AKSIOLOGI ILMU PENGETAHUAN DAN KEISLAMAN

INTERKONEKSI NILAI-NILAI KEISLAMAN

  • Hamdani Institut Agama Islam Ngawi
Keywords: Akisiolgi, Pengetahuan, Keislaman

Abstract

Mengkaji filsafat tidak lepas dari ruang lingkup manusia. Karena pada dasarnya manusialah yang menentukan apakah sesuatu itu baik atau tidak baik, benar atau salah, netral atau tidak netral. Karena pada hakekatnya ilmu itu netral dan bebas nilai. Menurut Einstin, bahwa ilmu tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Oleh karena itu, aksiologi dalam ilmu pengetahuan adalah produk dari ilmu yakni etika, nilai, estitika dan moral.

Aksiologi lebih menghasilkan produk yaitu untuk apa ilmu pengetahuan dipergunakan? Bagaimana kaitannya ilmu pengetahuan dipergunakan dengan aspek moral. Bagaimana procedural penggunaan ilmu pengetahuan berkaitan dengan moral. Bagaimana penentuan obyek pengetahuan dikaitkan dengan moral atau etika dalam kehidupan.

Sementara Aksiolgi dalam pandangan islam berbeda dengan ilmuwan barat. Islam menyatakan bahwa Agama yang melahirkan ilmu pengetahuan. Ilmua bagian dari agama itu sendiri, karena itu Rasulullah Saw mewajibkan manusia untuk mencari Ilmu. Sementara tujuan dari agama adalah mencari ridha Allah dan datangnya kebenaran itu dari Allah SWT.

Ilmu adalah bagian dari islam karena fungsi ilmu adalah memberikan petunjuk, solusi, pikiran ilmiah dan pembebas dari kebodohan. Ilmu pengetahuan adalah melahirkan nilai, etika dan estetika, sementara agama islam sebagai payung untuk kelahiran ontologi, epistimologi dan aksiologi ilmu. Ibu Arabi mengatakan, ilmu itu berguna untuk mendekatkan diri manusia kepada Allah Swt. Dengan dekat kepada Allah Sw, maka manusia akan mendapatkan anugerah ilmu. Al-ilmu nurun, (ilmu itu cahaya).

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-30
Section
Articles