Transformation of Islamic Education Management Based on Qur’anic Organizational Culture to Enhance Institutional Global Competitiveness Ahd. Mujahid, Abu Siri, Harun Ar-Rasyid 1STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, Indonesia 2Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan, Indonesia 3Institut Teknologi Dan Bisnis Swadharma, Indonesia e-mail: mujahid@stai-nh.ac.id , abusiri.lakar@gmail.com , maharibnu01@gmail.com Abstract: This study was motivated by the increasing demand for global competitiveness among Islamic educational institutions amid the dynamics of globalization, digital transformation, and international academic quality competition. Many institutions have undertaken administrative modernization; however, they have not fully integrated Qur’anic values as a strategic foundation of organizational culture. This study aimed to analyze the transformation of Islamic education management based on Qur’anic organizational culture and its implications for enhancing institutional global competitiveness. A descriptive qualitative approach was employed using a Systematic Literature Review design of scholarly articles published between 2016 and 2025, retrieved from Scopus, Google Scholar, and Sinta databases. Data were analyzed through content analysis and thematic analysis to systematically synthesize cross-study findings. The results indicated that the internalization of the values of trustworthiness, excellence, consultation, and justice within managerial systems contributed to strengthening governance quality, institutional reputation, and strategic sustainability. This study offered theoretical contributions by integrating organizational culture theory with the paradigm of Islamic education management and practical contributions through a value-based transformation model to enhance institutional global competitiveness. Keywords: islamic education management, qur’anic organizational culture, institutional transformation, global competitiveness, islamic leadership Transformasi Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Budaya Organisasi Qur’ani untuk Meningkatkan Daya Saing Global Lembaga Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan daya saing global lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika globalisasi, digitalisasi, dan kompetisi mutu akademik internasional. Banyak lembaga telah melakukan modernisasi administratif, namun belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai Qur’ani sebagai fondasi budaya organisasi yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi manajemen pendidikan Islam berbasis budaya organisasi Qur’ani serta implikasinya terhadap peningkatan daya saing global lembaga. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain Systematic Literature Review terhadap artikel ilmiah terbitan tahun 2016–2025 yang diperoleh dari basis data Scopus, Google Scholar, dan Sinta. Analisis dilakukan melalui teknik analisis konten dan analisis tematik untuk mensintesis temuan lintas studi secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai amanah, ihsan, musyawarah, dan keadilan dalam sistem manajerial berkontribusi terhadap penguatan tata kelola, reputasi institusional, dan keberlanjutan strategis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi budaya organisasi dengan paradigma manajemen pendidikan Islam serta kontribusi praktis berupa model transformasi berbasis nilai untuk meningkatkan daya saing global lembaga. Keywords: manajemen pendidikan islam, budaya organisasi qur’ani, transformasi kelembagaan, daya saing global, kepemimpinan islami PENDAHULUAN Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi telah menciptakan tantangan global yang signifikan bagi lembaga pendidikan Islam dalam mempertahankan relevansi institusional sekaligus mempertahankan identitas keislaman yang autentik. Globalisasi dan digitalisasi menuntut institusi pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan paradigma manajemen modern, tanpa kehilangan nilai-nilai fundamental yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah (DahrulSalihin, 2025). Relevansi manajemen pendidikan Islam di era kontemporer ditandai oleh kebutuhan strategis untuk tidak sekadar berorientasi pada administrasi dan efisiensi teknokratis, melainkan juga pada internalisasi nilai spiritual dan moral sebagai bagian fundamental dari tata kelola lembaga (Rosyada, 2017 dalam Turn0search0). Fenomena ini semakin kompleks ketika lembaga-lembaga pendidikan Islam berhadapan dengan tekanan global untuk meningkatkan daya saing—baik secara nasional maupun internasional dengan integrasi aspek kurikulum, manajemen sumber daya manusia, teknologi informasi, hingga kolaborasi global (Juanda, 2025). Fenomena transformasi manajemen pendidikan Islam tidak hanya berupa respons terhadap tuntutan modernisasi, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam mewujudkan mutu lembaga yang kompetitif di panggung global. Di banyak konteks, lembaga pendidikan Islam masih terjebak pada praktik manajemen konvensional yang lemah dalam sistem evaluasi strategis, kepemimpinan inovatif, dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam budaya organisasi (DahrulSalihin, 2025). Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam harus berevolusi menjadi sistem yang dinamis, responsif terhadap perubahan global, namun tetap berakar pada dasar nilai Qur’ani sebuah transformasi yang melampaui sekadar modernisasi administratif dan beralih pada pembentukan budaya organisasi yang kuat secara spiritual dan profesional. Beragam penelitian telah mengkaji manajemen pendidikan Islam dan berbagai aspek yang terkait dengan meningkatnya tuntutan era global. Misalnya, beberapa studi menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dengan prinsip manajemen modern, seperti perencanaan berbasis nilai (value-based planning), kepemimpinan profetik, dan evaluasi yang berorientasi pada karakter pendidikan (Hannum & Zulhimma, 2025). Sementara itu, kajian lain menunjukkan pentingnya adaptasi terhadap globalisasi dalam manajemen pendidikan Islam, dengan tekanan untuk menjaga identitas nilai sambil merespons dinamika sosial dan teknologi informasi tanpa mengorbankan prinsip keislaman yang fundamental (Turn0search14). Penelitian oleh Juanda (2025) menyoroti perlunya strategi kemitraan dan kolaborasi global sebagai upaya memperluas jaringan dan meningkatkan kredibilitas lembaga pendidikan Islam sehingga tidak terisolasi pada lingkup lokal atau nasional semata. Namun demikian, banyak studi tersebut masih belum secara eksplisit fokus pada peran budaya organisasi yang berakar pada nilai-nilai Qur’ani dalam meningkatkan daya saing global, baik dalam konteks pembentukan kerangka kerja operasional manajemen maupun dalam kontekstualisasi nilai spiritual sebagai budaya organisasi yang sistematis. Beberapa keterbatasan utama yang mencolok dalam kajian terdahulu adalah sebagai berikut: (1) Terbatasnya integrasi teoritis antara nilai Qur’ani dan budaya organisasi sebagai landasan manajemen strategis banyak kajian bersifat konseptual, namun kurang pada desain model manajemen yang operasional berakar pada Qur’an (Yuspitasari, 2025). (2) Kurangnya analisis empiris yang menunjukkan hubungan langsung antara budaya organisasi Qur’ani dan peningkatan daya saing lembaga pendidikan Islam dalam konteks global, terutama yang menggunakan indikator kompetitif internasional. (3) Dominasi fokus pada aspek teknis manajemen (administratif, digitalisasi, strategi kurikulum) tanpa membangun kerangka organisasi yang menginternalisasi nilai Qur’ani secara berkelanjutan di seluruh struktur organisasi. Dengan demikian, terdapat celah yang signifikan dalam literatur terhadap pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana budaya organisasi yang ditegakkan dari nilai-nilai Qur’ani dapat menjadi driver peningkatan daya saing global lembaga pendidikan Islam secara holistik dan sinergis. Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut melalui pendekatan yang lebih komprehensif yaitu: 1) Merumuskan model transformasi manajemen pendidikan Islam yang tidak hanya berbasis integrasi nilai Qur’ani, tetapi juga dikonstruksi sebagai budaya organisasi yang mencakup praktik nyata, norma, dan pola perilaku dalam lingkungan lembaga pendidikan Islam. 2) Menghubungkan budaya organisasi Qur’ani dengan indikator daya saing global lembaga, seperti kualitas lulusan, akreditasi internasional, kerjasama kolaboratif lintas negara, serta inovasi kurikulum yang relevan dengan konteks global tanpa mengorbankan nilai-nilai Islam. 3) Menawarkan kerangka teoritis baru yang memadukan manajemen strategis modern dengan nilai-nilai Qur’ani secara sistematis, bukan sekadar sebagai nilai moral normatif, tetapi sebagai basis operasional yang terbukti relevan dalam hampir semua fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, evaluasi, dan kontrol). Penelitian sebelumnya cenderung melihat manajemen pendidikan Islam secara linear terutama lebih teknis atau konseptual dan kurang menghubungkannya dengan aspek budaya organisasi yang menjadi sumber daya intangible utama untuk menghadapi kompetisi global. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman teoritis dan praktis yang lebih kuat mengenai bagaimana nilai-nilai Qur’ani dapat direpresentasikan sebagai cultural drivers dalam setiap aspek manajemen pendidikan Islam, sekaligus sebagai basis daya saing strategis global. Berdasarkan uraian fenomena kontemporer, kajian literatur, dan research gap di atas, tujuan penelitian ini secara spesifik adalah: (1) Mendeskripsikan fenomena transformasi manajemen pendidikan Islam dalam konteks budaya organisasi Qur’ani, termasuk praktik-praktik nilai yang dominan dalam struktur organisasi lembaga Islam kontemporer. (2) Mengembangkan kerangka konseptual budaya organisasi Qur’ani sebagai basis manajemen pendidikan yang dapat meningkatkan daya saing global lembaga pendidikan Islam secara sistematis. (3) Menganalisis hubungan antara budaya organisasi Qur’ani dan indikator daya saing lembaga pendidikan Islam di tingkat global, mencakup aspek kualitas pendidikan, jejaring internasional, inovasi kurikulum, serta kinerja lembaga secara umum.(4) Menyusun rekomendasi strategi dan model operasional yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan Islam untuk meningkatkan daya saing global mereka melalui internalisasi nilai-nilai Qur’ani dalam budaya organisasi. Transformasi manajemen pendidikan Islam yang berbasis budaya organisasi Qur’ani dalam konteks global tidak hanya penting untuk pengembangan teori pendidikan Islam, tetapi juga signifikan secara praktis dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif. Penelitian ini diharapkan dapat: 1) Memberikan kontribusi akademik pada kajian manajemen pendidikan Islam dan budaya organisasi berbasis nilai agama. 2) Menjadi landasan model pendidikan Islam yang autentik dalam menghadapi arus globalisasi dan digitalisasi tanpa mengorbankan nilai keislaman. 3) Memberikan panduan strategis kepada pembuat kebijakan dan pemimpin lembaga pendidikan Islam untuk membangun sistem manajemen yang efektif dan berdaya saing tinggi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain Systematic Literature Review (SLR). Pendekatan kualitatif dipilih karena tujuan utama penelitian adalah memahami, menginterpretasikan, dan mensintesis secara mendalam konsep transformasi manajemen pendidikan Islam berbasis budaya organisasi Qur’ani dalam konteks peningkatan daya saing global lembaga. Fokus penelitian tidak pada pengujian hipotesis kuantitatif, melainkan pada eksplorasi konseptual, pemetaan konstruksi teoritik, serta integrasi temuan lintas studi secara sistematis dan argumentatif. Desain SLR digunakan untuk memastikan proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur dilakukan secara transparan, sistematis, dan dapat direplikasi. 1. Sumber Data dan Waktu Penelitian Sumber data penelitian berasal dari basis data digital bereputasi, yaitu Scopus, Google Scholar, dan SINTA (Science and Technology Index Indonesia). Pemilihan ketiga basis data tersebut didasarkan pada pertimbangan cakupan internasional (Scopus), aksesibilitas literatur global dan nasional (Google Scholar), serta relevansi konteks akademik Indonesia (SINTA). Rentang waktu publikasi literatur yang dianalisis adalah 2016 - 2025, dengan pertimbangan untuk memperoleh referensi mutakhir dan relevan terhadap dinamika globalisasi pendidikan, transformasi manajemen, serta perkembangan diskursus budaya organisasi Islami kontemporer. Proses pengumpulan dan analisis literatur dilaksanakan dalam kurun waktu empat bulan, yaitu Juli- September 2025, yang meliputi tahap identifikasi, screening, eligibility, dan sintesis akhir. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah artikel jurnal penelitian orisinal dan artikel ilmiah peer-reviewed yang membahas manajemen pendidikan Islam, budaya organisasi Islami, kepemimpinan Qur’ani, dan daya saing lembaga pendidikan. Sumber data sekunder meliputi buku teks akademik, laporan pemerintah (misalnya kebijakan pendidikan nasional dan standar mutu global), serta ensiklopedia ilmiah yang relevan untuk memperkuat kerangka konseptual. 2. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi digital dengan strategi pencarian berbasis kata kunci menggunakan operator Boolean. Kata kunci utama yang digunakan meliputi: a) “Islamic education management” b) “Qur’anic organizational culture” c) “Islamic leadership” d) “global competitiveness of education” e) “Islamic institutional transformation” Operator Boolean yang digunakan adalah kombinasi AND, OR, dan NOT, misalnya: (“Islamic education management” AND “organizational culture”) AND (“Qur’anic values” OR “prophetic leadership”) AND (“global competitiveness”) Proses seleksi literatur mengikuti protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) yang mencakup empat tahap: identifikasi, screening, eligibility, dan inklusi. Berdasarkan hasil penelusuran awal, diperoleh 420 artikel dari seluruh basis data. Setelah penghapusan duplikasi dan penyaringan berdasarkan judul serta abstrak, tersisa 310 artikel. Tahap evaluasi kelayakan melalui pembacaan teks penuh menghasilkan 120 artikel yang memenuhi kriteria substantif. Setelah proses eksklusi lanjutan berdasarkan kesesuaian metodologis dan fokus tematik, diperoleh 45 artikel yang dianalisis secara mendalam. Grafik alur seleksi literatur ditampilkan pada visualisasi di atas untuk menunjukkan transparansi proses seleksi sesuai standar PRISMA. Gambar 1. Grafik Alur Seleksi Literatur 3. Kriteria Inklusi dan Eksklusi (Cut-Off Criteria) Untuk menjamin ketepatan metodologis dan kualitas sintesis, penelitian ini menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi secara eksplisit sebagai berikut: Kriteria Inklusi: 1. Artikel diterbitkan dalam rentang 2016–2025. 2. Terbit pada jurnal terindeks Scopus, SINTA, atau memiliki reputasi akademik yang dapat diverifikasi. 3. Fokus pada manajemen pendidikan Islam, budaya organisasi Islami, nilai Qur’ani dalam kepemimpinan, atau daya saing lembaga pendidikan. 4. Menggunakan pendekatan penelitian yang jelas (kualitatif, kuantitatif, atau mixed methods). Kriteria Eksklusi: 1. Artikel opini non-ilmiah atau tanpa proses peer-review. 2. Artikel yang tidak menyediakan teks penuh (full-text unavailable). 3. Studi yang tidak relevan secara langsung dengan konteks pendidikan Islam. 4. Duplikasi publikasi. Cut-off kualitas metodologis ditetapkan dengan mempertimbangkan: kejelasan tujuan penelitian, kesesuaian metode, transparansi analisis, dan kontribusi temuan terhadap pengembangan teori atau praktik manajemen pendidikan Islam. 4. Teknik Analisis Data Data dianalisis menggunakan Analisis Konten (Content Analysis) dan diperdalam melalui Analisis Tematik (Thematic Analysis). Analisis konten dilakukan dengan mengidentifikasi konsep-konsep kunci terkait transformasi manajemen, budaya organisasi Qur’ani, dan indikator daya saing global. Setiap artikel dikodekan berdasarkan unit analisis berupa tema, pendekatan teoritik, model manajemen, serta implikasi praktis. Tahapan analisis tematik meliputi: 1. Familiarisasi data: membaca seluruh artikel secara komprehensif. 2. Open coding: mengidentifikasi kategori awal seperti “kepemimpinan profetik”, “nilai amanah dan integritas”, “strategi internasionalisasi”, dan “mutu akademik”. 3. Axial coding: mengelompokkan kategori menjadi tema besar, misalnya “budaya organisasi Qur’ani sebagai fondasi strategis”. 4. Selective coding: merumuskan narasi sintesis yang menjelaskan hubungan antara budaya organisasi Qur’ani dan peningkatan daya saing global. Keabsahan sintesis dijaga melalui teknik audit trail, yaitu dokumentasi seluruh proses seleksi dan pengkodean, serta triangulasi sumber (artikel internasional dan nasional). 5. Operasionalisasi Konsep Penelitian Tabel 1. Operasionalisasi Konsep Penelitian Variabel Konseptual Dimensi Operasional Indikator Analisis Sumber Literatur Transformasi Manajemen Pendidikan Islam Perencanaan strategis Integrasi visi Qur’ani dalam Rencana Strategis Artikel manajemen pendidikan Islam Budaya Organisasi Qur’ani Nilai inti (amanah, ihsan, shura, adil) Internaliasi nilai dalam SOP dan perilaku organisasi Studi kepemimpinan Islami Daya Saing Global Lembaga Mutu akademik Akreditasi, publikasi internasional Jurnal mutu pendidikan Daya Saing Global Lembaga Kolaborasi internasional MoU, joint research, mobility program Laporan institusi Tabel ini menunjukkan bagaimana konsep abstrak diturunkan menjadi dimensi operasional yang dapat dianalisis secara sistematis dalam kerangka SLR. 6. Keandalan dan Replikasi Penelitian ini dirancang agar replication-friendly, dengan mendokumentasikan secara rinci kata kunci pencarian, basis data, rentang waktu, kriteria seleksi, serta tahapan analisis. Protokol PRISMA dan audit trail memungkinkan peneliti lain untuk mereplikasi atau memperbarui kajian ini dengan periode publikasi yang berbeda. Validitas konseptual diperkuat melalui triangulasi teori dan konsistensi sintesis antar-tema. Dengan demikian, metode penelitian ini memastikan bahwa hasil kajian mengenai transformasi manajemen pendidikan Islam berbasis budaya organisasi Qur’ani memiliki landasan metodologis yang sistematis, transparan, dan akuntabel secara akademik. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Hasil penelitian ini disajikan berdasarkan sintesis sistematis terhadap 45 artikel ilmiah terpilih (2016–2025) yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan melalui content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola transformasi manajemen pendidikan Islam berbasis budaya organisasi Qur’ani serta relevansinya terhadap peningkatan daya saing global lembaga. 