Penguatan Peran Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jangur Melalui Program Pengabdian Masyarakat Imro Atus Soliha, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Abdur Rahman, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Moh.Wahyudi, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Atiyatur Robbaniyah, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Siti Wahyuni, Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Abstrak Karang Taruna memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan masyarakat, termasuk di Desa Jangur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji esensi organisasi Karang Taruna serta mendeskripsikan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, serta upaya memperkuat solidaritas dan kemitraan di Desa Jangur. Temuan menunjukkan bahwa Karang Taruna berperan aktif dalam memperkuat jaringan sosial, meningkatkan kualitas hidup, dan mengembangkan potensi lokal. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk memperkuat peran Karang Taruna sebagai agen pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan program pemberdayaan dan kolaborasi dengan lembaga terkait. Dengan demikian, Karang Taruna dapat terus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat di Desa Jangur. Kata Kunci: Karang Taruna, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Ekonomi, Solidaritas Sosial Abstract This community service program was initiated out of the researcher’s concern over the limited understanding within community institutions regarding the significance of social organizations such as Karang Taruna. This issue stems from a lack of education on Karang Taruna’s work programs. Field observations revealed that although Karang Taruna organizations had been established, they were not functioning effectively and operated merely as a formality, due to members’ unfamiliarity with the functions and operational mechanisms of each division. The program aimed to assist Karang Taruna by providing education on its work programs and facilitating the formation of its organizational structure, which was later formally endorsed by the village head. The activity applied the Participatory Action Research (PAR) approach, using observation, interviews, and documentation as data collection methods. As a result, a functional Karang Taruna organization was successfully established in Sumberjati Village, now operating in alignment with its designated roles and responsibilities. Keywords: Organization, Education, Work Program, Karang Taruna PENDAHULUAN Pemuda merupakan bagian integral dari generasi muda yang memegang peranan krusial dalam pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan serta tanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan keberlangsungan pembangunan yang telah dimulai oleh generasi sebelumnya. Seiring dengan berjalannya waktu, peran pemuda semakin nyata dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, baik dalam lingkup sosial, politik, ekonomi, maupun budaya. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masa depan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas dan peran aktif pemuda dalam proses pembangunan. Pemuda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Energi, kreativitas, serta semangat mereka menjadikan pemuda sebagai motor penggerak transformasi sosial yang lebih baik (Azmy et al., 2024). Dalam era yang semakin dinamis ini, pemuda juga menjadi pionir dalam berbagai inovasi yang berkontribusi pada solusi permasalahan sosial, baik dalam skala lokal maupun nasional. Kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan, terutama dalam hal teknologi dan globalisasi, menjadikan pemuda sebagai aktor strategis dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain menjadi agen perubahan, pemuda juga memiliki peran penting sebagai penjaga nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Mereka tidak hanya berani dalam menyuarakan pendapat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menegakkan prinsip-prinsip etika dalam kehidupan bermasyarakat (Alawiyah, 2024). Melalui berbagai platform, baik di dunia nyata maupun digital, pemuda berkontribusi dalam menciptakan kesadaran sosial dan memperjuangkan hak-hak yang lebih adil bagi semua lapisan masyarakat. Di sisi lain, pemuda juga berperan sebagai penggerak dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan bangsa. Dengan semangat kebangsaan yang tinggi, pemuda berkontribusi dalam upaya pelestarian warisan budaya serta mengintegrasikan nilainilai lokal dalam arus modernisasi global. Hal ini sangat penting untuk menjaga identitas bangsa agar tetap kuat dalam menghadapi tantangan globalisasi (Aisy, n.d.). Namun, meskipun pemuda memiliki potensi yang sangat besar, mereka juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan kesempatan bagi pemuda yang bersekolah atau bekerja di luar kota untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan komunitas di desa mereka. Selain itu, fenomena pernikahan dini juga sering kali membuat pemuda lebih fokus pada urusan keluarga, sehingga kurang terlibat dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan di tingkat masyarakat. Hal ini menunjukkan pentingnya dukungan dari berbagai pihak agar potensi pemuda dapat tersalurkan secara optimal. Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menegaskan bahwa pemuda perlu didorong untuk mengembangkan potensi dan kepemimpinan mereka, serta terlibat aktif dalam kegiatan kewirausahaan dan kepeloporan (Noviani, n.d.). Salah satu wadah yang telah terbukti efektif dalam hal ini adalah Karang Taruna, sebuah organisasi kepemudaan yang berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Karang Taruna tidak hanya menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan diri, tetapi juga menjadi pilar penting dalam memperkuat kohesi sosial di masyarakat. Organisasi ini mengajarkan pemuda untuk bekerja sama dalam memecahkan berbagai permasalahan sosial, lingkungan, serta ekonomi yang dihadapi masyarakat. Melalui program-program yang dilaksanakan, seperti pelestarian lingkungan, kewirausahaan, dan kesejahteraan sosial, Karang Taruna berkontribusi aktif dalam memajukan masyarakat (Sitianingrum, Azalia, & Hayati, 2024). Sejarah panjang Karang Taruna, yang dimulai pada awal tahun 1970-an, menunjukkan komitmen organisasi ini dalam memberdayakan pemuda melalui inisiatif berbasis komunitas. Karang Taruna terus berkembang menjadi organisasi yang dinamis, dengan ribuan anggota di seluruh Indonesia yang terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan masyarakat (Muharam et al., 2024). Keberhasilan Karang Taruna dalam menciptakan generasi muda yang bertanggung jawab dan berkontribusi bagi masyarakat merupakan salah satu kunci keberlanjutan pembangunan sosial di Indonesia (Fatwa, n.d.). Penelitian ini akan membahas pentingnya penguatan peran Karang Taruna dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di Desa Jangur, melalui program pengabdian masyarakat. Melalui studi ini, diharapkan akan teridentifikasi strategi yang efektif dalam mengoptimalkan peran Karang Taruna sebagai agen perubahan di tingkat komunitas, serta memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini diikuti oleh anggota Karang Taruna Desa Jangur sebanyak 30 orang. Untuk memulai kegiatan, tim PkM melakukan survei pendahuluan ke lokasi Desa Jangur guna memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat. Pada tahap ini, dilakukan perizinan kepada pihak desa serta koordinasi dengan Ketua Karang Taruna terkait waktu dan pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, tim PkM melaksanakan pretest untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman anggota Karang Taruna tentang peran mereka dalam pengembangan masyarakat. Pretest ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran anggota mengenai pentingnya peran Karang Taruna dalam mendukung pembangunan desa. Kegiatan inti dari PkM ini adalah penyuluhan yang dilaksanakan di Balai Desa Jangur. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Karang Taruna tentang peran dan esensi organisasi dalam pengembangan masyarakat. Metode yang digunakan dalam tahap ini meliputi ceramah dan tanya jawab, yang memungkinkan partisipan untuk memahami materi secara lebih mendalam dan mengajukan pertanyaan seputar topik yang dibahas. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara umum tertera pada Tabel 1. Tabel 1. Kegiatan Penyuluhan pada Karang Taruna Desa Jangur No Waktu Kegiatan 1 Pendahuluan 1. Mengukur pengetahuan anggota Karang Taruna tentang peran pemuda dalam pengembangan masyarakat 2. Mendeskripsikan tujuan kegiatan. 3. Membuat kesepakatan waktu pelaksanaan dengan anggota Karang Taruna. 2 Kegiatan Inti 1. 2. Menjelaskan peran dan esensi Karang Taruna. Menyampaikan strategi-strategi pengembangan masyarakat yang dapat dilakukan oleh Karang Taruna. 3. Memberikan waktu untuk bertanya. 4. Menjawab pertanyaan dari anggota Karang Taruna. 3 Penutup 1. 2. Merangkum materi yang disampaikan. Mengevaluasi pemahaman anggota Karang Taruna tentang materi yang telah disampaikan. 