, Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Sekolah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dalam pembelajaran, multimedia mempunyai peran yang penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Oleh karena itu guru harus menggunakan metode dan media secara tepat untuk mengembangkan dan memfungsikan multimedia dalam pembelajaran agar guru tidak lagi dianggap sebagai pengajar yang mendominasi kegiatan pembelajaran. Guru harus menyajikan variasi-variasi bahan pelajaran dengan ditunjang multimedia, sehingga siswa dapat termotivasi, perhatian terhadap pembelajaran serta mampu bergerak cepat untuk mencapai informasi dari proses belajar mengajar.
Dalam&amp;nbsp; upaya&amp;nbsp; meningkatkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; kualitas&amp;nbsp; pendidikan,&amp;nbsp; maka diperlukan berbagai terobosan, baik dalam pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, dan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, maka guru dituntut untuk membuat pembelajaran menjadi&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; inovatif yang mendorong siswa dapat belajar secara optimal, baik belajar mandiri maupun pembelajaran di kelas. Inovasi model-model pembelajaran sangat diperlukan dan sangat mendesak terutama dalam menghasilkan model pembelajaran baru yang dapat memberikan hasil belajar lebih baik, peningkatan efisiensi dan efektivitas pembelajaran menuju pembaharuan. Oleh karenanya, pembelajaran dengan menggunakan Multimedia mutlak diperlukan sebagai sarana dalam pembelajaran masa kini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/188</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i1.188</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 1 (2022); 53-77</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 1 (2022); 53-77</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/188/115</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Moh Jamaluddin Imron, Idris Afandi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/189</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:44:04Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Afandi, Afandi</dc:creator>
	<dc:creator>Muksin, Muksin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">HAM, Pendidikan Islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kajian ini bertujuan mendiskripsikan hak asasi manusia dalam perpektif Pendidikan Islam dengan pendekatan kuaitatif jenis pustaka. Hasil kajian ini adalah pertama bahwa Pendidikan Islam harus mempertahankan pendidikan yang mengakui dan mengedepankan nilai dan hak asasi manusia&amp;nbsp; karenameletakkan dasar-dasar hak yang jelas yaitu ada lima hak dalam Islam yang harus dipelihara. Kedua Pendidikan Islam harus memerhatikan dan mengedepankan nilai kemanusiaan seperti keadilan dan kesetaraan, toleransi dan moderasi,&amp;nbsp; KetigaPendidikan Islam mengedepankan paham multicultural dalam interaksi manusia di dalam al-Qur’an
This study aims to describe human rights in the perspective of Islamic education with a qualitative approach to the type of literature. The results of this study are first that Islamic education must maintain an education that recognizes and prioritizes human values and rights because Islam is a religion that was revealed by Allah to His Apostle to be conveyed to humans. Second, Islamic education must pay attention to and prioritize human values such as justice and equality, tolerance and moderation. Third, Islamic education prioritizes multicultural understanding in human interaction in the Qur&#039;an.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/189</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i1.189</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 1 (2022); 78-94</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 1 (2022); 78-94</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/189/116</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Afandi Afandi, Muksin Muksin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs2.ejournal.stital.ac.id:article/190</identifier>
				<datestamp>2022-08-08T17:43:30Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/191</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:44:04Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RELEVANSI SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DI ERA MODERNISASI</dc:title>
	<dc:creator>Halil, Hermanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sistem pendidikan, pesantren, modernisasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan dunia telah melahirkan suatu kemajuan zaman yang modern. Perubahan-perubahan yang mendasar dalam struktur budaya masyarakat seringkali membentur pada aneka kemapanan. Akibatnya ada keharusan untuk mengadakan upaya kontekstualisasi bangunan-bangunan budaya masyrakat dengan dinamika modernisasi, tak terkecuali dengan sistem pendidikan pesantren. Karena itu, sistem pendidikan pesantren harus melakukan upayaupaya konstruktif agar tetap relevan dan mampu bertahan. Memasukkan sistem pendidikan “baru” dalam dunia pendidikan Islam bukan berarti melepaskan yang “lama”. Karena pada institusi pendidikan pesantren justru ada yang perlu ditumbuh kembangkan kembali.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i1.191</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 1 (2022); 95-113</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 1 (2022); 95-113</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/191/118</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Hermanto Halil</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/192</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:44:04Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IMPLEMENTASI METODE MURAJA’AH DALAM PENINGKATAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN AMANATUL QUR’AN PACET  MOJOKERTO</dc:title>
	<dc:creator>Afidah, Siti Inarotul </dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Fina Surya </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Implementasi, Metode Muraja’ah, Kualitas Hafalan Al Qur’an.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Kualitas hafalan Al Qur’an santri pada tingkat menengah (2) mengetahui penerapan metode murojaah pada tingkatan menengah dalam meningkatkan kualitas hafalan al qur&#039;an di pondok pesantren Amanatul Qur&#039;an dan (3) Untuk menganalisis dan memahami beberapa faktor pendukung dan penghambat yang ada pada tingkatan menengah&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam implementasi metode murojaah untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur&#039;an.
