Pemanfaatan IT dalam Organisasi Pelajar NU di Banyuurip Ujungpangkah Gresik Fahmul Hikam Al Ghifari1, STAI Al-Akbar Surabaya Esa Nur Faizah2, STAI Al-Akbar Surabaya Khusnul Isma Nuriza3, STAI Al-Akbar Surabaya Silvinatin Al Masithoh4, STAI Al-Akbar Surabaya Abstrak Kemajuan teknologi informasi (IT) memberikan peluang besar dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas organisasi, termasuk organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) di Desa Banyuurip, Ujungpangkah, Gresik. Namun, organisasi ini menghadapi kendala seperti rendahnya literasi digital dan minimnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan operasional. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital anggota IPNU-IPPNU melalui pelatihan pemanfaatan teknologi, seperti Google Workspace, Canva, dan media sosial, guna mendukung pengelolaan administrasi, promosi, serta komunikasi organisasi. Metodologi yang digunakan mencakup survei kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital peserta, efisiensi administrasi organisasi, dan kualitas promosi melalui media sosial. Selain itu, peserta mampu memproduksi konten digital yang menarik, meningkatkan keterlibatan masyarakat terhadap program kerja organisasi. Hambatan seperti keterbatasan perangkat dan akses internet dapat diatasi melalui solusi alternatif yang diterapkan. Program ini berkontribusi dalam membangun generasi muda NU yang tidak hanya paham agama, tetapi juga kompeten dalam teknologi informasi untuk menghadapi tantangan era digital. Kata Kunci: IPNU-IPPNU, Literasi Digital, Pelatihan IT, Organisasi Pelajar, Teknologi Informasi. Abstract Advancements in information technology (IT) offer significant opportunities to enhance the efficiency and productivity of organizations, including the Nahdlatul Ulama student organization (IPNU-IPPNU) in Banyuurip Village, Ujungpangkah, Gresik. However, this organization faces challenges such as low digital literacy and minimal use of technology in its operations. This community service program aims to improve the digital competence of IPNU-IPPNU members through training on IT utilization, including Google Workspace, Canva, and social media, to support organizational administration, promotion, and communication. The methodology employed includes needs assessment, training, mentoring, and evaluation. The results indicate significant improvements in participants’ digital literacy, organizational administrative efficiency, and the quality of promotion through social media. Furthermore, participants were able to produce engaging digital content, increasing public involvement in the organization’s programs. Challenges such as limited devices and internet access were addressed through alternative solutions. This program contributes to developing NU’s youth into individuals who are not only knowledgeable in religion but also competent in information technology to face the challenges of the digital era. Keywords: IPNU-IPPNU, Digital Literacy, IT Training, Student Organization, Information Technology PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi (IT) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang organisasi. Teknologi informasi memberikan kemudahan dalam pengelolaan administrasi, komunikasi, hingga promosi kegiatan. Pemanfaatan IT dalam organisasi dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing, terutama di era digital saat ini (Pranoto, 2022). Dalam konteks organisasi berbasis masyarakat, seperti organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU), teknologi menjadi sarana strategis untuk mendukung misi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan pelajar. Organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, merupakan salah satu organisasi yang berkomitmen dalam membangun karakter generasi muda berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Namun, seperti kebanyakan organisasi pelajar di daerah pedesaan, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung aktivitas organisasi. Pengelolaan data anggota, dokumentasi kegiatan, dan promosi program kerja masih dilakukan secara manual, sehingga kurang efektif dan efisien. Sebagai generasi muda yang hidup di era digital, anggota IPNU-IPPNU seharusnya mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat struktur organisasi, memperluas jaringan, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat. Melalui pelatihan pemanfaatan IT yang tepat, diharapkan organisasi ini dapat lebih berdaya guna, baik dalam mengelola kegiatan internal maupun dalam menyebarkan pesan-pesan positif kepada masyarakat luas. Pelatihan ini juga menjadi upaya untuk menyiapkan generasi muda NU yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang relevan di masa kini. Sebagaimana ditegaskan oleh Wahid (2021), "Pemuda adalah aset strategis yang harus dipersiapkan untuk menghadapi perubahan zaman, salah satunya melalui penguasaan teknologi." Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan IT kepada pengurus dan anggota IPNU-IPPNU Banyuurip, sehingga mereka dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam pengelolaan organisasi secara efektif. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam kegiatan pengabdian ini adalah: 1. Bagaimana teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja organisasi pelajar NU di Banyuurip? 2. Apa saja langkah konkret yang dapat diambil untuk mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam kegiatan organisasi IPNU-IPPNU Banyuurip? METODE Kegiatan pengabdian ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan anggota organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) di Banyuurip, Ujungpangkah, melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan teknologi informasi (IT). Desain pengabdian ini mengadopsi metode partisipatif, di mana para peserta dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan yang diberikan. Tahapan pelaksanaan pengabdian ini meliputi: a. Survey awal: Identifikasi kebutuhan dan masalah organisasi terkait teknologi informasi. b. Pelatihan: Pemberian materi dan praktik langsung terkait penggunaan IT dalam organisasi. c. Pendampingan: Monitoring dan evaluasi penerapan IT di kegiatan organisasi secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Lokasi ini dipilih berdasarkan kondisi organisasi pelajar NU setempat yang masih minim pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan operasionalnya. Partisipan kegiatan adalah pengurus dan anggota aktif IPNU-IPPNU Banyuurip, yang berjumlah sekitar 20-30 orang. Peserta yang dipilih adalah mereka yang terlibat langsung dalam kegiatan administrasi, komunikasi, dan promosi organisasi. Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu: a. Survey Awal (Needs Assessment) Sebelum pelaksanaan kegiatan, dilakukan survey untuk mengetahui kebutuhan organisasi terkait teknologi informasi. Metode yang digunakan pada tahap ini meliputi:  Wawancara: Dilakukan kepada pengurus IPNU-IPPNU untuk mengetahui kendala dan harapan mereka terhadap pemanfaatan teknologi.  Observasi: Mengamati sistem administrasi dan pola kerja organisasi yang telah berjalan.  Kuisioner: Membagikan formulir kepada peserta untuk mengukur tingkat literasi digital awal mereka. Hasil dari tahap ini akan digunakan sebagai dasar penyusunan materi pelatihan. b. Pelatihan IT Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar dan keterampilan praktis kepada peserta. Beberapa topik pelatihan meliputi:  Pengelolaan Data Organisasi Secara Digital Penggunaan Google Workspace (Google Drive, Google Sheets, Google Docs) untuk pengelolaan dokumen dan data anggota. Cara menyimpan dan mengarsipkan file menggunakan penyimpanan berbasis cloud.  Pembuatan Materi Promosi Digital Penggunaan Canva untuk membuat poster, brosur, dan infografis kegiatan organisasi. Dasar-dasar pengeditan video menggunakan aplikasi seperti CapCut atau Kinemaster.  Manajemen Media Sosial Strategi memanfaatkan platform seperti Instagram dan WhatsApp untuk mempublikasikan program kerja. Teknik membuat konten menarik yang sesuai dengan audiens organisasi. Pelatihan dilakukan dengan metode teori dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami konsep sekaligus mempraktikkan keterampilan secara mandiri. c. Pendampingan dan Evaluasi Setelah pelatihan, dilakukan tahap pendampingan untuk memastikan bahwa teknologi informasi yang telah diajarkan benar-benar diterapkan dalam kegiatan organisasi. Beberapa kegiatan pendampingan meliputi:  Monitoring penggunaan aplikasi digital dalam pengelolaan data dan komunikasi organisasi.  Memberikan arahan dan solusi atas kendala yang dihadapi oleh peserta dalam penerapan IT.  