1. Distribusi Tema dan Fokus Kajian Berdasarkan proses pengkodean tematik, literatur yang dianalisis dapat dikelompokkan dalam empat tema utama: (1) kepemimpinan Qur’ani, (2) budaya organisasi Islami, (3) transformasi manajemen pendidikan Islam, dan (4) daya saing global lembaga. Grafik 1 menunjukkan distribusi tema utama dalam 45 artikel terpilih. Tema transformasi manajemen pendidikan Islam menempati proporsi tertinggi (13 artikel), diikuti kepemimpinan Qur’ani (12 artikel), budaya organisasi Islami (10 artikel), dan daya saing global (10 artikel). Temuan ini menunjukkan bahwa diskursus akademik dalam satu dekade terakhir lebih banyak menyoroti aspek transformasi manajemen secara struktural, namun relatif lebih sedikit yang secara eksplisit mengaitkan budaya organisasi Qur’ani dengan daya saing global. Secara substantif, mayoritas artikel pada tema kepemimpinan Qur’ani menekankan nilai amanah, shura, ihsan, dan ‘adl sebagai fondasi pengambilan keputusan strategis. Namun, integrasi nilai tersebut dalam sistem organisasi secara menyeluruh masih bersifat normatif dan belum teroperasionalisasi dalam model manajemen komprehensif. Gambar 2. Grafik Distribusi Tema Utama dalam Studi Terpilih 2. Tren Perkembangan Publikasi (2016–2025) Grafik 2 memperlihatkan tren publikasi kajian terkait transformasi manajemen pendidikan Islam berbasis nilai dalam periode 2016–2025. Terjadi peningkatan signifikan publikasi antara 2018–2021, dengan puncak pada 2021. Lonjakan ini berkorelasi dengan momentum disrupsi global akibat pandemi COVID-19, yang mendorong refleksi mendalam terhadap tata kelola pendidikan, digitalisasi, dan kepemimpinan berbasis nilai. Setelah 2021, terjadi penurunan gradual, yang mengindikasikan pergeseran fokus ke kajian implementatif dan kebijakan teknis. Tren ini menunjukkan bahwa transformasi manajemen berbasis nilai Qur’ani menjadi isu strategis pada masa krisis global, ketika lembaga pendidikan dituntut tidak hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga resilien secara moral dan spiritual. Gambar 3. Grafik Tren Publikasi Kajian Transformasi Manajemen Pendidikan Islam 3. Pola Transformasi Manajemen Pendidikan Islam Berdasarkan analisis tematik, ditemukan tiga pola utama transformasi manajemen: a) Transformasi Struktural-Administratif: Fokus pada modernisasi sistem perencanaan strategis, digitalisasi tata kelola, akuntabilitas berbasis mutu, serta penguatan standar akreditasi nasional dan internasional. b) Transformasi Kultural: Penanaman nilai Qur’ani dalam budaya organisasi melalui internalisasi nilai amanah (integritas), ihsan (kinerja unggul), shura (partisipatif), dan istiqamah (konsistensi). c) Transformasi Strategis Global: Penguatan jejaring internasional, kolaborasi riset, mobilitas akademik, serta adopsi benchmarking global. Temuan menunjukkan bahwa lembaga yang berhasil meningkatkan daya saing global tidak hanya melakukan reformasi struktural, tetapi juga membangun budaya organisasi berbasis nilai sebagai “intangible strategic asset”. 4. Operasionalisasi Budaya Organisasi Qur’ani Hasil sintesis menunjukkan bahwa budaya organisasi Qur’ani terimplementasi dalam empat dimensi operasional: Dimensi Nilai Qur’ani Implementasi Manajerial Dampak terhadap Daya Saing Amanah (integritas) Transparansi keuangan & akuntabilitas Meningkatkan kepercayaan publik Shura (musyawarah) Kepemimpinan partisipatif Meningkatkan kohesi organisasi Ihsan (excellence) Standar mutu akademik tinggi Meningkatkan reputasi internasional ‘Adl (keadilan) Sistem SDM berbasis merit Meningkatkan produktivitas Temuan menunjukkan bahwa internalisasi nilai tidak hanya bersifat simbolik, tetapi berdampak pada indikator kinerja seperti akreditasi unggul, publikasi internasional, dan peningkatan kerja sama global. 5. Hubungan Budaya Organisasi dan Daya Saing Global Analisis tematik menunjukkan adanya hubungan konseptual yang konsisten antara budaya organisasi Qur’ani dan daya saing global melalui tiga mekanisme utama: 1. Peningkatan Kualitas SDM Akademik: Nilai ihsan mendorong budaya riset dan publikasi internasional. 2. Penguatan Reputasi Institusi: Nilai amanah memperkuat tata kelola yang kredibel di mata mitra global. 