&amp;nbsp;Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Case Study Research ( Studi Kasus ) dan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan vertifikasi data. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan sudah dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Kualitas hafalan pada tingkat menengah di pondok pesantren Amanatul Qur’an sudah bisa dikatakan baik jika dilihat dari beberapa indikator yang telah tentukan. Dan hal tersebut juga sudah bisa dibuktikan dari hasil evalusi yang sudah dilaksankan satu kali untuk per semesternya. (2) penerapan metode murajaah yang dilaksanakan pada tingkat menengah di pondok pesantren Amanatul Qur’an dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya yaitu tahap persiapan, tahap pengesahan ( tashih/setor ) dan tahap pengulangan. (3) Beberapa faktor pendukung pada penerapan Metode Muraja’ah di Pondok Pesantren Amanatul Qur’an yaitu adanya motivasi dari orang-orang terdekat, adanya kegiatan muraja’ah yang terkontrol dan lingkungan yang kondusif. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu adanya rasa malas, tidak bisa mengatur waktu, dan ayat yang mudah lupa dan hilang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/192</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i1.192</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 1 (2022); 114-132</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 1 (2022); 114-132</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/192/119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Siti Inarotul  Afidah, Fina Surya  Anggraini</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/197</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:43:16Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERMAINAN KARTU KATA BERGAMBAR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN  AWAL BELAJAR MEMBACA DI KELOMPOK B DI TK TARBIYATUL ATHFAL BRAGANG KLAMPIS</dc:title>
	<dc:creator>Afandi, Idris</dc:creator>
	<dc:creator>Hasanah, Nur </dc:creator>
	<dc:creator>Toyyib, Moh.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">permainan kartu kata bergambar, kemampuan membaca, TK</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penerapan permainan kartu kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca di kelompok B di TK TARBIYATUL ATHFAL Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui media kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca di kelas B. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan membaca permulaan masih tergolong rendah Rendahnya kemampuan awal membaca dilihat ketika guru melakukan proses pembelajaran membaca hanya beberapa anak yang bisa membaca dengan baik dan yang lain masih ada yang kesulitan dalam menyebutkan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab rendahnya kemampuan membaca permulaan di kelompok B di TK. TARBIYATUL-ATHFAL Desa Bragang Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan ini adalah metode kualitatif melalui wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah adalah siswa kelas B di Tk Tarbiyatul Athfal Desa Bragang Kecamatan Klampis. dengan jumlah 15 anak Hasil penelitian menunjukkan rendahnya membaca di kelompok B karena kurangnya media yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan membaca permulaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/197</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i2.197</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 2 (2022); 1-26</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 2 (2022); 1-26</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/197/120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Idris Afandi, Nur  Hasanah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/198</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:43:16Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEBIJAKAN PEMBERIAN KOMPENSASI GURU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA MENGAJAR</dc:title>
	<dc:creator>Anjani, Tarisa</dc:creator>
	<dc:creator>Afridah, Zulfa Faiqotul </dc:creator>
	<dc:creator>Nadhila, Alta Azkia </dc:creator>
	<dc:creator>Hasana, Siti Maghfirotul </dc:creator>
	<dc:creator>Fauzi, Imron </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kompensasi guru, kinerja guru dalam mengajar, kesenjangan dan implikasi kompensasi guru terhadap kinerja dalam mengajar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kebijakan kompensasi guru di Indonesia masih diperdebatkan. Hal ini sangat penting karena kami percaya bahwa peran guru adalah membentuk kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya untuk menaikkan gaji guru, bagaimanapun, tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus dilakukan secara bertahap. Guru atau guru hendaknya meningkatkan kemampuannya dalam mengajar dan meningkatkan kualitasnya masing-masing. Penelitian ini divalidasi dan dievaluasi dengan survei literatur dan data dari berbagai sumber seperti jurnal dan makalah akademis yang relevan dengan topik pembahasan. Yang kemudian dikaji lebih mendalam atau di analisis sehingga memprerleh data data yang yang diperoleh kajian. Dikajian, dikaji lebih mendalam atau analisis sehingga mereka memeroleh data yang akurat. Dengan demikian kesenjangan kompetisi seorang guru dapat dicapai dari seorang