Evaluasi kegiatan melalui pengumpulan umpan balik dari peserta terkait manfaat pelatihan.  Evaluasi juga dilakukan dengan membandingkan kondisi awal dan setelah pelatihan, baik dari segi kemampuan peserta maupun efektivitas kinerja organisasi. d. Instrumen Evaluasi Untuk mengukur keberhasilan kegiatan pengabdian, digunakan beberapa instrumen evaluasi, yaitu:  Kuisioner: Kuisioner awal untuk mengetahui tingkat literasi digital peserta sebelum pelatihan. Kuisioner akhir untuk mengukur peningkatan keterampilan peserta setelah pelatihan.  Observasi: Mengamati penerapan teknologi informasi dalam kegiatan organisasi selama masa pendampingan.  Dokumentasi: Dokumentasi berupa foto, video, dan file hasil pelatihan, seperti dokumen digital, materi promosi, atau konten media sosial yang dihasilkan peserta.  Wawancara Pasca-Pelatihan: Dilakukan kepada beberapa peserta untuk mendapatkan pandangan mereka mengenai manfaat pelatihan serta hambatan yang dihadapi selama pendampingan. e. Indikator Keberhasilan Keberhasilan pengabdian ini diukur berdasarkan beberapa indikator berikut:  Peningkatan Literasi Digital: Terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi digital untuk administrasi, komunikasi, dan promosi organisasi.  Efisiensi Operasional Organisasi: Adanya perubahan positif dalam sistem pengelolaan data anggota, dokumentasi, dan publikasi kegiatan organisasi.  Produksi Konten Digital: Organisasi mampu menghasilkan materi promosi digital, seperti poster atau video, yang diunggah di media sosial secara rutin.  Kepuasan Peserta: Sebagian besar peserta merasa bahwa pelatihan dan pendampingan memberikan manfaat yang signifikan dalam mendukung kegiatan organisasi. HASIL KEGIATAN a. Survey Awal: Identifikasi Kebutuhan Teknologi Informasi Hasil survey awal menunjukkan beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh IPNU-IPPNU Banyuurip dalam memanfaatkan teknologi informasi:  Kurangnya Literasi Digital: Sebanyak 80% peserta tidak terbiasa menggunakan aplikasi digital untuk keperluan administrasi dan komunikasi organisasi.  Manajemen Data Manual: Pengelolaan data keanggotaan, arsip kegiatan, dan dokumen organisasi masih dilakukan secara manual menggunakan buku tulis atau catatan sederhana.  Minimnya Pemanfaatan Media Sosial: Media sosial seperti Instagram dan WhatsApp hanya digunakan untuk berbagi informasi sederhana, tanpa strategi promosi yang terarah. Survey ini menjadi dasar dalam merancang pelatihan yang fokus pada pengelolaan data digital, pembuatan konten promosi, dan manajemen media sosial. b. Pelaksanaan Pelatihan IT Pelatihan yang dilakukan terbagi menjadi tiga sesi utama:  Pengelolaan Data Digital: Pada sesi ini, peserta diajarkan cara menggunakan aplikasi Google Sheets untuk membuat database keanggotaan yang terorganisasi. Selain itu, peserta juga mempelajari cara mengunggah dan mengelola dokumen organisasi menggunakan Google Drive. Hasil: Sebanyak 90% peserta mampu membuat database sederhana dan mengungga dokumen ke Google Drive secara mandiri.  Pembuatan Materi Promosi Digital: Pelatihan ini menggunakan aplikasi Canva untuk mendesain poster dan brosur kegiatan. Peserta juga diajarkan dasar-dasar pengeditan video menggunakan CapCut. Hasil: Peserta berhasil menghasilkan desain poster kegiatan organisasi dan video pendek promosi yang diunggah ke media sosial organisasi.  Manajemen Media Sosial: Peserta diajarkan strategi dasar untuk memanfaatkan Instagram dan WhatsApp sebagai alat komunikasi dan promosi. Materi meliputi cara membuat jadwal posting, menyusun konten yang menarik, dan mengelola interaksi dengan audiens. Hasil: Akun media sosial organisasi mulai aktif mempublikasikan kegiatan IPNU-IPPNU Banyuurip, dengan desain yang lebih menarik dan terstruktur. c. Pendampingan dan Evaluasi Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan selama satu bulan untuk memastikan penerapan teknologi informasi berjalan optimal. Hasil pendampingan menunjukkan:  Peningkatan Efisiensi Administrasi: Organisasi berhasil membuat database keanggotaan yang terintegrasi secara digital, sehingga pengelolaan data menjadi lebih rapi dan mudah diakses.  Aktivitas Media Sosial yang Lebih Aktif: Akun Instagram IPNU-IPPNU Banyuurip menunjukkan peningkatan jumlah unggahan kegiatan dan interaksi dengan audiens. Dalam satu bulan, jumlah pengikut akun bertambah sekitar 20%.  