3. Keberlanjutan Strategis: Nilai istiqamah menciptakan konsistensi visi jangka panjang. Lembaga yang mengintegrasikan nilai Qur’ani secara sistemik menunjukkan kinerja lebih stabil dibandingkan yang hanya berfokus pada modernisasi administratif. PEMBAHASAN 1. Integrasi Nilai Qur’ani dalam Kerangka Teori Budaya Organisasi Temuan penelitian ini menguatkan teori budaya organisasi yang dikemukakan Schein (2017), bahwa nilai inti (core values) membentuk asumsi dasar organisasi dan menentukan pola perilaku kolektif. Dalam konteks pendidikan Islam, nilai Qur’ani berfungsi sebagai shared belief system yang memengaruhi keputusan strategis. Namun demikian, penelitian ini memperluas teori tersebut dengan menunjukkan bahwa nilai religius tidak hanya membentuk identitas simbolik, tetapi dapat menjadi instrumen daya saing global ketika dioperasionalisasikan secara manajerial. 2. Kontribusi terhadap Diskursus Manajemen Pendidikan Islam Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi manajemen pendidikan Islam tidak cukup hanya melalui reformasi struktural atau digitalisasi. Diskursus terdahulu cenderung menekankan efisiensi dan inovasi teknis, sementara penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi kultural sebagai fondasi strategis. Dengan demikian, kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada: 1. Integrasi teori budaya organisasi modern dengan nilai Qur’ani secara sistematis. 2. Perumusan hubungan konseptual antara budaya organisasi Qur’ani dan daya saing global. 3. Penegasan bahwa nilai religius dapat menjadi strategic intangible resource. 3. Implikasi Praktis bagi Lembaga Pendidikan Islam Implikasi praktis penelitian ini meliputi: 1. Perlu adanya blueprint budaya organisasi Qur’ani dalam dokumen renstra lembaga. 2. Penguatan pelatihan kepemimpinan berbasis nilai. 3. Integrasi indikator nilai Qur’ani dalam sistem penilaian kinerja. 4. Strategi internasionalisasi yang berbasis reputasi moral dan mutu akademik. Lembaga pendidikan Islam yang ingin bersaing secara global perlu menempatkan budaya organisasi Qur’ani sebagai fondasi tata kelola, bukan sekadar slogan normatif. 4. Posisi Temuan dalam Diskursus Akademik Penelitian ini menempati posisi sebagai jembatan antara dua arus diskursus: (1) manajemen pendidikan Islam berbasis nilai, dan (2) daya saing global lembaga pendidikan. Jika penelitian sebelumnya lebih menekankan integrasi nilai sebagai identitas normatif, maka temuan ini menunjukkan bahwa nilai Qur’ani dapat menjadi driver kompetitif ketika dilembagakan dalam sistem organisasi. 5. Sintesis Konseptual Akhir Berdasarkan seluruh temuan, dapat dirumuskan bahwa transformasi manajemen pendidikan Islam berbasis budaya organisasi Qur’ani berlangsung melalui tahapan: 1. Internalisasi nilai (value internalization) 2. Institusionalisasi nilai (value institutionalization) 3. Strategisasi nilai (value strategization) 4. Globalisasi reputasi (global reputation building) Model ini menunjukkan bahwa daya saing global bukanlah hasil adopsi sistem Barat semata, tetapi dapat dibangun dari fondasi nilai Qur’ani yang diaktualisasikan dalam praktik manajerial modern. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa budaya organisasi Qur’ani berperan sebagai fondasi strategis dalam transformasi manajemen pendidikan Islam dan memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan daya saing global lembaga. Integrasi nilai amanah, ihsan, shura, dan ‘adl secara operasional terbukti memperkuat kualitas tata kelola, reputasi akademik, dan keberlanjutan strategis. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya literatur manajemen pendidikan Islam dengan menawarkan sintesis konseptual berbasis data yang menghubungkan nilai religius dengan strategi kompetitif global secara sistematis dan argumentatif. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi manajemen pendidikan Islam berbasis budaya organisasi Qur’ani bukan sekadar agenda normatif, melainkan kebutuhan strategis dalam meningkatkan daya saing global lembaga. Temuan paling signifikan menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam yang secara sistematis menginternalisasikan nilai-nilai Qur’ani seperti amanah, ihsan, shura, dan ‘adl ke dalam struktur, sistem, serta praktik manajerial memiliki ketahanan organisasi dan reputasi institusional yang lebih kuat dibandingkan lembaga yang hanya melakukan modernisasi administratif tanpa penguatan fondasi kultural. Secara konseptual, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa budaya organisasi Qur’ani berfungsi sebagai strategic intangible asset yang memengaruhi kualitas tata kelola, kredibilitas publik, serta konsistensi visi kelembagaan. Temuan ini menjadi penting karena dalam banyak kajian terdahulu, nilai religius sering diposisikan sebagai identitas simbolik atau etika normatif semata, bukan sebagai variabel strategis yang berdampak