pengajar itu sendiri. melalui meningkatkan kemapuan atau meningkatkan kapasitas diri dari seorang pengajar itu sendiri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/198</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i2.198</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 2 (2022); 45-62</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 2 (2022); 45-62</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/198/123</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Tarisa Anjani, Zulfa Faiqotul  Afridah, Alta Azkia  Nadhila, Siti Maghfirotul  Hasana, Imron  Fauzi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/200</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:43:16Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN WACANA ARAB MELAYU MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SULTHAN SYARIF HASYIM  SIAK SRI INDRAPURA</dc:title>
	<dc:creator>Fauziah, Indah</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmah, Nadia</dc:creator>
	<dc:creator>Yahfis, El Firdausia</dc:creator>
	<dc:creator>Faizah, Hasnah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Reading Comprehension</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Arabic-Malay Discourse</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Islamic Religious Education Study Program, Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Islamic College</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">On the basis of a sense of responsibility and concern for the problem of ability in language skills and the lack of interest and motivation of students in studying Arabic Malay which is integrated with the Riau Malay Culture course which is only studied once during their study period, the researcher is sensitive and motivated to conduct research on one of the one language skill associated with Arabic-Malay teaching, namely the skill of reading comprehension of Arabic-Malay discourse. The problem in this study is how the ability to read and understand Arabic-Malay discourse of students of the Islamic Religious Education Study Program at the Islamic College of Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura. Researchers provide limitations on the ability to read comprehension, namely the ability to determine the four aspects of reading comprehension including: main ideas, explanatory ideas, messages/mandates, and conclusions in Arabic-Malay discourse. This study aims to determine and describe the ability to read Arabic-Malay discourse comprehension in the four aspects of reading comprehension. The method used in this study is a descriptive method with a research sample of 30 students in the fifth semester of the Islamic Religious Education Study Program, Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Islamic College for the 2022/2023 Academic Year. This sampling is known as a full sample or 100% of the total research population. The data collection technique used in this study was an objective test technique (multiple choice questions). Data analysis techniques by collecting test results, providing assessments according to the scoring reference, finding the percentage of each aspect of reading comprehension, and finding/calculating the average value. The results of the study concluded that the ability to read Arabic-Malay discourse varied, namely (1) the ability to determine main ideas was in the low category with an average of 25.00 (2) the ability to determine explanatory ideas was in the low category with an average of 26.67 (3) the ability to determine messages/mandates was in the low category with an average of 45.00 and (4) the ability to determine conclusions is in the low category with an average of 8.33. Overall, the ability to read and understand Arabic-Malay discourse among students of the Islamic Religious Education Study Program at the Islamic College of Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura is in the low category with an average of 26.25.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/200</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i2.200</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 2 (2022); 27-44</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 2 (2022); 27-44</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/200/121</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Indah Fauziah, Nadia Rahmah, El Firdausia Yahfis, Hasnah Faizah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs2.ejournal.stital.ac.id:article/202</identifier>
				<datestamp>2023-07-09T19:24:18Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/206</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:43:16Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERAN PAI MULTIKULTURAL DALAM MENUMBUHKAN NILAI TOLERANSI SISWA DI SMPN 1 SULING TAMBUN</dc:title>