Produksi Konten Berkualitas: Organisasi rutin memproduksi konten visual berupa poster, infografis, dan video promosi. Konten ini digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap program kerja organisasi.  Antusiasme Peserta: Berdasarkan wawancara dan kuisioner pasca-kegiatan, 95% peserta merasa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan IT untuk mendukung kegiatan organisasi. PEMBAHASAN KEGIATAN a. Efektivitas Pelatihan IT dalam Meningkatkan Kompetensi Digital Peserta Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital anggota IPNU-IPPNU Banyuurip. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum pernah menggunakan aplikasi seperti Google Drive atau Canva. Namun, setelah pelatihan, mereka mampu mengoperasikan aplikasi tersebut untuk keperluan organisasi. Hal ini sejalan dengan penelitian Wahid (2021), yang menyatakan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dapat meningkatkan keterampilan teknologi secara signifikan. b. Dampak Pemanfaatan IT terhadap Kinerja Organisasi Penerapan teknologi informasi membawa dampak positif pada efisiensi kerja organisasi. Misalnya, pengelolaan data anggota yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat diakses dengan mudah melalui database digital. Selain itu, media sosial organisasi yang sebelumnya pasif kini menjadi lebih aktif dan mampu menarik perhatian audiens yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja organisasi secara signifikan, sebagaimana dinyatakan oleh Setyawan (2021), yang menekankan pentingnya teknologi sebagai alat strategis untuk meningkatkan efektivitas organisasi. c. Hambatan dan Solusi dalam Implementasi IT Meskipun pelatihan berjalan dengan baik, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi selama proses implementasi IT, yaitu: 1. Keterbatasan Akses Perangkat: Sebagian peserta tidak memiliki perangkat seperti laptop, sehingga harus bergantian saat praktik. Solusi yang diterapkan adalah memanfaatkan fasilitas perangkat organisasi dan menyarankan peserta untuk menggunakan smartphone mereka secara maksimal. 2. Kendala Jaringan Internet: Lokasi pelatihan di desa Banyuurip memiliki akses internet yang terbatas. Solusi sementara adalah menggunakan jaringan Wi-Fi portabel selama kegiatan berlangsung. 3. Kebutuhan Pelatihan Lanjutan: Beberapa peserta menyatakan bahwa mereka memerlukan pelatihan lanjutan untuk memperdalam keterampilan yang telah diajarkan, terutama dalam pembuatan konten digital yang lebih kompleks. Hambatan-hambatan tersebut menunjukkan bahwa pendampingan jangka panjang dan dukungan infrastruktur masih diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program. PENUTUP Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan fokus pada pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) di Banyuurip, Ujungpangkah, memberikan dampak positif terhadap pengelolaan organisasi dan peningkatan kompetensi digital anggota. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan hal-hal berikut: a. Peningkatan Literasi Digital Pelatihan IT yang diberikan mampu meningkatkan literasi digital anggota IPNU-IPPNU Banyuurip. Sebagian besar peserta yang sebelumnya belum familiar dengan aplikasi digital kini mampu mengelola data organisasi menggunakan Google Sheets, menyimpan file secara cloud melalui Google Drive, serta membuat materi promosi menggunakan Canva dan CapCut. b. Efisiensi Kinerja Organisasi Penggunaan teknologi informasi terbukti meningkatkan efisiensi pengelolaan administrasi dan promosi organisasi. Database keanggotaan yang terintegrasi secara digital, publikasi kegiatan di media sosial yang lebih aktif, serta produksi konten visual yang menarik menunjukkan adanya transformasi dalam cara kerja organisasi. c. Dampak Sosial dan Organisasional Melalui optimalisasi IT, IPNU-IPPNU Banyuurip berhasil memperluas jangkauan kegiatan organisasi kepada masyarakat. Promosi kegiatan yang dilakukan melalui media sosial menghasilkan interaksi yang lebih tinggi dengan audiens lokal maupun regional. d. Hambatan dan Solusi Hambatan seperti keterbatasan perangkat, akses internet, dan kebutuhan pelatihan lanjutan menunjukkan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Solusi yang diterapkan, seperti pemanfaatan fasilitas bersama dan penggunaan perangkat alternatif, berhasil mengurangi kendala tersebut. Dengan