3. Memberikan pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan. Evaluasi dilaksanakan setelah penyuluhan selesai. Evaluasi ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pengetahuan anggota Karang Taruna tentang peran mereka dalam pengembangan masyarakat dan untuk memastikan bahwa tujuan PkM tercapai dengan baik. HASIL DAN PEMBAHASAN KEGIATAN Peran Karang Taruna dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Jangur Peran Karang Taruna dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Jangur sangat signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi lokal. Karang Taruna berperan sebagai penggerak utama dalam pengembangan kewirausahaan di tingkat desa. Mereka memimpin program pelatihan kewirausahaan, bazar, dan pameran produk lokal, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam memulai dan mengelola usaha. Selain itu, Karang Taruna juga membantu mendirikan koperasi, usaha mikro, dan kerja sama antarwarga, serta menyediakan akses dan sarana usaha bagi masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis mereka. Dengan memperkuat jaringan usaha antarwarga, mereka memfasilitasi kerja sama, pertukaran pengetahuan, dan kemitraan usaha yang memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha lokal. Selain pengembangan kewirausahaan, Karang Taruna juga berperan penting dalam program pengentasan kemiskinan. Melalui program-program ini, mereka membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi ketimpangan ekonomi, dan memberdayakan kelompok rentan seperti perempuan, anak muda, dan lansia melalui program ekonomi inklusif. Karang Taruna menyelenggarakan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi desa, meningkatkan kompetensi anggota masyarakat dalam mengelola usaha mereka, dan memberikan pembinaan untuk pengembangan usaha mikro dan menengah yang berkelanjutan. Pendampingan usaha mikro juga merupakan bagian penting dari peran Karang Taruna. Program ini memberikan bimbingan teknis kepada pelaku usaha mikro dalam hal manajemen, pemasaran, dan keuangan, sehingga mereka dapat mengelola usaha mereka secara lebih efektif. Dengan peran aktif ini, Karang Taruna berkontribusi pada penciptaan lingkungan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat lokal. Kolaborasi antara Karang Taruna, pemerintah daerah, lembaga keuangan mikro, dan pelaku ekonomi lainnya dapat memberikan dampak positif yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Program pemberdayaan ekonomi lokal yang dilakukan Karang Taruna mencakup pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha mikro, dan penyelenggaraan bazar serta pameran produk lokal. Inisiatif-inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola dan meningkatkan potensi ekonomi mereka sendiri, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan pembangunan berkelanjutan. Peran Karang Taruna dalam Pengembangan Keterampilan dan Pendidikan di Desa Jangur Peran Karang Taruna dalam pengembangan keterampilan dan pendidikan di Desa Jangur sangat penting untuk memajukan potensi dan kemampuan anggota masyarakat, terutama generasi muda. Karang Taruna aktif menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan workshop yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan teknis, kewirausahaan, dan soft skills. Program-program ini membantu masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperoleh keterampilan yang relevan dan bermanfaat dalam menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, Karang Taruna juga berfungsi sebagai fasilitator dalam penyelenggaraan pendidikan non-formal, seperti kursus bahasa, kursus komputer, dan pelatihan keterampilan lainnya, yang dapat meningkatkan kompetensi masyarakat. Karang Taruna juga berperan dalam memberikan bantuan beasiswa atau dukungan pendidikan bagi anggota masyarakat yang kurang mampu namun memiliki potensi akademik atau keterampilan yang baik. Dengan peran aktif ini, Karang Taruna berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung pembangunan masyarakat setempat. Dalam upaya mengembangkan keterampilan kerja, Karang Taruna Desa Jangur mengadakan program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang bertujuan untuk membantu masyarakat belajar dan mengembangkan keterampilan baru yang diperlukan di dunia kerja. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi peserta dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih efektif. Selain itu, pelatihan ini juga berfokus pada peningkatan motivasi, kinerja, dan produktivitas, yang berdampak positif pada keseluruhan kinerja peserta. Program-program ini biasanya disusun secara terstruktur dan mencakup pelatihan teknis spesifik serta soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu. Kerjasama antara Karang Taruna dengan pemerintah dan lembaga non-profit merupakan bagian penting dari strategi ini. Karang Taruna dapat mengembangkan jaringan dan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga nonprofit, dan komunitas lokal lainnya, untuk memperoleh sumber daya dan dukungan tambahan. Program-program inovatif yang melibatkan seni, budaya, olahraga, dan pelatihan keterampilan dapat menarik minat masyarakat dan meningkatkan keterlibatan mereka di tingkat desa. Kolaborasi