	<dc:creator>Susanto, Bendri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peran PAI, Multikultural, Toleransi.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan pluralitasnya. Karena Indonesia sendiri memiliki banyak kekayaan berupa perbedaan suku, ras, bahasa, bahkan agama. Oleh karena itu, dengan banyaknya perbedaan yang ada, tentu tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik, baik itu konflik antar suku, ras, maupun agama. SMPN 1 Suling Tambun merupakan salah satu sekolah yang banyak terdapat perbedaan tersebut, baik itu perbedaan suku, budaya maupun agama. Oleh karena itu, PAI Multikultural memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan dan menanamkan pemahaman terkait multikulturalisme serta menumbuhkan nilai-nilai toleransi bagi mahasiswa yang ada disana. Untuk mengetahuinya maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1) Berapa nilai toleransi di SMPN 1 Suling Tambun? 2) Bagaimana peran PAI Multikultural dalam menumbuhkan nilai toleransi siswa SMPN 1 Suling Tambun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Kemudian untuk pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Dari proses penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut: Nilai toleransi antar umat beragama di SMPN 1 Suling Tambun a) Saling memahami dan mengakui setiap perbedaan yang ada b) Mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan c) Mohon bantuan dan tolong menolong dalam apapun d) ) Tata krama dan komunikasi yang baik. PAI Multikultural dalam menumbuhkan nilai toleransi siswa di SMPN 1 Suling Tambun memiliki peran yang sangat penting dan sangat berpengaruh. Diantaranya sebagai sarana untuk memberikan pemahaman, bimbingan, arahan dan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/206</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i2.206</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 2 (2022); 63-88</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 2 (2022); 63-88</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/206/124</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Bendri Susanto</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/207</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:43:16Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBIASAAN SHALAT TAHAJUD TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN MAMBAUL HIKMAH DLANGGU MOJOKERTO</dc:title>
	<dc:creator>Ilmi, Miftachul</dc:creator>
	<dc:creator>Surya, Fina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sholat Tahajud, Kecerdasan Spiritual</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan sholat tahajud, tingkat kecerdasan spiritual dan juga bagaimana pengaruh sholat tahajud terhadap kecerdasan spiritual santri di Pesantren Mambaul Hikamah Dlanggu Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Teknik pengumpulan data adalah angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan persentase, uji normalitas, uji normalitas, dan uji linieritas.
Pada penelitian ini terlihat bahwa pelaksanaan pembiasaan sholat Tahajud di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari persentase hasil kuesioner sebesar 42,6%. Sedangkan kecerdasan spiritual juga cukup baik, hal ini terlihat dari persentase hasil kuesioner sebesar 49,6%. Sedangkan nilai aktivitas sholat Tahajud yang mempengaruhi kecerdasan spiritual santri putri di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Dlanggu Mojokerto adalah terdapat pengaruh yang cukup baik antara aktivitas sholat Tahajud terhadap kecerdasan spiritual santri yang ditunjukkan dengan paparan data Koefisien diperoleh nilai signifikansi 0,000 &amp;lt; 0,05. Hal ini juga terlihat pada tabel Model Summary dengan nilai korelasi (R) sebesar 0,650. Dari output diperoleh koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,422 yang berarti pengaruh variabel bebas (sholat tahajjud) terhadap variabel terikat (kecerdasan spiritual) sebesar 42,2%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/207</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i2.207</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 2 (2022); 89-109</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 2 (2022); 89-109</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/207/125</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Miftachul Ilmi, Fina Surya</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/209</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:43:16Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FENOMENA MANDI LUMPUR LIVE TIKTOK DALAM PERSPEKTIF ISLAM</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">FENOMENA MANDI LUMPUR LIVE TIKTOK DALAM PERSPEKTIF ISLAM</dc:title>
	<dc:creator>Fauzi, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Arifin, Moh. Samsul</dc:creator>
	<dc:creator>Umam, Hibrul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Media sosial, tiktok, mandi lumpur, pandangan islam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Media sosial, tiktok, mandi lumpur, pandangan islam</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) membawa beberapa perubahan di &amp;nbsp;masyarakat. TikTok, Facebook, dan Instagram, sebagai Media sosial terlaris, memainkan peran sangat penting dalam perubahan-perubahan sosial budaya tersebut, khususnya pemuda yang paling banyak menjadi konsumennya. Khususnya kehadiran TikTok (yang pada tahun 2021 menjadi aplikasi media sosial yang paling banyak diunduh, dikutip melalui laman&amp;nbsp;blog&amp;nbsp;resmiApptopia, Minggu [2/1/2022], TikTok memiliki 656 juta unduhan secara global, mengalahkan Instagram, 545 juta, Facebook 416 juta, WhatsApp 395 juta, dan Telegram 329 juta) memiliki pengaruh yang begitu besar dalam terjadinya fenomena-fenomena baru perubahan sosial dan budaya.