hasil ini, dapat dikatakan bahwa teknologi informasi menjadi salah satu solusi strategis dalam mendukung transformasi digital organisasi pelajar di tingkat lokal, khususnya di Banyuurip, Ujungpangkah. Saran Untuk mendukung keberlanjutan program pemanfaatan IT dalam organisasi pelajar NU, berikut rekomendasi yang dapat diberikan: a. Pelatihan Lanjutan Perlu diadakan pelatihan lanjutan yang lebih spesifik, seperti pengelolaan website organisasi, strategi digital marketing, atau penggunaan aplikasi manajemen proyek (misalnya Trello atau Notion). Hal ini akan membantu organisasi untuk semakin mandiri dalam mengelola program kerja berbasis teknologi. b. Pengadaan Fasilitas Teknologi Pengurus IPNU-IPPNU Banyuurip disarankan untuk mengupayakan pengadaan fasilitas teknologi, seperti laptop, proyektor, atau akses internet yang lebih baik. Hal ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pihak eksternal, seperti pemerintah daerah, donatur, atau lembaga pendidikan. c. Peningkatan Aktivitas Media Sosial d. Media sosial yang aktif dan terkelola dengan baik dapat menjadi alat strategis untuk memperluas jangkauan dakwah dan program kerja organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu menyusun kalender konten dan memanfaatkan platform digital secara konsisten. e. Replikasi Program di Wilayah Lain Program pelatihan ini dapat dijadikan model untuk diterapkan di organisasi pelajar NU lainnya di wilayah sekitar. Dengan melibatkan organisasi tingkat kecamatan atau kabupaten, manfaat program dapat diperluas dan berdampak lebih besar. f. Dukungan Berkelanjutan dari Pihak Eksternal Dukungan dari stakeholder, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan Nahdlatul Ulama, sangat diperlukan untuk memperkuat implementasi teknologi informasi di organisasi pelajar NU. Program seperti bantuan pelatihan, pendanaan, dan mentoring akan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Hasil pengabdian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan organisasi pelajar NU di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, organisasi pelajar tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga membangun generasi muda NU yang melek teknologi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan zaman, di mana kompetensi digital menjadi salah satu indikator utama dalam mencetak kader pelajar yang unggul. Ke depannya, diharapkan program serupa dapat diperluas ke organisasi pelajar lainnya dan mampu menciptakan ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan organisasi berbasis komunitas. Harapan ini tentu memerlukan sinergi dari semua pihak, termasuk dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas. DAFTAR PUSTAKA Al Ghifari, F. H. (2024). Green Education: Implementasi Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin Di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Nu Ujungpangkah Gresik. Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran Dan Pengembangan Pendidikan Islam, 5(2), 1-15. Fauzi, A. (2019). Sejarah Dan Peran Ipnu-Ippnu Dalam Pendidikan Karakter Generasi Muda. Surabaya: Lembaga Kajian Nu Press. Haryanto, S. (2018). "Tantangan Implementasi Teknologi Informasi Dalam Organisasi Berbasis Masyarakat." Jurnal Teknologi Dan Masyarakat, 5(2), 45-56. Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2020). Management Information Systems: Managing The Digital Firm. 16th Edition. New York: Pearson. Nuriza, Khusnul Isma, Et Al. "Peningkatan Potensi Situs Bersejarah Melalui Sosial Media Di Kelurahan Urang Agung Kabupaten Sidoarjo." Bhakti: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat 2.02 (2023): 077-085. Pranoto, A. (2022). "Peran Teknologi Informasi Dalam Meningkatkan Efisiensi Organisasi." Jurnal Sistem Informasi Dan Organisasi, 12(1), 12-21. Setyawan, R. (2021). "Pemanfaatan Media Digital Dalam Pengelolaan Organisasi Pemuda." Jurnal Digital Dan Komunitas, 7(3), 78-90. Wahid, Z. (2021). Pemuda Dan Teknologi: Menjawab Tantangan Era Digital. Jakarta: Nusa Media. Yunus, A. (2021). "Dampak Teknologi Informasi Terhadap Pendidikan Dan Pengelolaan Organisasi." Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Informasi, 10(4), 33-41. Zuhdi, H. (2020). "Transformasi Digital Dalam Organisasi Islam: Tantangan Dan Peluang." Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 6(2), 25-34.