PROGRAM COOKING DAY SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS GENDER ANAK USIA DINI DI KOTA BINJAI

Authors

  • Aulia Annisa Universitas Samudra

DOI:

https://doi.org/10.61815/waladi.v4i1.758

Keywords:

Program Cooking Day, Identitas Gender, Anak Usia Dini

Abstract

Pengasuhan merupakan hasil kerjasama kedua orangtua, dimana peran ayah dan ibu harus saling melengkapi. Jika hanya salah satu saja yang terlibat, maka proses pengasuhan tidak akan optimal. Faktanya, Indonesia saat ini berada pada peringkat ketiga dunia dalam kasus fatherless yang menunjukkan bahwa selama ini ayah jarang terlibat dalam pengasuhan. Kondisi Fatherless akan memberikan dampak psikologis pada anak berupa perasaan diabaikan dan muncul perasaan iri terhadap anak lain dimana ayahnya terlibat dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan program cooking day untuk penguatan identitas gender pada anak usia dini di Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana melibatkan 25 orang anak, 25 orangtua dan 4 orang guru sebagai subyek penelitian. Subyek penelitian dipilih berdasarkan teknik purposive sampling jenis convinience sampling, yakni berdasarkan keinginan atau kesediaan partisipan untuk dilibatkan dalam proses penelitian. Objek penelitian ini adalah identitas gender anak usia dini yang dikembangkan melalui program cooking day. Pengumpulan data penelitian menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara, dan catatan anekdot. Kemudian data dianalisis menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program cooking day dapat meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pentingnya penguatan identitas gender positif sejak usia dini. Orangtua menyadari perlunya menghapus stereotip gender dalam kegiatan sehari-hari agar anak tumbuh dengan kepercayaan diri dan pemahaman kesetaraan. Output dari penelitian ini akan menjadi gagasan bahwa identitas gender yang kuat dibangun dari konsep diri yang kuat dalam diri anak, yang terbentuk dari hasil pengasuhan orangtua selama masa golden age.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andrina, M. (2022). Maternal Employment and Childcare Arrangements in Indonesia: The Needs for Childcare Support Policies. Masyarakat Indonesia, 48(2). https://doi.org/10.14203/jmi.v48i2.1244.

Annisa, A. (2023). Pelatihan regulasi emosi: Mengembangkan intervensi untuk meningkatkan regulasi emosi pada anak. TIN: Terapan Informatika Nusantara, 4(3), 198-202.

Budiani, S. C. A., Ratnaningrum, Z. D., & Lailiyah, F. (2024). Peran Empati di Keluarga Fatherless pada Anak Usia Dewasa Awal. SABER: Jurnal Teknik Informatika, Sains dan Ilmu Komunikasi, 2(4), 73-83.

Fiqrunnisa, A., Yuliad, I., & Saniatuzzulfa, R. (2023). The correlation of the perception of father’s involvement in parenting with mate selection in fatherless early adult women. Psyche: Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, 5(2), 2655–6936.

Handayani, O. D., & Anisa, R. (2023). Penguatan Media Pengenalan Identitas Gender melalui Buku Lift The Flap pada Anak Usia Dini. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 551–565.

Lestari, G. A., Abddurrazaq, A., & Neni, N. (2023). Dampak Perbedaan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kesadaran Gender Anak (Studi Kasus Orang Tua Remaja “D” Yang Berperilaku Feminim di Desa Muara Pinang Kabupatem Empat Lawang). Adiba: Journal of Education, 3(3), 375–379.

Lidwina, A. (2023). Ironi ‘fatherless country’ dalam citra keluarga ideal Indonesia. Baktinews. https://baktinews.bakti.or.id/artikel/ironi-fatherless-country-dalam-citra-keluarga-ideal-indonesia.

Listyaningrum, E. M. (2021). Peran Orang Tua Dalam Pengenalan Pengetahuan Gender Anak Usia Dini Pada Masa Pandemi. Satya Widya, 37(2), 116–122.

McCabe, P. C. (2022). Early childhood educators’ beliefs about child behavior and adult outcomes related to gender and play. Psychology in the Schools, 59(1), 51–75.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2019). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook (Fourth). Arizona State University.

Oleschuk, M. (2019). Gender, cultural schemas, and learning to cook. Gender & Society, 33(4), 607–628.

Pink, S. (2020). Home truths: Gender, domestic objects and everyday life. Routledge.

Rahmawati, E., Desyanty, E. S., & Zulkarnain, D. (2016). Hubungan pola asuh ayah dengan perilaku disiplin anak di RA Muslimat Kota Malang. Jurnal Pendidikan Nonformal, 46(2), 46–56.

Rofiah, R. N., & Rachmy Diani, R. (2022). Pendidikan Keluarga Dalam Pengenalan Identitas Dan Peran Gender Pada Anak Usia Dini. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 44. https://doi.org/10.24235/awlady.v8i2.8406

Salamah, N., Zafi, A. A., & Wathani, S. N. (2021). Antisipasi child sexual abuse melalui pengenalan identitas gender anak usia dini dengan perspektif pendidikan Islam. Al- Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 152–171.

Saracho, O. N. (2020). An integrated play-based curriculum for young children. In An Integrated Play-Based Curriculum for Young Children. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203833278

Sary, K., Maulidina, R., Yuniar, R., & Putri, S. U. (2023). Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Membentuk Identitas Gender. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(5).

Taylor, S. J., Bogdan, R., & DeVault, M. (2015). Introduction to qualitative research methods: A guidebook and resource. John Wiley & Sons.

Tørslev, M. K., Bjarup Thøgersen, D., Høstgaard Bonde, A., Bloch, P., & Varming, A. (2021). Supporting positive parenting and promoting healthy living through family cooking classes. International Journal of Environmental Research and Publ

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Annisa, A. (2026). PROGRAM COOKING DAY SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS GENDER ANAK USIA DINI DI KOTA BINJAI . Wawasan Belajar Anak Usia Dini, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.61815/waladi.v4i1.758