Tiktok merebut perhatian netizen, beberapa fitur dan algoritmanya yang ramah bagi pendatang baru, membuat media sosial ini mengalahkan “media sosial senior” seperti facebook dan instagram. Fitur&amp;nbsp; tayangan langsung (live) yang memiliki menu kirim hadiah berupa gift dan bisa ditukar dengan rupiah oleh penerimanya mengundang kreativitas tanpa batas. Banyak pengguna yang mencari sensasi dengan menayangkan aktivitas unik bahkan “nyeleneh” guna merebut viewer dan mendapat gift.
Namun sayangnya, istilah kreativitas kreator konten TikTok belakangan dinilai cukup meresahkan, banyak dari mereka yang menayangkan aktivitas mandi lumpur, joget, menampar diri sendiri, tidur di dekat WC dan hal-hal aneh lainnya. Mereka seperti lupa untuk menjaga harga dirinya demi penonton yang banyak dan gift yang tidak pasti.
Islam mengajarkan kita untuk menjaga harga diri dan mengindari aktivitas yang tidak bermanfaat. Apalagi aktivitas yang dengan sengaja mempertontonkan “kebodohan” kepada khalayak melalui media sosial. Berangkat dari pandangan terebut, kami mencoba mencari tahu bagaimana fenomena ini bisa berkembang, apa motivasi kreator konten dalam menayangkan fenomena tersebut dan bagaimana islam memandang hal tersebut melalui riset pustaka media.
&amp;nbsp;
The development of technology, information and communication (ICT) has brought several changes in society. TikTok, Facebook and Instagram, as the best-selling social media, play a very important role in these socio-cultural changes, especially youth who are the most consumers. Especially the presence of TikTok (which in 2021 became the most downloaded social media application, quoted by Apptopia, Sunday [2/1/2022], TikTok has 656 million downloads globally, beating Instagram, 545 million, Facebook 416 million, WhatsApp 395 million, and Telegram 329 million) have such a big influence in the occurrence of new phenomena of social and cultural change.
Tiktok grabs the attention of netizens, some of its features and algorithms are friendly for newcomers, making this social media beats senior social media like facebook and instagram. The live broadcast feature, which has a menu to send gifts and can be exchanged for rupiah by recipients, invites unlimited creativity. Many users are looking for sensation by broadcasting unique and even &quot;odd&quot; activities in order to seize viewers and get gifts.
But unfortunately, the term creativity of TikTok content creators has recently been considered quite disturbing, many of them broadcast mud baths, dancing, slapping themselves, sleeping near the toilet and other strange things. They seem to have forgotten to keep their pride for the sake of a large audience and an uncertain gift.
Islam teaches us to maintain self-respect and avoid useless activities. Moreover, activities that deliberately show &quot;stupidity&quot; to the public through social media. Departing from this view, we are trying to find out how this phenomenon can develop, what is the motivation of content creators and how Islam views it through media literature research.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) membawa beberapa perubahan di &amp;nbsp;masyarakat. TikTok, Facebook, dan Instagram, sebagai Media sosial terlaris, memainkan peran sangat penting dalam perubahan-perubahan sosial budaya tersebut, khususnya pemuda yang paling banyak menjadi konsumennya. Khususnya kehadiran TikTok (yang pada tahun 2021 menjadi aplikasi media sosial yang paling banyak diunduh, dikutip melalui laman&amp;nbsp;blog&amp;nbsp;resmiApptopia, Minggu [2/1/2022], TikTok memiliki 656 juta unduhan secara global, mengalahkan Instagram, 545 juta, Facebook 416 juta, WhatsApp 395 juta, dan Telegram 329 juta) memiliki pengaruh yang begitu besar dalam terjadinya fenomena-fenomena baru perubahan sosial dan budaya.