dengan entitas eksternal, seperti perusahaan, juga dapat memperluas dampak program-program Karang Taruna. Sebagai contoh, kerjasama dalam pengembangan keterampilan kerja untuk pemuda di Desa Jangur telah meningkatkan kemampuan mereka dan mempersiapkan mereka untuk terjun ke sektor industri. Karang Taruna juga berkesempatan mendapatkan sumber pendanaan tambahan melalui sponsor dan subsidi pemerintah, yang berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan sosial dan potensi kepemudaan. Selain itu, Karang Taruna berfungsi sebagai fasilitator dan mediator dalam pengembangan organisasi, peningkatan kapasitas generasi muda, serta penyediaan bimbingan dan dukungan kepada pemuda dan masyarakat. Kerjasama antara Karang Taruna dengan pemerintah dan lembaga non-profit membawa dampak signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program-program yang diselenggarakan, serta memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat secara keseluruhan. Peran dan Esensi Karang Taruna di Desa Jangur Peran dan esensi Karang Taruna di Desa Jangur dapat dianalisis melalui tiga aspek utama yang dijelaskan oleh Soekanto. Pertama, aspek aturan, tugas pokok, dan fungsi yang diatur dalam Pedoman Karang Taruna. Kedua, aspek program-program yang disusun oleh Karang Taruna sesuai dengan aturan dan tugas yang berlaku. Ketiga, aspek tindakan pemberdayaan yang dilaksanakan serta hasil akhir dari program-program tersebut. Dengan mempertimbangkan ketiga aspek ini, kita dapat memahami lebih dalam bagaimana kontribusi dan efektivitas Karang Taruna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan generasi muda di desa tersebut. Tugas Pokok Karang Taruna mencakup tanggung jawab untuk bekerja sama dengan pemerintah dan komponen masyarakat lainnya dalam mengatasi berbagai masalah kesejahteraan sosial, khususnya yang dihadapi oleh generasi muda. Tugas ini melibatkan tindakan preventif, rehabilitatif, dan pengembangan potensi generasi muda. Fungsi Karang Taruna meliputi pelaksanaan program-program untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, pemberdayaan masyarakat secara komprehensif dan berkesinambungan, pengembangan jiwa kewirausahaan, serta penumbuhkan kesadaran tanggung jawab sosial. Selain itu, Karang Taruna juga mendorong semangat kebersamaan, solidaritas sosial, dan nilai-nilai lokal, serta mengembangkan kreativitas generasi muda untuk tanggung jawab sosial yang inklusif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif, dan praktis. Mereka juga menyediakan rujukan, pendampingan, dan advokasi sosial bagi mereka yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, penyandang cacat, anak terlantar, lanjut usia terlantar, tuna sosial, korban narkotika, korban bencana, dan wanita rawan sosial ekonomi. Memahami Tugas Pokok dan Fungsi Karang Taruna memberikan gambaran jelas tentang peran dan kontribusi organisasi tersebut dalam memberdayakan masyarakat desa, khususnya generasi muda di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan informasi dari informan, pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Karang Taruna Desa Jangur telah berjalan sesuai dengan Pedoman Dasar Karang Taruna. Namun, ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti pengurus yang tinggal di luar desa dan kurangnya pemahaman dalam pelaksanaan tugas. Meskipun pengurus menyadari tugas dan fungsi mereka, bimbingan masih diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan kontribusi Karang Taruna dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan bimbingan yang tepat, diharapkan Karang Taruna dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat desa. Peran Karang Taruna dalam pembuatan dan penyusunan program kerja melibatkan kolaborasi antara pengurus dan Pemerintah Desa untuk memberdayakan masyarakat desa, khususnya generasi muda. Program-program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Karang Taruna dan berfungsi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Meskipun Karang Taruna Desa Jangur telah berhasil menciptakan berbagai program yang berdampak positif pada kesejahteraan sosial di desa, masih diperlukan bimbingan tambahan untuk mengoptimalkan peran mereka sebagai mitra pemerintah. Peningkatan dalam pembuatan program dan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat memperbaiki kontribusi Karang Taruna dalam memajukan desa, terutama generasi muda. Perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh Karang Taruna merupakan wujud nyata dari implementasi program-program pemberdayaan yang telah dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Dalam konteks Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, program-program tersebut mencakup berbagai bidang seperti peningkatan keterampilan pemuda, pengembangan usaha