PERAYAAN MITOS DALAM FILM HOROR INDONESIA
Keywords:
Mitos, HororAbstract
Tulisan ini mengkaji film Indonesia genre horor dengan tiga judul film yang terdiri dari simanis jembatan ancol, beranak dalam kubur, malam satu suro. Ketertarikan akademik yang mengawali tulisan ini adalah terciptanyanya mitos dalam masyarakat jawa tentang bangkitnya arwah bergentayangan yang meneror bahkan mengancam keselamatan masyarakat. Pertanyaan yang akan dijawab dalam tulisan ini adalah bagaimana citra suatu mitos ditampilkan dan bagaimana budaya direpresentasikan dalam narasi film. Untuk menjawab pertanyaan tersebut akan digunakanstrukturalisme Claud Levi-Strauss yang menekankan pada pelacakan struktur dalam film dan cultural studies dengan konsep representasi Stuart Hall yang menekankan pada pencarian makna dibalik struktur. Setelah dilakukan analisis, tampak dalam narasi film suatu pemantapan mitos mitos tentang arwah sebagai representasi budaya jawa yang menganut paham animisme dan dinamisme. Dialtar lain, film horor sebagaimana tiga judul dalam tulisan ini, menunjukkan bahwa perbuatan jelek yang dilakukan akan berdampak jelek pada dirinya. Secara historis religius fenomena tersebut bertentangan dengan agama Islam, Namun secara sosiologis memiliki makna self evaluation dalam menentukan sikap dan prilaku, sebagaimana terjadi pada awal masuknya islam di tanah jawa.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
This journal applies the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. Under this license, others may copy, redistribute, remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, provided that appropriate credit is given to the original author(s) and source, and any derivative works are distributed under the same license.