Tiktok merebut perhatian netizen, beberapa fitur dan algoritmanya yang ramah bagi pendatang baru, membuat media sosial ini mengalahkan “media sosial senior” seperti facebook dan instagram. Fitur&amp;nbsp; tayangan langsung (live) yang memiliki menu kirim hadiah berupa gift dan bisa ditukar dengan rupiah oleh penerimanya mengundang kreativitas tanpa batas. Banyak pengguna yang mencari sensasi dengan menayangkan aktivitas unik bahkan “nyeleneh” guna merebut viewer dan mendapat gift.
Namun sayangnya, istilah kreativitas kreator konten TikTok belakangan dinilai cukup meresahkan, banyak dari mereka yang menayangkan aktivitas mandi lumpur, joget, menampar diri sendiri, tidur di dekat WC dan hal-hal aneh lainnya. Mereka seperti lupa untuk menjaga harga dirinya demi penonton yang banyak dan gift yang tidak pasti.
Islam mengajarkan kita untuk menjaga harga diri dan mengindari aktivitas yang tidak bermanfaat. Apalagi aktivitas yang dengan sengaja mempertontonkan “kebodohan” kepada khalayak melalui media sosial. Berangkat dari pandangan terebut, kami mencoba mencari tahu bagaimana fenomena ini bisa berkembang, apa motivasi kreator konten dalam menayangkan fenomena tersebut dan bagaimana islam memandang hal tersebut melalui riset pustaka media</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/209</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i2.209</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 2 (2022); 110-129</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 2 (2022); 110-129</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/209/126</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Muhammad Fauzi, Moh. Samsul Arifin, Hibrul Umam</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/210</identifier>
				<datestamp>2025-10-28T00:43:16Z</datestamp>
				<setSpec>alibrah:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM USAHA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DAN PECAHAN SEDERHANA </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM USAHA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DAN PECAHAN SEDERHANA </dc:title>
	<dc:creator>Alfiyatin, Yuliana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">model pembelajaran Group Investigation, peningkatan hasil belajar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika merupakan permasalahan yang terjadi di SDN Kramat 01 Bangkalan. Adapun salah satu penyebabnya adalah rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika karena orientasi pembelajaran yang selalu berpusat pada guru. Dimana guru merupakan sumber segala informasi sehingga dalam pembelajaran matematika peserta didik hanya menunggu hasil akhir dari penyelesaian yang berasal dari guru. Adapun materi pembelajaran yang sangat sulit dipecahkan oleh peserta didik khususnya di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan ialah materi pecahan dan pecahan sederhana sebab materi ini merupakan materi dasar yang akan dipakai pada materi-materi selanjutnya, baik pada materi kelas V dan VI bahkan pada jenjang pendidikan setelah SD. Alternatif pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran matematika.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan model pembelajaran group investigation pada pokok bahasan pecahan dan pecahan sederhana di kelas V SDN Kramat 01 Bangkalan. Metode dalam &amp;nbsp;penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) &amp;nbsp;yang menggunakan 2 siklus dalam proses peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pelaksanaan siklus 1 bahwa jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≥ 65 sebanyak 8 orang dengan persentase ketuntasan belajarnya menjadi 29,63 % sedangkan jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≤65 sebanyak 19 orang dengan persentase ketidaktuntasan menjadi 70,37%. Kemudian pada siklus II diperoleh bahwa jumlah peserta didik yang memperoleh skor ≥ 65 sebanyak 25 orang dengan persentase ketuntasan belajarnya menjadi 92,59% sedangkan jumlah peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sebanyak 2 orang dengan persentase ketidaktuntasan menjadi menjadi 7,41%. &amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/210</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.61815/alibrah.v7i2.210</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam; Vol. 7 No. 2 (2022); 130-161</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id-ID">AL - IBRAH; Vol 7 No 2 (2022); 130-161</dc:source>
	<dc:source>2580-0663</dc:source>
	<dc:source>2088-1886</dc:source>
	<dc:source>10.61815/alibrah.v7i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.stital.ac.id/index.php/alibrah/article/view/210/127</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Yuliana Alfiyatin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-07-20T16:07:56Z"
			completeListSize="153"
			cursor="0">c05ae9de57693a90b588c7c0104988b8</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