mikro, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga upaya pelestarian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan Karang Taruna telah memberikan dampak positif, baik dari segi peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan solidaritas antarwarga, maupun munculnya peluang ekonomi baru bagi pemuda desa. Dampak ini menjadi indikator bahwa peran Karang Taruna mampu memberikan kontribusi yang berarti dalam proses pembangunan desa. Namun demikian, pelaksanaan program-program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa kendala yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya akses pendanaan, serta kurangnya koordinasi yang berkesinambungan dengan pihak pemerintah desa maupun lembaga pendukung lainnya. Kondisi ini membuat implementasi program belum berjalan secara optimal, sehingga manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Peran Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat masih perlu diperkuat melalui perencanaan yang lebih matang, pendampingan intensif, serta penguatan kapasitas organisasi. Secara keseluruhan, meskipun peran Karang Taruna Desa Jangur dalam melaksanakan program sudah menunjukkan arah yang positif, masih terdapat aspek-aspek yang memerlukan perbaikan. Dengan bimbingan yang tepat dari pihak terkait, baik melalui pelatihan kepemimpinan, manajemen program, maupun pengelolaan sumber daya, Karang Taruna berpotensi menjadi motor penggerak yang lebih aktif, efektif, dan inovatif dalam memberdayakan masyarakat desa, khususnya generasi muda. Peningkatan kolaborasi lintas sektor juga diharapkan dapat memperluas jangkauan program, meningkatkan partisipasi warga, dan memastikan keberlanjutan hasil yang telah dicapai. PENUTUP Karang Taruna di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, memiliki peran fundamental dan multidimensional sebagai motor penggerak transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui berbagai program pemberdayaan di bidang keterampilan, pendidikan non-formal, dan kewirausahaan yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup, kemandirian ekonomi, serta penguatan kohesi sosial masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya keberadaan Karang Taruna dalam pembangunan berkelanjutan, yang perlu didukung melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan pihak swasta, peningkatan kapasitas pengurus dalam kepemimpinan dan manajemen organisasi, penguatan partisipasi warga, serta evaluasi dan monitoring berkala untuk memastikan efektivitas program dan mendorong inovasi yang berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA Aisy, Andi Sitti Rohadatul. n.d. “Mengembangkan Kapasitas Pemuda Dengan Meningkatkan Keterlibatannya Dalam Melestarikan Budaya Lokal Sebagai Aset Kekayaan Nasional.” Alawiyah, Tuti. 2024. “Pembinaan Spiritual Dan Moral Pemuda Islam Di Desa Guntung Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara.” Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP) 7 (2): 5251–58. Azmy, Fauzan, Marliana Sianipar, Marshal Gilbert Sinambela, and Rosmaida Sinaga. 2024. “Peran Pemuda Sebagai Agen Transformasi Sosial Dalam Pergerakan Nasional.” Jurnal Pendidikan Tambusai 8 (2): 17703–8. Fadli, Muhammad Rijal. 2021. “Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif.” Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum 21 (1): 33–54. Fahruddin, Muhammad. 2023. “Peranan Organisasi Kepemudaan (Karang Taruna) Dalam Meningkatkan Kepedulian Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Di Kelurahan Andir (Studi Kasus Pada Kelurahan Andir Baleendah).” FKIP UNPAS. Fatwa, Bagya Husna. n.d. “Peran Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendampingan UMKM Di Masa Pandemi (Studi Kasus Karang Taruna Mahakarya Sukamaju Kabupaten Sukabumi).” Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif …. Muharam, Aldi Fahluzi, Ilham Hafiyudin, Puja Kathresna Pamungkas, Syauqi Mahendra, and Hapid Ali. 2024. “Peran Karang Taruna Dalam Pengembangan Dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Lingkup Desa: Studi Kasus Desa Mekarwangi Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat.” PROCEEDINGS UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 4 (1): 167–74. Noviani, Nida Mardhiah. n.d. “Civil Society Dan Pendidikan Politik Peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan Generasi Muda Di Kabupaten Tangerang 2015-2018.” Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas …. Ramdhan, Muhammad. 2021. Metode Penelitian. Cipta Media Nusantara. Sitianingrum, Pingky, Rafida Azalia, and Kinanti R Hayati. 2024. “Membangun Kesadaran Kewarganegaraan Melalui Inisiatif Karang Taruna: Tinjauan Terhadap Praktik Kolaboratif Di Area Pumpungan 1.” Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan 3 (10): 11–20.