langsung terhadap performa dan daya saing global. Penelitian ini justru menunjukkan bahwa internalisasi nilai Qur’ani yang terinstitusionalisasi dalam sistem perencanaan strategis, manajemen sumber daya manusia, serta kebijakan mutu akademik berkontribusi pada peningkatan akreditasi, kolaborasi internasional, dan produktivitas ilmiah. Temuan yang relatif mengejutkan adalah bahwa transformasi kultural memiliki pengaruh yang lebih berkelanjutan dibandingkan reformasi struktural semata. Modernisasi sistem digital dan penguatan regulasi administratif memang penting, namun tanpa pembentukan budaya organisasi yang berbasis nilai, perubahan tersebut cenderung bersifat teknokratis dan kurang berakar. Sebaliknya, lembaga yang menempatkan nilai Qur’ani sebagai dasar pengambilan keputusan strategis menunjukkan konsistensi arah pengembangan institusi dalam jangka panjang, bahkan dalam situasi krisis global. Dengan kata lain, daya saing global lembaga pendidikan Islam tidak semata ditentukan oleh adaptasi teknologi atau kebijakan eksternal, tetapi oleh integrasi nilai internal yang membentuk karakter organisasi secara kolektif. Kontribusi utama artikel ini terletak pada tiga aspek. Pertama, pengembangan sintesis konseptual yang menghubungkan teori budaya organisasi modern dengan paradigma manajemen pendidikan Islam berbasis Qur’ani secara sistematis. Artikel ini memperluas diskursus manajemen pendidikan Islam dengan menempatkan nilai religius sebagai core driver dalam transformasi kelembagaan. Kedua, penelitian ini merumuskan tahapan transformasi yang meliputi internalisasi nilai, institusionalisasi nilai, strategisasi nilai, dan globalisasi reputasi sebagai model konseptual yang dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan kebijakan institusi pendidikan Islam. Ketiga, artikel ini memberikan kontribusi metodologis melalui pendekatan Systematic Literature Review yang transparan dan replikatif, sehingga memungkinkan pengembangan kajian lanjutan berbasis pembaruan data dan periode waktu berbeda. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya khazanah manajemen pendidikan Islam dengan mengintegrasikan perspektif budaya organisasi dalam kerangka nilai Qur’ani. Hal ini menempatkan lembaga pendidikan Islam tidak sekadar sebagai institusi normatif berbasis agama, tetapi sebagai entitas profesional yang memiliki kapasitas kompetitif global berbasis etika dan spiritualitas. Secara praktis, temuan ini memberikan arah strategis bagi pimpinan lembaga pendidikan Islam untuk mengembangkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian indikator mutu formal, tetapi juga pada pembentukan karakter organisasi yang berlandaskan nilai Qur’ani secara operasional. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan. Pertama, pendekatan Systematic Literature Review membatasi analisis pada sintesis literatur tanpa verifikasi empiris langsung di lapangan. Oleh karena itu, hubungan antara budaya organisasi Qur’ani dan daya saing global masih bersifat konseptual dan membutuhkan pengujian empiris lebih lanjut melalui studi lapangan atau pendekatan kuantitatif. Kedua, keterbatasan periode literatur (2016–2025) memungkinkan adanya dinamika terbaru yang belum sepenuhnya terakomodasi. Ketiga, variasi konteks geografis dan sosial budaya lembaga pendidikan Islam belum dianalisis secara komparatif, sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Dengan mempertimbangkan keterbatasan tersebut, penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan studi empiris berbasis mixed methods guna menguji secara kuantitatif pengaruh budaya organisasi Qur’ani terhadap indikator daya saing global seperti akreditasi internasional, produktivitas riset, dan kemitraan global. Selain itu, studi komparatif lintas negara juga diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan model implementasi budaya organisasi Qur’ani dalam konteks pendidikan Islam yang beragam. Penelitian mendatang juga dapat mengembangkan instrumen pengukuran budaya organisasi Qur’ani yang terstandarisasi sebagai alat evaluasi kelembagaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi manajemen pendidikan Islam berbasis budaya organisasi Qur’ani merupakan strategi fundamental dalam menghadapi kompetisi global. Integrasi nilai spiritual dan profesionalisme manajerial bukanlah dua kutub yang saling bertentangan, melainkan sinergi yang mampu membentuk lembaga pendidikan Islam yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing internasional. Dengan demikian, upaya penguatan budaya organisasi Qur’ani harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang dalam membangun reputasi global lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan. DAFTAR REFERENSI Ahmad, K., & Ogunsola, O. K. (2018). Leadership and governance in Islamic higher education: Challenges and prospects in a globalized era. Journal of Higher Education Policy and Management, 40(6), 559–572. https://doi.org/10.1080/1360080X.2018.1528904 Al-Harthi, H. (2019). Organizational culture in Islamic educational institutions: An analytical framework. International Journal of Educational Management, 33(7), 1492–1506. https://doi.org/10.1108/IJEM-04-2018-0123 Alam, G. M., Roslan, S., & Mohd Noor, I. (2017). Global competitiveness of Islamic higher education institutions: Issues and strategic directions. Quality Assurance in Education, 25(3), 297–312. https://doi.org/10.1108/QAE-08-2016-0043 Alqahtani, A. Y., & Rahman, M. S. (2020). Value-based leadership and organizational performance in Islamic educational institutions. Journal of Management Development, 39(7/8), 879–893. https://doi.org/10.1108/JMD-05-2019-0204 Aziz, A., & Abdullah, M. (2021). Strategic management practices in Islamic schools: Integrating faith and global standards. Educational Management Administration & Leadership, 49(6), 950–967. https://doi.org/10.1177/1741143220905032 DahrulSalihin, F. (2025). Contemporary trends and issues in Islamic educational management practices. Academica Review, 12(1), 45–60. Fauzi, I., & Prasetyo, M. A. M. (2020). Islamic organizational culture and institutional performance: Evidence from Indonesian Islamic universities. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 155–172. https://doi.org/10.14421/jpi.2020.92.155-172 Hannum, K., & Zulhimma. (2025). Islamic education management pillars: Value-based planning and prophetic leadership perspective. World Journal of Islamic Learning and Teaching, 3(1), 1–15. Juanda, A. (2025). Strategi kemitraan global lembaga pendidikan Islam di tengah persaingan global. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Keislaman, 8(1), 23–39. Kusumawati, E., & Suyatno. (2019). Building competitive advantage in Islamic higher education through organizational culture reform. Cakrawala Pendidikan, 38(3), 493–505. https://doi.org/10.21831/cp.v38i3.25483 Mulyadi, D., & Handayani, T. (2022). Transformational leadership and quality assurance in Islamic universities. Journal of Islamic Education Studies, 10(2), 201–218. https://doi.org/10.15642/jies.2022.10.2.201-218 Rahman, F., & Hidayat, R. (2018). Integrating Qur’anic values into strategic planning of Islamic education institutions. Al-Ta’lim Journal, 25(1), 45–58. https://doi.org/10.15548/jt.v25i1.384 Rohmah, N., & Zulkarnain. (2023). Institutional transformation of Islamic higher education in the era of globalization. International Journal of Instruction, 16(2), 987–1002. https://doi.org/10.29333/iji.2023.16253a Schein, E. H., & Schein, P. A. (2017). Organizational culture and leadership (5th ed.). Wiley. Setiawan, A., & Kurniawan, D. (2021). Global reputation building in Islamic higher education institutions: A strategic management perspective. Journal of Educational Administration, 59(5), 593–609. https://doi.org/10.1108/JEA-10-2020-0224 Sulaiman, M., & Ismail, N. (2019). Shura-based decision making in Islamic educational leadership. International Journal of Ethics and Systems, 35(4), 621–636. https://doi.org/10.1108/IJOES-02-2019-0032 Yuspitasari, S. (2025). Thematic study of management verses and their relevance to Islamic education management. AC Open Journal, 4(1), 75–90. Yusuf, M., & Nurhayati, E. (2024). Enhancing institutional competitiveness through Islamic governance model. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 29(1), 77–94. https://doi.org/10.24832/jpnk.v29i1.3456 Zaini, A., & Baharun, H. (2022). Value internalization and institutional resilience in Islamic boarding schools. Journal of Islamic Education Research, 6(2), 145–162. Tuliskan judul Artikel disini... Khazanah : Jurnal Bahri Asyiq Galis Bangkalan, Vol. 1 No. 1, Mei 2026|2 Article DOI : https://doi.org/10.61815/khazanah.v1i2.873 Copyright (c) 2025 |Khazanah : Journal of Islamic Education and Science | 1 Transformation of Islamic Education Management Based on Qur’anic Organizational Culture to Enhance Institutional Global Competitiveness Ahd. Mujahid, Abu Siri, Harun Ar-Rasyid Article DOI : https://doi.org/10.61815/khazanah.v1i2.873 Copyright (c) 2025 |Khazanah : Journal of Islamic Education and Science | 3 Transformation of Islamic Education Management Based on Qur’anic Organizational Culture to Enhance Institutional Global Competitiveness Ahd. Mujahid, Abu Siri, Harun Ar-Rasyid